My Best Partner

My Best Partner
Bab 130


__ADS_3

Lean terus menggandeng tangan istrinya menuju ruang rawat inap di mana mertuanya berada. Sesampainya di ruangan itu, mereka terkejut dengan apa yang di lihatnya saat ini.


" Kak, apakah kita salah kamar?" tanya Nala saat melihat orang di dalam ruangan itu bukan Mami dan Papinya.


" Dokter Leanne! "seru seorang gadis kecil berusia sekitar lima tahun dengan raut wajah bahagia saat melihat Lean datang.


Lean sangat terkejut ketika melihat gadis kecil itu mengenalnya. Pasalnya, Lean bukanlah seorang artis atau selebgram yang akan di kenali khalayak luas.


" Silahkan masuk, Dok, " Seorang wanita sekitar berusia 30 tahunan mempersilahkan Lean untuk masuk.


" Em, Maaf, Bu. Sepertinya kita salah kamar," tolak Nala yang berusaha untuk pamit. Karena dia sedang mencari kedua ruangan orang tuanya.


Saat Nala dan Lean mau pergi, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang cukup mereka kenal.


" Kalian tidak salah kamar, " seru Papi Rian yang baru saja datang.


Mereka berdua segera membalikkan badan untuk melihat siapa orang itu, benarkah papinya?


" Papi ...," seru Nala yang segera berlari memeluk Papinya.


Papi Rian menyambut pelukan hangat itu.

__ADS_1


" Papi tidak kenapa-kenapa?" kini Nala mengecek tubuh Papinya dengan mata yang berkaca-kaca, dan ternyata tidak ada luka sedikitpun.


" Papi tidak apa-apa, Nal," jawab Papi Rian mencoba menenangkan putrinya agar tidak menangis lagi.


" Terus Mami di mana? "tanya Nala saat melihat Papinya sendiri tanpa sang Mami.


" Mami kamu sedang istirahat di hotel. "


" Hotel? "ulang Nala dengan bola mata yang membulat sempurna. Dia terkejut saat mendengar Papinya mengatakan bahwa sang Mami sedang istirahat di hotel bukannya di rumah sakit.


Lean yang sejak tadi berdiam diri, memberikan ruang kepada putri dan ayah itu bercengkerama terlebih dahulu. Seper menit kemudian, barulah dia berjalan menghampiri sang mertua dan menyalaminya.


" Kita masuk ke dalam ruangan itu dulu, ya. Nanti akan Papi jelaskan," ajak Papi Rian dan di ikuti oleh Nala.


" Dokter ganteng, perkenalkan namaku Alora, atau biasa di panggil Lora, " ucap gadis kecil itu memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangan ke arah Lean.


Lean menyambut uluran tangan itu dengan senyuman.


" Salam kenal, gadis cantik," ucap Lean dengan tersenyum ramah serta mengusap puncak kepala gadis itu.


Melihat aura wajah, serta alat-alat medis di ruangan ini, membuat Lean tahu bahwa gadis kecil itu tengah mengidap penyakit serius.

__ADS_1


Melihat Lean tersenyum padanya, membuat wajahnya semakin terlihat bersinar. Menandakan bahwa dia sangat bahagia bisa bertemu dengan idolanya.


Sedangkan di sisi lain, terlihat seorang wanita yang tengah menahan tangisnya. Dia merasa bahagia bisa melihat putrinya bisa tersenyum lebar seperti itu, tapi di sisi lain dia juga merasa sedih jika mengingat usia putrinya yang tak lama lagi.


" Sudah larut malam seperti ini, kenapa Lora belum tidur?" tanya Lean yang sudah duduk di sisi ranjang pasien.


" Lora tidak bisa tidur," jawabnya dengan senyum yang terus menghiasi bibirnya.


" Kenapa?"


" Sakit, tubuh Lora sakit semua," ucapnya.


Hati Lean ikut merasa sedih mendengar penuturan Lora. Di balik senyumnya, ternyata dia menahan rasa sakit. Lean paling tidak bisa jika melihat gadis kecil yang mengalami sakit seperti ini. Di usianya yang masih sangat kecil, dia harus menahan rasa sakit akibat penyakit dalam tubuhnya. Belum lagi jarum suntik serta obat-obatan yang harus dia konsumsi.


" Lora mau Om bacakan dongeng?" tawar Lean.


Lora menganggukkan kepalanya cepat, mana mungkin dia menolak untuk di bacakan dongeng oleh idolanya.


Melihat hal itu, Papi Rian mengajak semuanya keluar ruangan agar Lora bisa menikmati waktunya bersama Lean.


Setelah itu, Lean membacakan dongeng seorang princess yang kuat dan tak lama kemudian, Lora pun sudah tertidur pulas. Dia seakan nyaman dan bahagia dengan kehadiran Lean.

__ADS_1


Sepertinya, kelak Kak Lean akan menjadi seorang ayah yang penuh kasih penyayang jika memiliki anak. Gumam Nala saat melihat suaminya begitu cepat dekat dengan seorang anak kecil yang baru ia temui.


...****************...


__ADS_2