My Best Partner

My Best Partner
Bab 60


__ADS_3

Seusai melepaskan ciuman itu, Dinda menempelkan keningnya pada kening Kean dengan tersenyum.


" Jadi, abang cemburu" ujar Dinda yang masih duduk di pangkuan Kean.


" Nggak! Siapa juga yang cemburu!" elak Kean.


Dinda menarik hidung Kean yang suka mengelak, membuat sang empunya melotot.


" Itu, buktinya ngambek gara-gara aku asyik chat-chatan sama temen, dan mengabaikan Abang. Kalau suka bohong nanti hidungnya semakin panjang kayak pinokio, gimana?" goda Dinda.


Kean hanya terdiam menahan kesal, setelah itu Dinda menceritakan kalau dia tadi hanya chat sama temen kos wanita agar Kean tak salah paham.


Saat ini, mereka berdua masih dalam tahap awal pernikahan yaitu saling mengenal satu sama lain bagaimana sifat pasangannya. Dalam tahap awal pernikahan, bisa di ibaratkan dengan sebuah pondasi pada rumah. Harus memakai bahan yang terbaik agar rumah itu nanti bisa kokoh dan tak mudah roboh.


Begitupun dengan sebuah pernikahan, harus di landasi dengan kejujuran, serta kepercayaan kepada pasangan agar hubungan pernikahan bisa bertahan lama. Jika sebuah hubungan tak memiliki itu, apakah bisa bertahan lama?


"Gimana? Abang sudah tidak marah lagi?" tanya Dinda setelah memperlihatkan dengan siapa dia chat-chatan.


Dinda memang tak ingin menyembunyikan sesuatu yang menurutnya bukan privasi. Menurut Dinda isi chat mereka tidak terlalu privasi karena hanya membahas tentang Dinda yang pergi tanpa pamit, dan menikah diam-diam tanpa memberikan kabar. Jadi, dia bernai memperlihatkan kepada Kean sebagai bukti.


" Sebenarnya Abang nggak perlu juga kamu menunjukkan isi chat itu karena___"


"Aku juga nggak masalah kok yang penting suamiku yang ganteng ini nggak salah paham dan ngambek lagi!" Sela Dinda sebelum Kean menyelesaikan ucapannya.


Kean tersenyum lalu mengusap lembut pipi istrinya. "Apakah kamu tidak suka kalau abang ngambek?"


Dinda mengangguk, saat ini dia hanya punya Kean. Jadi, Dinda ingin hubungan pernikahannya dengan Kean baik-baik saja. Dia paling nggak suka melihat Kean bersikap dingin dan datar seperti tadi. Mungkin karena sudah terlalu nyaman dengan Kean versi yang selalu tersenyum dan bersikap manis padanya.


Abang Kean saat senyum vs dingin.




Kean kembali tersenyum melihat sikap Dinda yang seperti ini. Manja sekaligus menggemaskan. Sekarang Kean seakan melihat sisi Dinda yang sebenarnya. Ternyata Dinda juga sangat tidak suka di abaikan oleh Kean.


" Kalau kamu nggak suka lihat abang marah, jangan melakukan sesuatu yang abang tidak suka."


" Memangnya Apa saja hal yang abang tidak suka?" tanya Dinda ingin mengerti apa saja yang tidak di sukai oleh suaminya itu, agar dia tak melakukan kesalahan.

__ADS_1


" Di abaikan, dan di bohongi. Abang juga ingin kamu bisa menjaga diri dari sesuatu hal yang buruk. Karena Apapun yang kamu lakukan akan melibatkan abang di dalamnya."


Dinda mengangguk,menandakan bahwa dia telah mengerti.


Setelah itu, Dinda ingin melihat langit dengan Astronomical teleskop yang sejak tadi mencuri perhatiannya. Kean tersenyum dan mengusap puncak kepala istrinya. Lalu dia mengajari bagaimana menggunakan alat itu.


"Wow, benar-benar menakjubkan!" puji Dinda. Dia sangat senang sekali bisa melihat langit dengan alat yang tidak akan pernah bisa dia beli karena harganya sangat mahal.


" Apa kamu suka?"


"Suka banget, ini pasti harganya sangat mahal, kan?"


"Lumayan, itu hadiah dari papa waktu Abang sama Lean masih umur 6 tahun."


Dinda membalikkan tubuhnya, lalu menatap ke arah Kean.


" Jadi, ini adalah barang antik?"


Kean mengangguk. Selama ini, dia merawat benda itu sangat baik, makanya masih terlihat sangat bagus. Karena itu adalah hadiah pertama yang dia terima dari Ken. Sebelumnya, Papa Ken juga pernah membelikan mobil mewah untuk mereka sekolah, tapi Kean menolaknya, dan hadiah ini yang dia terima pertama kali setelah mama dan papanya menikah.


" Abang menyukai astronomi?" tanya Dinda lagi.


Wajah Kean tiba-tiba terlihat sendu jika berbicara tentang oma Carol. Dia rindu sekali dengan wanita yang sudah seperti ibu kedua baginya. Seorang nenek yang sangat menyayangi mereka.


" Abang kenapa sedih? "


" Abang hanya rindu saja sama Oma."


" Abang sangat menyayangi Oma?" tanya Dinda.


Kean mengangguk. Karena Dia memang sangat menyayangi Oma Carol. Setelah itu, Kean menceritakan tentang seperti apa Oma Carol. Dinda yang tak tahu bagaimana rasanya memiliki nenek hanya diam mendengarkan cerita Kean.


Pernikahan Ibu dan bapaknya dulu tak di restui oleh orang tua Nada, sehingga membuat Dinda tak pernah tahu seperti apa nenek dan Kakeknya.


...☘️☘️☘️...


Di tempat lain, terlihat seorang gadis cantik tengah berlari sekuat tenaga. Dia sedang kabur dari para pria hidung belang yang mengganggunya. Dia adalah Nala. Awalnya, Nala ingin mengikuti kemana Nathan pergi malam-malam tanpa pamit. Namun, di pertengahan jalan, dia menyadari kalau supir taxi yang dia tumpangi mempunyai niat buruk. Jadi, Nala memaksa meminta turun.


Awalnya supir itu tak membiarkan Nala turun, untungnya di tengah perjalanan ada polisi yang sedang berpatroli. Jadi, Nala bisa kabur dari dalam taksi itu. Namun, sialnya bisa lolos dari supir taksi justru membuat Nala bertemu dengan tiga pria hidung belang.

__ADS_1


"Mama ... Papa ... tolong Nala... " teriak Nala. Dia berharap Mama, papanya bisa mendengarkan jeritannya.


Kini, energi Nala sudah hampir habis. Kakinya sudah tak sanggup lagi untuk berlari. Penglihatan Nala.juga mulai tak fokus, membuat dia tersandung batu yang ada di depannya, dan membuat ia jatuh tersungkur di tanah.


" Ah ... Akhirnya dapet juga!" ujar pria hitam yang memakai kalung rantai. Melihat postur tubuh dan wajah menyeramkan dari pria itu, membuat Nala menebak bahwa dia adalah bos dari tiga pria hidung belang yang mengejarnya.


Nala terus memundurkan tubuhnya, saat ini. dia benar-benar sangat ketakutan. Nala mencoba mencari sesuatu sebagi senjatanya, namun tak kunjung dapat sampai dua orang pria menarik lengannya.


"Tolong lepaskan saya!" teriak Nala ketika dua orang pria sudah memegang kedua lengannya dengan kuat.


" Jika Kalian mau uang aku bisa berikan, tapi tolong lepaskan aku," isak Nala. Kini tangisannya sudah pecah, Nala benar-benar takut kalau mereka sampai memperkosanya. Mencium aroma alkohol dari tubub mereka, membuat Nala semakin ketakutan.


Bagi, Nala orang yang sedang mabuk itu sangat menakutkan. Karena dia melakukan sesuatu tanpa sadar sehingga hukumannya juga tidak akan terlalu berat.


"Hahahaha ...," gelak tawa terdengar dari ketiga pria itu. Tawa mereka terdengar sangat menakutkan bagi Nala.


" Kami tidak butuh uangmu gadis kecil! Karena kami hanya butuh tubuhmu."


Meskipun masih berusia 16 tahun, Nala sudah memiliki tubuh yang akan membuat kaum pria menginginkannya.


"Tenang saja, kami akan melepaskan mu, setelah kita bermain sebentar, oke!" ucap pria menyeramkan itu.


Nala menggeleng, dia mencoba memberontak tapi tenaganya tentu saja kalah. Dia tak ingin tubuhnya menjadi pemuas nafsu para pria hidung belang itu.


Ya Allah, tolong kirimkan pertolongan kepadaku. Jika yang menolongku adalah pria muda yang baik dan masih single, akan ku jadikan pacar atau suami. Jika pria yang sudah menikah akan ku kasih imbalan yang setimpal! doa Nala dalam hati.


Di dalam pikiran Nala saat ini, dia butuh pertolongan dari pria yang kuat agar bisa menghabisi tiga pria hidung belang itu.


Tiba-tiba ada sorot lampu mobil yang membuat mereka semua merasa silau. Di balik sinar cahaya mobil yang menyilaukan itu, keluarlah seorang pria yang seketika bisa membuat ketiga pria itu tersungkur di tanah dengan sekali tendangan.


Setelah tumbang, ternyata mereka masih bisa bangun dan melawan. Bahkan ada yang sudah mengeluarkan senjata, Nala yang melihat aksi perkelahian mereka merasa ngeri dan takut. Namun, pria yang bagaikan super hiro bagi Nala, ternyata memiliki kemampuan bela diri yang hebat. Dalam waktu singkat, dia bisa membuat tiga orang itu tumbang.


Nala merasa sedikit lega, setidaknya Allah mendengarkan doanya dengan mengirimkan bala bantuan.


Pria itu perlahan mendekati Nala yang masih terduduk di tanah, karena tubuhnya terasa lemah. Ketika menyadari siapa pria yang sudah menolongnya, membuat Nala tercengang.


"Kakak ...," lirih Nala.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya ya...


__ADS_2