My Best Partner

My Best Partner
Partner Terbaik ~ Bab 99


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, kondisi Dinda juga sudah jauh lebih membaik. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu, Papa Ken memutuskan untuk membuat sebuah pesta resepsi pernikahan untuk Dinda dan Kean. Dinda yang awalnya keberatan, menjadi setuju. Ini semua di lakukan untuk memperkenalkan pada semua orang bahwa dia memang adalah menantu keluarga Fabio sehingga tidak ada lagi yang berani menyakitinya.


Sebuah pernikahan, memang tidak baik untuk di sembunyikan agar tidak terjadi fitnah dan salah paham seperti yang terjadi pada Dinda.


Semua persiapan sudah di siap, kini Dinda juga sudah di dandani sangat cantik bak seorang putri di negeri dongeng. Begitupun dengan Kean yang sudah seperti seorang pangeran berkuda putih.


Pesta pernikahan mereka di laksanakan di sebuah hotel mewah di Jakarta dengan dekorasi ala-ala kastil seperti pernikahan impian Dinda.



( ayo siapkan ampau yang banyak dan baju kondangan ya)


Acara di buka bagaikan drama kolosal seorang putri yang bertemu dengan seorang pangeran, lalu berlanjut dengan dansa romantis.


" Kamu sangat cantik sayang," puji Kean seraya menatap penuh cinta pada istrinya.


" Abang juga sangat tampan, bagaikan pangeran sesungguhnya." Dinda kembali memuji, membuat keduanya saling melempar senyum bahagia.


Di tempat duduk para tamu, terlihat Nala, Anne, Nathan dan Lean sedang berdiri bersama dengan memakai baju seragam Bridesmaids dan groomsman.


" Apakah sangat keren? "tanya Lean yang berdiri di dekat Nala.


Nala mengangguk tanpa menoleh ke arah Lean, karena tontonan di depannya jauh lebih menarik.


" Nal, kalau kamu mau menikah mau seperti ini atau berbeda? "tanya Lean penuh arti.


" Menikah? "ulang Nala yang diangguki oleh Lean.


"Em___" Lean sudah menunggu jawaban dari Nala, tapi tersangka justru mempermainkannya.


" Seperti apa?" tanya Lean yang sudah sangat penasaran. Namun, Nala justru tidak selesai - selesai berpikirnya.


" Seperti___ RAHASIA!" Pungkas Nala yang seketika membuang muka.


" Astagfirullah, sudah di tungguin lama-lama malah Rahasia jawabannya!" gerutu Lean. Sedangkan Anne dan Nala tertawa saat melihat wajah kesal Lean.


" Udah di kasih kode, tuh?" bisik Anne dengan menaikkan satu alisnya.


Nala hanya mengerutkan keningnya dan geleng-geleng kepala. Dia tidak mau berharap lebih, takut sakit kalau tidak sesuai kenyataan. Karena sejak liburan bersama di ancol, mereka tidak pernah lagi jalan bersama, hanya berhubungan lewat ponsel. Itupun ya begitu-begitu saja, tidak ada yang terlihat spesial di mata Nala.

__ADS_1


" Lagian, Kakak kenapa bertanya pernikahan sama Nala? " bukan Nala yang bertanya, melainkan Nathan yang berdiri di samping Lean.


" Ya ... cuman tanya saja, apa tidak boleh?"pungkas Lean.


" Bukannya tidak boleh, hanya terlihat aneh saja! Andai kakak tau saja, Nala itu belum kepikiran buat nikah, ya tentu saja masih rahasia! " ungkap Nathan.


" Sotoy kamu! " Lean menyenggol bahu Nathan.


" Di bilangin kok, pacaran saja tidak pernah terlintas di pikiran dia. Karena di pikirannya hanya ada tentang belajar, belajar dan belajar. Dia itu masih mau kuliah di luar Negeri, ya kan, Nal?" ujar Nathan seraya melempar tatapan ke arah Nala.


Deg


Kuliah di luar Negeri?


" Apa itu betul, Nal? Kenapa tidak pernah cerita? "tanya Lean untuk mencari kebenaran.


Nathan menatap bingung saat melihat ada tatapan aneh dari Lean untuk Nala yang tidak seperti biasanya.


Ada apa di antara mereka? Kenapa seperti ada sesuatu yang tidak gue tahu? Batin Nathan yang masih terus menatap ke arah Lean dan Nala bergantian.


Melihat tatapan Lean yang seakan kecewa karena dia tidak memberitahunya membuat Nala bingung harus menjawab apa.


Di tempat acara terdengar suara Mc tengah menyuruh kedua pengantin untuk melakukan lempar bunga bagi para wanita single, namun Kean menolak. Karena dia tidak ingin melakukan lempar bunga.


" Kenapa tidak mau lempar bunga?" tanya Mc pada Kean.


" Jika memang benar, siapa yang bisa mendapatkan buket bunga dari pengantin bisa membuat orang itu segera menyusul menikah. Maka, saya ingin memberikannya untuk adik kembar saya," ucap Kean lantang seraya menatap ke arah Lean, namun Lean justru fokus menunggu jawaban dari Nala.


" Adik kembar? Jadi anda punya adik kembar yang belum menikah? "tanya sang Mc.


Kean mengangguk, lalu memanggil nama Lean untuk naik ke atas panggung.


" Kak Lean, di panggil tuh! " ujar Nathan saat melihat Lean masih diam saja.


" Huh, kenapa? "tanya Lean kaget.


" Di panggil sama kak Kean untuk naik ke atas panggang, "ucap Anne.


Lean seketika menoleh ke arah panggung di mana Kean berada.

__ADS_1


" Saudara kembar pengantin pria, bisakah naik ke atas panggung? "panggil mc lewat microfonnya.


Ada beberapa tamu undangan yang terlihat sangat antusias ingin melihat seperti apa wajah saudara kembar dari Kean, Karena selama ini, Lean jarang muncul dengan status sebagai putra dari Kenzo. Bahkan saat datang di acara ulang tahun anniversary perusahaan, dia tidak mau di kenalkan sebagai putra dari Kenzo, hanya sekali saja saat bertemu dengan Mr Samuel. Saat itu juga di mana Lean tahu seperti apa pria yang sudah menyembunyikan mamanya selama belasan tahun.


Para wanita single yang ada di pesta itu jadi ikut terpana saat melihat betapa tampan kembaran dari Kean.


" Ternyata Tuan Kenzo masih memiliki putra yang single? Boleh juga tuh!"


" Ma sya Allah, kamu kembarannya?" tanya mc yang juga ikut terpana.


" Produk dari seorang Tuan Kenzo memang tidak pernah gagal, ya ... selalu produk unggul."


"Tapi, Tuan Ken, kenapa selalu di sembunyikan kalau punya putra setampan ini? Apakah ini adalah salah satu dari teknik marketing?" canda Mc itu seraya menatap ke arah Papa Ken.


Papa Ken hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala saat mendengar candaan dari MC itu.


Tentu saja produk unggul, orang bibitnya saja bibit unggul! Gumam Papa ken dalam hati yang merasa bangga karena memiliki anak-anak yang bukan hanya tampan, melainkan pintar dan saleh - saleha


Lean yang tidak biasa di kenal sebagai putra dari seorang Kenzo, terlihat sangat canggung.


" Kak, maksudmu kenapa memanggil dan menyuruhku naik ke atas panggung?" bisik Lean di dekat Kean.


" Hitung-hitung buat latihan kalau nanti jadi nikah sama Nala," goda Kean.


Lean melotot ke arah Kean. Bisa-bisanya kakak kembarnya berpikir seperti itu. Kalaupun jadi nikah juga tidak perlu pakai latihan segala.


" Hei, ganteng. Jadi benar kamu masih single? "tanya sang mc lagi.


Lean hanya mengangguk, karena tidak mungkin dia mengatakan sudah menikah. Orang melamar saja belum, et ... jangankan melamar, calon yang mau di lamar saja belum ada kejelasan.


" Yakin masih single? Nanti bilangnya single ternyata udah ada anaknya___"canda mc itu yang membuat Lean melongo.


" Tidak-tidak, hanya bercanda, masak setampan dan semuda ini sudah punya anak, kan halu? " ralat MC itu yang membuat semua orang tertawa. Apalagi saat melihat wajah cemas Lean yang di katakan sudah punya anak.


" Mau aku jodohkan dengan adikku tidak? Dia cantik lho, boleh kan ... Tuan Ken? "tanya Mc itu lagi seraya menatap ke arah Papa Ken. Sedangkan Papa Ken hanya mempersilahkan saja.


Karena sudah terlalu banyak bercanda, MC itu segera mempersilahkan Dinda dan Kean untuk memberikan buket bunganya kepada Lean.


Sebenarnya, Lean ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengungkapkan perasaanya kepada Nala. Tapi, Lean tak kunjung menemukan di mana keberadaan Nala.

__ADS_1


Ke mana Nala pergi? Batin Lean yang masih terus mencari dimana keberadaan Nala.


__ADS_2