My Best Partner

My Best Partner
Bab 136


__ADS_3

Di saat mereka sedang menikmati wakti berdua, tiba-tiba ponsel Lean berdering. Di layar itu, tertulis nama Zaskia ibu Lora yang sedang memanggil.


" Siapa, Kak?" tanya Nala.


" Ibunya Lora," jawab Lean sembari mengangkat ponsel itu.


Saat mendengar suara Lora yang memintanya untuk datang, Nala segera menyuruh Lean mengiyakan. Dia tidak ingin membuat gadis kecil itu kecewa atau sedih karena mendengar penolakan dari idolanya.


" Kamu seriusan sudah kuat ke sana? Apakah sudah tidak sakit lagi?" tanya Lean khawatir.


" Aku sudah lebih baik, Kok. Kita ke sana saja, ya. Kasihan Lora pasti sedang menunggu kehadiran idolanya," ucap Nala dengan tersenyum. Seakan memperlihatkan bahwa dia memang tidak keberatan untuk menjenguk Lora.


Lean tersenyum." Makasih ya, Be...."


" Untuk apa? "tanya Nala bingung kenapa suaminya ini tiba-tiba berterima kasih padanya.


" Untuk semuanya, aku bersyukur punya istri berhati malaikat seperti ini, "puji Lean dengan tatapan penuh cinta.


Lean berkata seperti itu karena Nala bisa mengesampingkan egonya demi orang lain yang baru di kenal.


" Gombal! Tidak usah memuji berlebihan seperti itu."


" Kenapa, apakah salah?"

__ADS_1


Nala mengangguk, dia tidak mau besar kepala karena menurutnya, dia hanya manusia biasa yang masih punya rasa iba. Nala bisa melihat, bahwa Lean itu bagaikan magnet kebahagiaan bagi Lora. Siapa tahu, dengan kehadiran suaminya bisa membuat Lora lebih semangat lagi untuk sembuh.


Tanpa berlama-lama, mereka segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Nala berusaha menahan rasa nyeri di pangkal pahanya agar jalannya tidak terlihat aneh. Dikarenakan Papi dan Maminya sedang ada urusan di luar, mereka pergi ke rumah sakit hanya berdua saja.


Tak lama kemudian, mereka sampai juga di rumah sakit tempat Lora di rawat. Lean terus menggandeng tangan istrinya, tanpa melepaskannya sedikitpun.


Sesampainya di depan ruangan Lora, Lean mengetuk pintu ruangan itu terlebih dahulu. Tak berselang lama, pintu pun terbuka.


" Kalian sudah datang? Silahkan masuk!" Zaskia mempersilahkan Lean dan Nala untuk segera masuk.


" Dokter Lean," seru Lora dengan tersenyum lebar.


" Halo, gadis cantik,"sapa Lean ramah.


" Kenapa sekarang aku sudah jadi tante?" bisik Nala yang tidak terima Lean memperkenalkan dirinya dengan sebutan tante.


" Ya ... 'kan gandengannya Om, tante" jelas Lean.


Kenapa aku jadi tua begini jika bersama kak Lean! Apakah tidak bisa mengenalakan sebagai kakak saja? Aku kan masih terlalu muda untuk di panggil tante! Gerutu Nala dalam hati.


Wajah Lora terlihat sangat bahagia tatkala mendapatkan hadiah dari idolanya.


" Terimakasih, Om Lean dan Tante Nala, " ucap Lora dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


" Sama-sama sayang, Lora suka?" tanya Nala dengan tersenyum lembut.


Lora mengangguk, membuat Nala jadi ikut bahagia. Ternyata, bisa membuat orang lain bahagia itu sangat menyenangkan. Lora memang bisa di katakan orang asing, tapi entah kenapa Nala dan Lean bisa menyayanginya. Mungkin karena dia adalah gadis kecil yang lucu dan hebat sehingga membuat mereka berdua mudah sayang kepadanya.


Setelah itu, Lean dan Nala mengajak Lora bermain bersama.


Melihat Lora begitu bahagia, membuat Zaskia ikut senang. Selama sakit, dia belum pernah melihat Lora sebahagia ini. Zaskia benar-benar merasa bersyukur pada Tuhan yang sudah mempertemukan ia dengan orang-orang baik seperti Papi Rian, Mami Senja, Lean dan juga Nala.


Bahkan, Papi Rian bersedia membantu membayarkan semua pengobatan Lora sampai dia sembuh.


Tak lama kemudian, Lora sudah tertidur akibat kelelahan bermain.


" Kak, apakah Kakak tidak bisa menyembuhkan Lora?" tanya Nala sembari menatap wajah tenang Lora yang sudah terlelap.


" Itu bukan spesialis Kakak Bee ... Setiap Dokter ada kode etik, hukum, dan aturan yang harus dia patuhi, tidak bisa semena-mena. " jelas Lean.


Lean memang adalah Dokter ahli bedah umum, dan sering mengobati orang-orang yang terkena kanker. Namun, untuk penyakit Lora, bukanlah spesialisasi Lean sehingga dia tidak bisa semena-mena melakukan pengobatan itu.


Penyakit Leukemia atau biasa di sebut dengan kanker darah akan di tangani oleh Dokter ahli hematologi, bukan Dokter bedah umum.


Semalam, mereka memang belum sempat membahas tentang hal ini, di karenakan sudah terlalu larut malam. Awalnya, Zaskia juga mengira bahwa Lean bisa mengobati Lora, tapi ternyata tidak.


Setiap penyakit memiliki Dokter spesialisnya tersendiri. Jadi, jangan berpikir bahwa setiap Dokter bisa menyembuhkan dan menangani semua jenis penyakit.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2