
Saat melihat Lean keluar dari rumah sakit dengan menggunakan setelan jas, membuat para perawat wanita terpesona.
" Astaga... Dokter Lean kenapa ganteng sekali," ucap salah satu perawat.
" Iya, tapi mau kemana ya? Kok pakaiannya rapi begitu," sahut perawat lainnya.
" Iya juga ya."
Mereka mencoba menyapa Lean, namun di hiraukan karena dia sedang buru-buru. Bahkan, Lean sedikit-sedikit menatap jam yang melingkar di tangannya.
Sesampainya di tempat parkiran, Lean segera memasuki mobilnya dan mengemudikannya melaju menuju sekolah Nala. Lean mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi agar segera sampai.
Selang beberapa menit kemudian, akhirnya dia sampai juga di parkiran sekolah Nala.
Sebelum memasuki aula, Lean di hentikan oleh dua penjaga untuk menunjukkan kartu undangannya. Setelah mengetahui bahwa Lean membawa kartu undangan, mereka mempersilahkan Lean untuk masuk.
" lewat pintu samping ya, Kak. Soalnya acara sudah di mulai beberapa menit yang lalu," ujar penjaga itu yang mengarahkan agar Lean masuk lewat pintu samping. Karena jika lewat pintu utama ditakutkan akan mengganggu acara yang sudah di mulai.
Ketika memasuki ruangan dan mencari tempat duduknya, Lean tiba-tiba melihat ada benda yang sudah menggelantung siap akan jatuh. Melihat Nala berada tepat di bawah benda itu, membuat Lean segera berlari ke arah podium
Bruk...
Lampu cahaya jatuh kebawah, membuat semua orang yang berada di aula terkejut.
__ADS_1
Nala yang masih fokus berpidato, cukup terkejut saat merasakan ada seseorang yang menariknya. Kejadian itu terjadi begitu cepat, kini Nala sudah berada di atas tubuh suaminya. Suara lampu yang jatuh membuat Nala sedikit ketakutan, apalagi jaraknya adalah yang paling dekat sehingga terdengar sangat keras.
" Bee ... Apa kamu baik-baik saja?" tanya Lean saat melihat istrinya masih menutup matanya.
Bee?
Nala segera membuka matanya tatkala mendengar ada yang memanggilnya dengan sebutan Bee.
" Kakak!" seru Nala yang terkejut saat melihat suaminya sudah ada di tempat ini.
Papi Rian dan Mami Senja yang menyaksikan kejadian itu, segera berlari ke depan untuk melihat bagaimana kondisi putrinya.
" Apa kalian baik-baik saja?" tanya seorang MC yang sudah mendatangi Nala.
Mc Itu segera membantu Nala untuk bangun dari tubuh pria yang sudah menolongnya.
Ketika Nala ingin membantu Lean, Mami dan Papinya sudah datang dan menarik tubuhnya.
" Nal, kamu gapapa?" tanya Papi Rian dan Mami Senja bersamaan sembari melihat mengecek tubuh putrinya.
Nala menggeleng, membuat Papi Rian dan Mami Senja merasa lega. Lalu, mereka menatap ke arah pria yang telah menyelamatkan putrinya.
" Lean!" Seru Mami Senja dan Papi Rian lagi saat melihat orang yang telah menolong putrinya adalah suaminya sendiri.
__ADS_1
Lean tersenyum guna menutupi rasa sakit pada siku dan punggungnya.
" Kakak tidak apa-apa, kan? Apakah ada yang sakit?" Nala memutar tubuh Lean seakan mengecek takut ada yang terluka.
" Kalian saling kenal?" tanya Mc itu.
" Iya, dia adalah___
"Saya Kakaknya," potong Lean cepat.
" Oh, Kakaknya," gumam MC itu.
Deg
Jantung Nala seakan berhenti sejenak, entah kenapa ada rasa tidak nyaman saat mendengar Lean memperkenankan dirinya sebagai kakaknya. Tapi, Nala juga tidak bisa menyanggah karena dia sedang berada di lingkungan sekolah. Otomatis, tidak bisa memperlihatkan bahwa dia sudah menikah.
Selepas itu, acara wisuda kembali berjalan seperti semula seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Karena semua masalah yang terjadi akan di selidiki seusai acara wisuda selesai.
Nala kembali melanjutkan pidatonya. Pada ucapan penutup, Nala berterimakasih pada kepala sekolah, guru-guru yang telah mendampinginya selama ini, serta pada Mami dan Papinya. Tapi, tidak berhenti di situ saja.
" Untuk terakhir kalinya, saya juga ingin mengucapkan terima kasih banyak pada seseorang yang sudah mau menyempatkan waktunya untuk mengajari saya. Tanpa beliau, mungkin saya tidak akan bisa menduduki nilai tertinggi dalam ujian IB." ungkap Nala formal agar terlihat seperti ungkapan pada seorang guru privat. Namun, tatapannya terus tertuju pada suaminya.
...****************...
__ADS_1