
...***...
Sampai dirumah arya lalu mandi dan duduk santai di balkon kamar nya seperti biasa sambil bermain gitar dan bernyanyi, setelah kurang lebih setengah jam ia merasa perutnya mulai lapar sedangkan dirumah tidak ada makanan arya mencoba menahan rasa laparnya namun tidak bisa, mungkin udah laper banget kali ya hehe. arya lalu beberes dan segera ke warung bakso langganan nya untuk makan disana
sebelum berangkat tak lupa ia memakai hodie warna hitam kesayangannya dengan celana berwarna cream lengkap dengan parfum super harum nya dan pomade agar rambutnya terlihat lebih rapi. setelah siap ia lalu menuju motornya untuk segera berangkat
Disepanjang perjalanan ia menyanyi sendirian sambil menikmati indah nya jalanan sore hari yang tampak ramai banyak kendaraan berlalu lalang dan banyak juga dipinggir jalan tampak orang nongkrong hingga tak sedikit orang yang melihatnya heran karena arya terus bernyanyi di motor nya.
Tak lama kemudian ia sampai di warung bakso langganan nya, seperti biasa ia langsung duduk dan menunggu pesanan nya
"bang kaya biasa nya 1 ya!" ucap arya kepada abang bakso nya
"siapp den!" jawab kang bakso sambil meracik bakso
setelah selesai meracik kang bakso lalu mengantar pesanan arya dan arya pun segera memakannya
"makasi bang" ucap arya
"siiap" jawab kang bakso
"kok nggak sama mbak nya yang itu mas? kemana?" tanya kang bakso sambil ketawa cengengesan
ah bisa bisa nya abang bakso ini mengingatkan arya kepada reyna
"emm engga bang, tadi kelaperan mangka nya ga inget dia wkwkwk" jawab arya sambil cengengesan
"hayooo lagi berantem pasti yaa" ledek kang bakso
"ah engga apaan sih bang" ucap arya mengelak
"udah udah mau makan, nanti ga jadi makan kalo ngeladenin abang mulu hehe" sambung arya lalu meneruskan makan nya
setelah selesai makan arya tidak langsung pulang, ia duduk sejenak menikmati pemandangan sore sambil merokok
di sela sela asyik merokok ia seketika teringat reyna, dia ia membungkuskan bakso yang biasa ia makan dengan reyna ini lalu mengantarkannya kerumah reyna
"bang bakso nya bungkus 1 deh jadinya" ujar arya kepada kang bakso
"siiap mas" jawab kang bakso seraya meracik bakso nya
setelah selesai meracik kan bakso lalu menghampiri arya dan memberikan bakso tersebut
"ini mas udah" ucap nya sambil menyerahkan bakso kepada arya
"oke makasii bang" ucap arya sambil menerima bakso dan menyerahkan uang kepada kang bakso dan ia pun segera menuju motor nya untuk pulang
arya lalu naik ke motor nya dan segera menuju rumah reyna
"masa ke rumah reyna cuma bawa bakso 1 bungkus doang, malu lah" batin arya
"ah mending beliin martabak buat tante martina, biasa nya tante tante suka martabak wkwk" batin arya sambil tertawa
di pinggir an kota ia melihat ada tukang martabak di pinggir jalan, ia pun segera menepikan motor nya dan berhenti menuju ke tukang martabak
"bang martabak spesial 1 ya" ucap arya kepada kang martabak
__ADS_1
"iya mas, tunggu sebentar ya" ucap tukang martabak
sambil menunggu martabak nya jadi, arya sesekali memainkan ponsel nya dan memfoto keadaan disekitar yang rame orang orang nongkrong
setelah menunggu beberapa saat martabak pesanan arya pun jadi, tukang martabak segera menghampiri arya
"permisi mas, ini martabak nya udah jadi" ucap tukang martabak mengkagetkan arya yang tengah memfoto keadaan sekitar
"ah iya bang makasi, berapa?" tanya arya sambil meraih martabak yang ada di tangan tukang martabak
"20ribu mas, uang pas aja yah" ucap tukang martabak
"ini bang" ucap arya sambil menyodorkan uang 20ribuan lecek dari saku nya dan beranjak pergi menuju rumah reyna
disepanjang jalan arya sangat perlahan melajukan motornya, ia sengaja tidak ngebut supaya bisa menikmati angin sore dan sambil bernyanyi nyanyi tak heran jika banyak pasang mata yang melirik heran ke arah arya
tak lama kemudian arya sampai dirumah reyna, ia segera memarkir motornya dan segera menuju ke pintu rumah reyna sambil membawa bakso dan martabak nya
tok tok tokkk
beberapa kali arya mencoba mengetuk pintu rumah reyna namun tak ada jawaban, ia lalu mencoba lagi
"assalamualaikum" teriak arya didepan rumah
selang beberapa menit terdengar ada seseorang yang menyahuti sepertinya ayah reyna
"walaikumsalam" teriak dari dalam rumah
celekkk
ternyata benar ayah reyna yang muncul
"ah iya om terimakasih" jawab arya
"ayok masuk masuk reyna nya ada kok" ucap ayah reyna sambil mengajak arya masuk kedalam rumah dan arya pun berjalan dibelakang ayah reyna
"reynaaaa ada temen kamu nihh" teriak ayah reyna
"ayo duduk dulu silahkan, om panggil kan reyna dulu" ucap ayah reyna mempersilahkan arya untuk duduk
"iya om terimakasih" arya lalu duduk diruang tamu rumah reyna sambil melihat foto keluarga didinding rumah reyna, tidak seperti rumah arya yang tak memiliki foto keluarga
"apasih yah teriak² reyna mungkin lagi tidur" ucap martina tanpa menyadari keberadaan arya
"eh sore tante" sapa arya sambil merenges duduk diruang tamu
"eh ada arya, udah lama kamu?" sapa martina
"belum kok tante" jawab arya ramah
"ini tante aku ada martabak buat tante, ini nanti bakso nya buat reyna ya tante, biasanya reyna suka bakso yang ini hehe" ucap arya sambil memberikan martabak dan bakso kepada martina
"aduh kok repot repot sihh, makasih loh yaa" ucap martina
"enggak repot kok tante, sama sama tante" jawab arya
__ADS_1
"sebentar ya tante panggilin reyna dulu" ucap martina sambil beranjak memanggil reyna
"aduh dasar anak muda, baru juga ngambek belum satu hari udah dibawain makanan kesukaan" gumam martina sambil senyam senyum
toktoktokk
"reyna sayang, ada temen kamu tuh, kata nya mau ngerjain tugas bareng" panggil martina sengaja berbohong karena takutnya jika dibilang arya yang diluar reyna ga mau keluar dari kamar
mendengar teriakan ibu nya, reyna lalu terbangun dan membuka pintu kamarnya
"ada apa buk?" ucap reyna sambil menguap dan mata yang masih rada terpejam
"itu ada temen kamu, buruan cuci muka" ucap martina
tanpa pikir panjang reyna segera kekamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi, dia pikir yang dimaksut temen itu siska bukan arya
reyna lalu menuju keruang tamu untuk menemui temannya
"haii siss, udah lama lu? sorry ya tadi gue ketiduran" ucap reyna menyapa tanpa melihat dulu siapa yang diruang tamu
"hai bangun tidur ya?" reyna kaget, suara lelaki yang terdengar berat itu? itu bukannya suara arya? jadi yang dia panggil sis itu arya? bukan siska?
"ah iya, udah lama? ngapain kesini?" jawab reyna canggung
"udah kok, ya mau main aja gaboleh?" jawab arya
"boleh boleh aja" jawab reyna cuek, membuat perasaan arya tak enak,
"duh kaya nya reyna beneran marah sama gue nih" batin arya
reyna lalu duduk diruang tamu dengan arya dan tanpa sepatah kata pun, oh shitt mengapa secanggung ini mengapa tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali
sesekali mereka saling melirik satu sama lain
"duhh kenapa gue gabisa berkata kata sih, kenapa juga reyna ga mulai pembicaaran?" batin arya sambil melirik ke arah reyna yang sore ini tampak cantik memakai kaos oblong dan rambut yang dicepol
"nih anak mau nya apa sih, ngapain kesini kalo cuma mau diem diem an gini?" batin reyna kesal
akhirnya arya memutuskan untuk membuka pembicaraan
"eh iya maaf ya tadi gue pulang sekolah ga nungguin elu soalnya tadi gue disuruh mama gue jemput dia di terminal" ucap arya memulai pembicaraan, ia terpaksa berbohong kepada reyna agar reyna tidak marah kepada nya, tidak mungkin ia bilang jika ia menjemput Fia
"ah iya gapapa, gue juga bisa pulang sendiri kok" jawab reyna, akhirnya terjawab semua pertanyaan² reyna hari ini, arya menjemput mama nya
"tadi lu pulang sama siapa? sama abang lu" tanya arya
"enggak tadi gue pulang naik angkot, bang rafi tadi gue telfon ga bisa" jelas reyna
"aduh kasian banget tuan putri jadi naik angkot, maaf ya" ucap arya sambil mengacak rambut reyna
"ihhh jangan digituin!!" ucap reyna ketus sambil manyun
"eh iya tadi gue bawain elu bakso seperti biasa, udah gue kasi ke nyokap elu" ucap arya
"aduhh maaci yaaa, baik dehh" jawab reyna manja membuat arya gemass, ternyata sangat mudah meluluhkan kemarahan reyna
__ADS_1
martina melihat mereka berdua di ruang tengah sambil tersenyum tipis melihat anaknya yang begitu manja dan begitu mudah diluluhkan hati nya, dasar anak muda tadi marah marah sekarang manja kaya gitu
...***...