My Best Partner

My Best Partner
bab 65


__ADS_3

Di ruangan keluarga, terlihat seorang pria paruh baya siap mengintrogasi putranya. Suasana di ruangan itu terlihat sangat mencekam karena


aura kemarahan dari Rian sangat terasa sekali. Melihat tatapan dingin dengan wajahyang menyeramkan dari papinya, membuat bulu kuduk Nathan berdiri. Papinya itu bisa di bilang sabar, tapi ketika marah bisa sangat menakutkan.


“ Nathan, semalam kamu pergi  kemana?” tanya Rian to the poin.


“ Kok Papi tanyanya aneh sih, semalam Nathan kan hanya dirumah, Pi. Nggak kemana-mana, " elak Nathan.


“ Tidak usah bohong sama Papi, Semalam kamu pergi kemana!?” tanya Rian dengan penuh ketegasan.


Nathan menundukkan kepalanya karena tak berani menatap wajah dingin Papinya. Saat ini, wajah Rian terlihat seperti ingin memakannya hidup-hidup. Nathan bingung harus menjawab apa, seingatnya semalam dia pulang sebelum papinya datang. Tapi, kenapa papinya bertanya seakan tahu


kalau semalam Nathan habis keluar diam-diam.


“ Nathan pergi ke rumah teman, Pi,” jawab Nathan takut-takut.


“ Nathan, kamu tahu kan kalau Papi tidak suka anak


pembohong. Jadi, jawab jujur pertanyaan Papi semalam kamu pergi ke mana!” kini suara Rian mulai meninggi karena Nathan masih saja berbohong padanya.


Jika sudah seperti ini, Nathan sudah tak bisa mengelak lagi karena papinya itu sulit sekali di bohongi. Sejak kecelakaan yang menimpanya beberapa bulan lalu, Rian memang jauh


lebih protektif lagi sampai tak memberikan jam malam lagi kepada Nathan. Dia sudah seperti anak gadis yang selalu di kurung oleh orang tuanya. Makanya Nathan hanya bisa pergi diam-diam jika Rian dan Senja ada urusan di luar.


“ Kenapa kamu diam saja? Jawab pertanyaan Papa Nathan!” bentak Rian yang darahnya sudah mendidih ke ubun-ubun.


“ Na-thaN … per-gi lihat balap liar, Pi,” Pungkasnya dengan suara gagap dan mata tertutup. Kali ini, Nathan benar-benar takut jika Rian marah


besar.


Prang


Terdengar suara sesuatu jatuh ke lantai, membuat Nathan terkejut sampai terjungkut. Rian memang sengaja meluapkan amarahnya dengan membanting vas bunga yang berada di sampingnya agar tak memukul Nathan.


Bukan hanya Nathan saja yang terkejut, tapi Senja juga. Dia hanya bisa mengelus dada ketika mendengar suaminya memecahkan sesuatu lagi  untuk melampiaskan amarahnya. Untung saja, Nala


tidak kebangun dari tidurnya.


Kali ini, Rian benar-benar kecewa mendengar Nathan mengingkari janjinya. Sebelumnya, dia sudah berjanji untuk tidak berhubungan dengan geng.motor, atau balap liar lagi. Tapi, ternyata__ dia diam-diam pergi dari rumah hanya demi menonton balap liar.


Rian mengusap wajahnya kasar. Kecewa, bersalah, marah semuanya menjadi satu. Dia benar-benar merasa gagal mendidik anaknya. Demi mengikuti Nathan pergi diam-diam dari rumah, sampai membuat Nala hampir saja di perkosa oleh pria hidung belang. Jika mengingat itu, hati Rian benar-benar hancur.


“ Mulai sekarang motor Kamu Papi sita!” pungkas Rian yang sudah merasa geram. Lalu, dia beranjak bangun dari tempat duduknya


Nathan mendongakkan kepala, lalu mencekal tangan Rian. “ Pi, jangan gitu dong. Jangan sita motor Nathan dong, plis … ya. Lagian, Nathan hanya

__ADS_1


nonton saja kok, tidak ikut balapannya.” Nathan berusaha memohon dengan wajah memelas agar Rian tidak menyita motor kesayangannya. Tapi, Rian tidak memperdulikannya.


“ Keputusan Papi sudah bulat, dan tidak bisa di ganggu gugat!” tukas Rian yang berlalu pergi meninggalkan Nathan.


Dia ingin melihat bagaimana kondisi putrinya saat ini, sebelum pergi menemui para berandalan yang sudah berani menyentuh putrinya.


“ Terus kalau Nathan mau pergi, pakai apa?” teriak Nathan yang masih meminta kelonggaran.


“ Di antar supir!” jawab Rian seraya terus berjalan menaiki tangga.


Nathan melongo ketika mendengar Rian mengatakan kalau dia akan di antar oleh supir. Nasibnya benar-benar kasihan, mempunyai Papi yang ikut-ikutan over protektif kepada anak-anaknya seperti Ken.


Padahal, Nathan lebih suka papinya yang bersahabat dan tidak mengekang seperti ini. Tapi, itu semua Rian lakukan juga demi kebaikan mereka berdua.


Kejadian  semalam, membuat Rian mengerti kenapa Ken begitu ketat menjaga anak-anaknya. Karena dia tak ingin sesuatu buruk terjadi menimpa mereka, sehingga mulai hari ini, Rian akan menyewa supir sekaligus pengawal yang akan mengantar Nala dan Nathan  ke manapun mereka pergi. Keputusan kali ini sudah tidak bisa di bantah, karena sebelumnya mereka berdua menolak keras hal itu dengan alasan tak mau terlihat seperti anak manja yang ke mana-mana harus diantar oleh supir. Rian melakukan hal itu karena dia tak bisa 24 jam mengantar atau mengawasi mereka berdua.


...☘️☘️☘️...


Di tempat lain, terlihat seorang pria masih berusaha untuk membujuk istrinya yang tengah marah. Melihat Dinda yang memalingkan wajah, membuat Kean mencengkram dagunya agar menatap ke arahnya.


“ Maaf kalau tadi abang keterlaluan,” ungkap Kean yang tak mau memperpanjang pertengkaran mereka.


“ Emm,” jawab Dinda singkat.


“ Terus Abang mau Dinda jawab apa? Wow? Hore atau___” lagi-lagi Kean membungkam mulut Dinda dengan bibirnya. Merasakan Dinda yang


hanya diam saja, membuat Kean menggigit bibir Dinda.


“ Abang sakit!” gerutu Dinda seraya memegang bibir bawahnya yang di gigit oleh Kean.


“ Siapa suruh diam saja! Anggap itu sebagai hukuman!”  pungkas Kean. Lalu dia beranjak bangun dari sofa.


“ Dasar Vampir, sukanya  menggigit dan menghisap!” ketus Dinda pelan. Namun, masih terdengar oleh Kean.


tiba-tiba Kean kembali duduk di sofa, lalu manarik hidung Dinda, membuat sang empu berteriak kesal. “ Suka gerundelin suami, dosa!”


“ Lagian, Abang juga yang buat aku gerundel! katanya kalau dikantor harus bersikap profesional, tapi apa? Abang sendiri yang nggak profesional. Masak di kantor nyium sekretarisnya!”


Kean menarik sudut bibirnya, dan mencubit pipi Dinda gemas. “ Siapa suruh sekertarisku istri sendiri. Jadi, mau nyium juga halal!”balas Kean membuat Dinda semakin merasa kesal.


Bukannya membujuk , justru membuat istrinya semakin kesal. Dasar suami  Vampir yang seperti kulkas dua puluh pintu. Gerutu Dinda dalam hati.


“ Udah nggak usah ngambek atau kesal lagi, Weekend kita pergi liburan ke bandung atau ke mana gitu yang deket-deket saja dulu. Setelah


magang kamu selesai, dan ada waktu luang yang cukup Panjang. Abang ajak kamu liburan ke mana pun kamu mau, sampai ke penjuru dunia juga boleh.” Kean mengusap kepala Dinda.

__ADS_1


“ Seriusan, nggak bohong?” ujar Dinda untuk memastikan lagi.


Kean mengangguk.


“ Boleh aku yang pilih tempatnya?”


“ Iya, kamu yang pilih tempatnya. Sudah, jangan ngambek lagi, oke!”


Dinda mengangguk.


Sebenarnya wanita itu mudah luluh, di bujuk dengan sesuatu yang diinginkannya saja sudah beres.Bukan justru di goda, bisa  semakin kesal jadinya.


Selesai acara ngambek selesai, Dinda keluar dari ruang kerja Kean untuk melanjutkan pekerjaannya, begitu pun dengan Kean.


...☘️☘️☘️...


Sebenarnya, sepulang sekolah Anne ingin mengajak Nala pergi heng out. Tapi, mendengar kabar kalau dia sakit, membuat Anne memutuskan untuk


pergi ke rumahnya saja. Hari ini, Mamanya sedang pergi bersama papanya untukmenhadiri sebuah acara sehingga membuat Anne kesepian dan butuh teman. Hal yang.paling tidak di sukai Anne adalah KESEPIAN.


Sesampainya, Di rumah Nala. Kedatangan Anne , disambut hangat oleh Senja. Sejak resign dari pekerjaannya, Senja sering di rumah jika tak ada pertemuan atau seminar. Meskipun sudah tak menjadi Dokter lagi, masih banyak tawaran untuk mengisi seminar karena namanya yang sudah cukup terkenal di bidang Dokter Obygn.


“ Assalamualaikum, Tante,” salam Anne.


“ Waalaikumsalam, sayang,” sahut Senja seraya memeluk Anne.


“ Kamu baru pulang sekolah?” tanya Senja ketika melihat Anne masih memakai seragam sekolah lengkap.


“ Hehe … iya, Tan. soalnya Kalau pulang dulu kejauhan.”


Senja hanya tersenyum dan manggut-manggut ketika mendengar jawaban Anne. Setelah


itu, Senja mengajak Anne menuju kamar Nala. Dia berharap kedatangan Anne bisa. membuat Nala lebih tenang dan bisa melupakan kejadian semalam.


“ Hei baby ku yang menggemaskan,". ucap Anne seraya mencubit pipi Nala.”


“ Ane … sakit,” gerutu Nala seraya mengusap pipinya yang sakit akibat di cubit oleh Anne.


Sedangkan Anne hanya tersenyum puas. Begitulah Anne, dia sangat suka sekali mencubit pipi Nala karena gemas.


...****************...


Maaf ya baru update, karena tadi filenya hilang. Jadi, terpaksa harus ngetik dari awal lagi.


Jangan lupa dukungannya dengan like, komen, vote, dan hadiahnya biar author semakin semangat upnya.

__ADS_1


__ADS_2