My Best Partner

My Best Partner
Bab 46


__ADS_3

Sebelum membaca bab selanjutnya, Author mau kasih rekomendasikan novel bertema mafia dan komedi romantis sebentar




Buat yang suka novel dengan tema mafia dan komedi romantis silahkan mampir ke karya adik author. Jangan lupa kasih jejak like, komen,dan hadiah ya..


...~Happy Reading guys~...


Nafas Kean dan Dinda tersengal-sengal membuat ciuman mereka terlepas. Sengatan listrik dan hawa panas mulai menjalar ke tubuh mereka berdua.


"Maaf," ucap Kean setelah nafasnya mulai kembali normal.


Dinda mengerutkan keningnya ketika mendengar Kean justru meminta maaf, alih-alih ucapan cinta. Jujur, Dinda berharap Kean mengatakan I Love you, bukan maaf. Karena sejak melamar sampai sekarang Dinda tak pernah mendengar ucapan itu keluar dari mulut pria yang kini telah berstatus suaminya.


"Kenapa Abang minta maaf?"


"Karena Abang tidak bisa menahan naf*su."


Dinda semakin bingung dan tak mengerti dengan perkataan Kean. Bukankah mereka sudah halal, dan hal ini juga sudah biasa 'kan di lakukan oleh suami istri?


"Maksud Abang apa? Bukankah kita sudah halal melakukannya?"


Kean mengangguk. Mereka memang sudah halal melakukan apapun aktivitas pasangan suami istri. Tapi, Kean ingin mereka sah di mata hukum dulu, baru melakukan sesuatu yang lebih.


"Lalu kenapa minta maaf jika kita sudah halal melakukannya?"


Setelah itu, Kean mengatakan apa alasannya. Sesudah mendengarkan penjelasan Kean, Dinda tersenyum karena ternyata suaminya sangat menjaganya.


Melihat suaminya yang begitu polos dan baik ini, membuat Dinda teringat bisikan dari aunty Sinta sebelum dia pergi.


"Tante kasih kamu kado untuk bisa menyenangkan suami. Jangan malu untuk bersikap lebih agresif karena apa yang kalian lakukan itu sudah halal, bahkan mendapatkan pahala."


Sinta membisikkan itu bukan tanpa arti. Melihat bagaimana sifat Kean, sepertinya dia membutuhkan istri yang sedikit lebih agresif agar kehidupan rumah tangga mereka penuh warna.


" Abang cinta nggak sama Dinda?".


Kean terdiam, lalu mengangguk.


Melihat Kean yang hanya mengangguk, membuat Dinda merasa senang sekaligus kesal. Tapi, sepertinya harus ekstra sabar jika ingin mendapatkan ucapan I love you dari pria dingin seperti Kean.


" Terus apakah abang bakalan ninggalin Dinda setelah abang mendapatkan virgin nya Dinda?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak, karena ___" bibir Kean di tutup oleh jari telunjuk Dinda.


"Kalau begitu, Dinda ikhlas kok melayani abang, bahkan sebelum kita sah di mata negara. Karena itu sudah menjadi kewajiban Dinda setelah abang mengucapkan ijab qabul," jelas Dinda.


Kean terdiam, karena apa yang di ucapkan Dinda memang benar. Karena setelah ijab qabul tadi siang, secara agama Dinda sudah sah menjadi istrinya. Kewajiban seorang suami dan istri juga sudah berlaku buat mereka.


" Tapi Din__"


Kean tak melanjutkan ucapannya karena kini, Dinda sudah ******* kembali bibirnya. Merasakan kenikmatan itu datang kembali, membuat Kean terhanyut dalam buaian api asmara yang salurkan dengan sebuah ciuman.


Sepasang pengantin itu masih terus terbuai dalam ciuman mereka sampai terdengar adzan magrib berkumandang di mushola keluarga Fabio. Menyadari kalau waktu sholat maghrib telah tiba, membuat Kean melepaskan ciumannya.


"Sudah adzan! Kita sholat dulu ya," ajak Kean.


Dinda mengangguk dan berusaha untuk turun dari pangkuan Kean, tapi___"


"Jangan bergerak dulu, Din."


"Ha?" Dinda tidak mengerti maksud Kean, dia justru bergerak dan merasakan seperti ada sesuatu yang mengganjal di bawah bokongnya.


"Bang, ini apa, ya?" tanya Dinda dengan wajah yang sedikit tegang.


"Si Junior bangun, mangkanya kamu pelan-pelan kalau turun."


Menyadari kalau dia duduk di atas aset seorang pria, Dinda baru paham apa yang di maksud junior oleh Kean. Setelah itu, Dinda mencoba turun perlahan. Kemudian, Kean kembali ke kamar mandi untuk menenangkan si Junior dulu. Karena saat ini belum saatnya untuk dia keluar.


Seusai sholat magrib, lantai bawah kediaman keluarga Fabio mulai di penuhi oleh anak-anak panti asuhan, ustadz dan para pengawal, tukang kebun kediaman Fabio saja. Di karenakan kediaman fabio jauh dari komplek perumahan, dan permukiman masyarakat. Jadi, mereka tidak mempunyai tetangga.


Di dalam kamar, Dinda dan Kean tengah bersiap-siap. Melihat Dinda yang begitu cantik memakai gamis berwarna lilac dengan kerudung yang senada, membuat Kean terus tersenyum memandangnya.


"Abang kenapa senyum-senyum gitu?" apakah ada yang aneh? "


Kean menggeleng." Nggak aneh kok, justru sangat cantik. "


Blush.


Pipi Dinda merah merona ketika mendengar Kean memujinya cantik. Sejak menikah, Kean membuat Dinda semakin jatuh cinta padanya. Dia benar-benar berbanding terbalik dengan kean yang dulu ia kenal. Kean lebih sering senyum, mau memujinya cantik dan penuh kasih sayang.


"Ayo turun, Mama sama Papa pasti sudah menunggu di bawah."


Kean memakai baju koko panjang, sehingga membuat kulit mereka tidak bersentuhan secara langsung saat Dinda menggandeng lengannya. Akhirnya mereka keluar kamar juga sejak dari pemakaman.


Melihat Kean turun tak sendiri lagi, membuat semua mata para maid yang sedang menyiapkan makanan tertuju padanya. Terutama Lean yang asyik mengemil dessert.

__ADS_1


"Ciye... Pengantin baru akhirnya keluar juga dari persemaiannya," goda Lean.


"Kenapa? Iri? Kalau iri cepetan nikah juga, biar nggak jomblo terus!" ledek Kean.


Lean membulatkan matanya saat mendengar Kean kini berani meledeknya. Ingin rasanya dia melempar Kean dengan sendok yang ada di tangannya, tapi dia takut kalau terkena Dinda.


"Jangan makan terus! Ayo ikut pergi ke ruangan pengajian," ajak Kean.


Dengan bibir manyun, Lean mengikuti Kean berjalan di belakangnya. Sedangkan Dinda hanya senyum-senyum sendiri, saat melihat kedua saudara kembar ini ternyata sama-sama tengil.


...☘️☘️☘️...


Di ruang tempat pengajian di selenggarakan, ada keluarga Rian yang baru saja datang, Ken langsung menyambutnya dengan ramah.


"Assalamualaikum," salam Rian, Senja, Nathan dan Nala.


"Waalaikumsalam," jawab semuanya yanga ada di ruangan itu.


Ken langsung berpelukan dengan Rian, dan Senja dengan Dira. Sebenarnya, Rian mau main ke rumah Ken besok, mumpung hadi libur mereka ingin berkumpul bersama. Tapi, Ken justru menyuruhnya datang malam ini karena ada acara pengajian di rumah.


Untungnya mereka juga sedang tidak sibuk makanya bisa datang. Melihat Kean yang datang dengan menggandeng seorang wanita, membuat pandangan Rian tertuju padanya.


"Assalamualaikum, Om," salam Kean yang kemudian menyalami Rian.


"Itu siapa Kean?" tanya Rian seraya menunjuk seorang wanita yang berdiri di belakang Kean.


"Oh, dia istriku, Om." Kean menyuruh Dinda mendekat. Lalu Dinda memberikan salam dengan menyatukan kedua tangan di depan Dada.


Mendengar Kean menyebut istri, Senja, dan Nala ikut terkejut.


Istri? Kak Kean sudah punya istri? Sejak kapan? kenapa aku tidak tahu? Begitu banyak pertanyaan di dalam hati Nala.


"Istri?" seru Senja dan Rian bersamaan. Kemudian, menoleh ke arah Ken seakan meminta penjelasan dengan semua ini.


Ken dan Dira hanya tersenyum, menandakan bahwa ucapan Kean memang benar kalau wanita itu adalah istrinya.


"Dia menantuku, Adinda Larasati." Ken memperkenalkan Dinda. "Dan acara pengajian ini kirim doa untuk almarhum besanku. Untuk cerita lebih jelasnya, nanti akan aku ceritakan setelah pengajian selesai,"jelas papa Ken.


Rian terkejut saat mendengar perkataan Ken. Karena dia tidak tahu kalau pengajian ini adalah kirim doa untuk besannya Ken. Awalnya Rian mengira ini pengajian seperti biasa, karena sebelum-sebelumnya Ken juga sering mengadakan pengajian di rumahnya.


Di karenakan semua tamu sudah datang, mereka melanjutkan ke acara inti terlebih dahulu. Sejak tadi, Nala curi-curi pandang ke arah Dinda. Ingin rasanya dia bertanya kepada Anne kenapa dia tidak cerita kalau Kean sudah menikah. Tapi, mereka belum selesai mengaji. Sedangkan Anne tidak ada di sana karena dia tidak ikut mengaji.


Mengingat kata menikah, membuat hati Nala terasa sakit. Karena pria idamannya kini telah menjadi suami wanita lain.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya...


__ADS_2