My Best Partner

My Best Partner
Bab 125


__ADS_3

" Oh ya, Le? Bisakah temani aku dinner malam ini? Aku masih butuh teman," ucap Leandra sebelum mereka benar-benar berpisah.


" Maaf Lea, aku sudah ada janji dengan istriku," tolak Lean halus.


" Istri?" ulang Lea yang sedikit terkejut. Setahu Leandra, Lean masih baru tunangan, belum menikah.


" Oh, ya. Aku lupa, mengatakannya padamu. Aku sudah menikah secara agama seminggu yang lalu, memang belum di umumkan sih," ucap Lean santai.


" Kenapa?" tanya Lea penasaran.


" Istriku masih sekolah, baru lulus seminggu lagi. Jadi, menunggu setelah dia lulus dulu baru mengumumkan jika aku sudah menikah,"jelas Lean dengan wajah berbinar.


Hal ini memang sudah di sepakati oleh keluarga besar jika status pernikahan mereka boleh di umumkan setelah Nala lulus. Sebagai bentuk jaga-jaga saja karena dalam peraturan sekolah, seorang siswa tidak boleh menikah.


Berhubung Leandra adalah teman dekatnya, Lean berani mengatakan bahwa dia sudah menikah dengan gadis yang masih sekolah.


Lean tak bisa menutupi raut kebahagiaannya saat membicarakan bahwa seminggu lagi Nala sudah lulus. Itu artinya, dia bisa segera berangkat honeymoon. Setelah Nala lulus, Lean memang berencana memberikan hadiah kejutan berupa liburan sekaligus honeymoon.


Sepertinya aku memang benar-benar sudah tidak ada lagi di hatimu ya, Le. Tapi, kenapa terasa sakit saat melihat kamu sudah menikah dengan orang lain? Ucap Leandra dalam hati.

__ADS_1


Begitulah penyesalan yang datang di akhir cerita, karena kalau di depan namanya pendaftaran. Dulu, dia tidak pernah memperdulikan cinta Lean yang begitu tulus padanya. Andai waktu bisa terulang kembali, Leandra akan lebih memilih Lean daripada pria bajingan itu. Namun, nasi sudah menjadi bubur, yang artinya mustahil jika waktu bisa kembali lagi ke masa lalu.


Yang ada, hanyalah masa sekarang dan masa akan datang. Di mana, dia harus menjadi ibu tunggal dalam status belum menikah.


"Selamat ya, Lean. Semoga pernikahanmu langgeng dan bahagia selalu, aku turut bahagia melihat kamu sudah bisa mencapai impianmu."


Dulu, saat Lea bertanya soal impian pada Lean. Dia memang menjawab ingin menikah di usia muda, dan memiliki keluarga harmonis yang penuh cinta dan kasih sayang.


"Terimakasih, semoga kamu juga akan menemukan kebahagiaan bersama bayi itu. Jangan pernah membuangnya karena setiap nyawa yang hadir dalam rahim seorang ibu, mempunyai hak untuk hidup. Kelak dia akan bisa membawa kebahagiaan tersendiri pada orang tuanya, itu yang Mamaku dulu katakan."


Lean juga adalah anak yang lahir tanpa seorang ayah. Dulu, Mama dira selalu mengatakan bahwa kehadiran Lean dan Kean adalah sumber kebahagian terbesar bagi nya. Sehingga membuat Lean yakin bahwa anak yang sedang di kandung oleh Leandra saat ini, kelak akan memberikan kebahagiaan padanya .


Dahi Lean berkerut saat Nala tak kunjung mengangkat panggilannya.


Nala kemana? Kenapa teleponku tidak di angkat-angkat? Batin Lean sembari mengirimkan pesan ke sang istri.


Lean : Bee ... Kamu ada di mana? Apakah terjebak macet?


Ketika tak kunjung mendapatkan balasan, Lean segera menelpon ke supir Nala. Tapi, tak di angkat juga, membuat Lean semakin panik.

__ADS_1


Dia mencoba menelpon nomor ponsel Nala lagi, tapi nomornya tiba-tiba sudah tidak aktif.


Nala kemana?


Lean tak kehilangan akal, dia mencoba menghubungi Nathan, dan jawaban Nathan membuat Lean terkejut.


Jadi, Nala sudah pergi dari tadi? Seharusnya dia sudah sampai sejak tadi dong? Gumam Lean yang segera menanyakan pada perawat yang bekerja di meja depan resepsionis. Siapa tahu dia melihat istrinya.


" Sus, apakah kalian tadi lihat tunangan saya?" tanya Lean pada seorang perawat wanita penjaga meja resepsionis.


" Tunangan?" ulang sang suster untuk memastikan kembali dan di angguki oleh Lean.


" Oh ... Tidak tau, Dok," jawab Suster itu dengan tersenyum." Soalnya saya baru ganti sift," imbuhnya.


Lean menghembuskan nafas panjang, akubat panik sampai membuat dia lupa jika sekarang sudah waktunya pergantian sift jaga.


" Ya sudah kalau begitu, terimakasih." Lean berjalan pergi menuju tempat parkir di mana mobilnya berada.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2