My Best Partner

My Best Partner
Bab 139


__ADS_3

Leandra pindah ke luar Negeri karena dia tidak ingin merusak citra ayahnya. Di Negeri ini, hamil di luar nikah masih sangatlah tabu, apalagi ayahnya adalah pemilik rumah sakit. Gagalnya pernikahannya saja sudah menjadi berita di mana-mana, apalagi di tambah berita bahwa dia tengah hamil, pasti akan menimbulkan masalah yang jauh lebih besar lagi. Jadi, pilihan terbaik adalah mengasingkan diri ke luar Negeri karena Leandra sudah berjanji akan mempertahankan bayi itu.


Dia tidak ingin menjadi pembunuh, mungkin ini adalah hukuman dari perbuatannya selama ini. Semua perbuatan yang kita lakukan, pasti akan ada timbal baliknya. Seperti perbuatan baik pasti akan mendapatkan imbalan yang baik, begitupun sebaliknya.


"Mari kita memulai hidup baru bersama, Mama pasti akan menjaga dan merawat kamu dengan baik. Jadi, tumbuh sehat di dalam ya." ucap Leandra sembari mengelus perutnya yang masih rata.


Tak lama kemudian, terdengar pengumuman bahwa pesawat yang dia tumpangi akan segera berangkat. Membuat Lea segera bersiap-siap untuk naik ke pesawatnya.


Selamat tinggal Indonesia.


...☘️☘️☘️...


Beberapa hari ini, Nala di sibukkan dengan belajar untuk ujian akhir. Begitupun dengan Lean yang sibuk dengan pekerjaannya karena akan mengambil cuti panjang beberapa hari.


" Assalamualaikum," salam Lean yang baru pulang dari kerja.


Melihat suaminya pulang, Nala segera menghampiri untuk menyambut kepulangan suaminya.


Nala mendongakkan kepalanya untuk menatap sang suami. " Kok malam sekali, Kak? " tanya Nala yang tak melepaskan pelukannya.


Lean mengecup bibir Nala sekilas. " Iya, soalnya hari ini banyak operasi," jawab Lean dengan wajah yang terlihat capek.


" Kasihan ... Suamiku, pasti capek, ya?"

__ADS_1


Lean mengedipkan matanya." Iya, capek! Tapi, di sambut hangat dengan istri jadi sedikit berkurang capeknya."


"Gombal!" dengus Nala dengan bibir mengerucut. Sedangkan Lean hanya tersenyum dan mencubit gemas pipi istri kecilnya itu.


Selepas bermesraan sebentar, Lean segera mandi karena tubuhnya sudah terasa sangat lengket. Sedangkan Nala kembali melanjutkan belajarnya.


Selepas mandi, melihat istrinya masih belajar, membuat Lean berjalan menghampirinya. Lean meletakkan kepalanya di pundak Nala dan melihat apa yang sedang di pelajari oleh sang istri.


" Kakak... Aku masih belajar jangan di ganggu dulu." Nala berusaha menyingkirkan kepala sang suami. Menghirup aroma harum dari tubuh Lean, membuat Nala jadi tidak fokus.


" Itu jawabannya salah," komentar Lean dengan menunjuk soal yang sudah di kerjakan Nala. Dia sedang latihan mengerjakan contoh soal ujian IB atau bisa di sebut dengan International Baccalaureate.


" Oh, ya?" tanya Nala memastikan.


Setelah itu, Lean memeriksa memeriksa hasil kerja Nala. Lalu membantu memperbaiki dan mengajari jawaban yang salah. Melihat Lean yang begitu fokus, sudah terlihat seperti seorang guru yang mengajari muridnya.


Ternyata punya suami genius ada untungnya juga, bisa di ajari secara gratis! Batin Nala yang menatap kagum dengan suaminya.


" Kak," panggil Nala dengan menopang wajahnya menggunakan tangan.


" Hem," jawab Lean tanpa menoleh.


" Apa yang tidak bisa kakak lakukan?" tanya Nala penasaran. Karena setahunya, suaminya itu bisa melakukan banyak hal.

__ADS_1


Lean menoleh ke arah Nala. " Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" bukannya menjawab, Lean justru bertanya balik.


" Jawab saja!" tukas Nala.


" Banyak! " pungkas Lean.


" Banyak itu kan jawaban umum, yang lebih spesifik!" ujar Nala kesal.


Lean tersenyum melihat wajah kesal dari istri kecilnya itu." Ya, kamu tadi nggak bilang."


" Yaudah, kalau gitu sekarang jawab yang lebih spesifik, apa yang tidak bisa kakak lakukan?" desak Nala yang sudah penasaran.


" Kakak tidak bisa___"


Nala antusias menunggu ucapan selanjutnya dari Lean. Tapi, bukan Lean jika tidak jahil dan membuat orang penasaran.


" Kenapa tidak di lanjutkan!" kesal Nala yang sudah menunggu, tapi di gantung.


" Kakak ___ Pikir aja sendiri!" tukas Lean yang sontak membuat Nala kesal dan ingin memukulnya. Tapi, Lean segera menghindar dan berlari. Terjadilah aksi kejar-kejaran seperti antara suami istri itu.


...****************...


Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya yang banyak.

__ADS_1


__ADS_2