
Melihat wanita yang ada di depannya ini bingung, Zaskia terpaksa mengatakan bahwa kebetulan putrinya sedang di rawat di rumah sakit ini juga. Karena penasaran, Mami Senja terus mengikuti Zaskia sampai masuk ke sebuah ruangan rawat inap. Mami Senja mencoba melihat dari kaca kecil di pintu ruangan itu, dia merasa sedih saat melihat seorang gadis kecil tengah menangis dengan tubuh yang di penuhi alat-alat medis.
Ternyata benar, bahwa putrinya sedang di rawat di rumah sakit ini. Batin Mami Senja.
" Pi, kasihan sekali gadis kecil itu." Mami Senja merasa Iba saat melihat seorang gadis kecil harus menggunakan alat bantu medis guna menunjang hidupnya.
Tiba-tiba ada suster datang yang ingin masuk ke kamar rawat inap itu.
" Apakah kalian keluarga pasien?" tanya sang suster saat melihat dua orang yang hanya berdiri saja di depan pintu, tanpa masuk ke dalam.
" Bukan, tapi Sus Saya mau tanya. Gadis kecil yang di dalam itu sakit apa, ya? "tanya Mami Senja penasaran.
" Leukemia, tapi pengobatannya sudah mau di hentikan," jawab suster itu.
" Kalau boleh tau kenapa? "
" Mi ..., " seru Papi Rian saat melihat istrinya sudah terlalu berlebihan.
Mendengar ada orang yang terus berbicara di depan kamar, membuat Zaskia keluar untuk melihat siapa orang itu. Dia di buat terkejut saat melihat dua orang asing itu, masih mengikutinya.
__ADS_1
" Kalian kenapa masih berada di sini?" tanya Zaskia.
Melihat bahwa dia sudah ketahuan basah, Mami Senja memutuskan untuk mengucapkan niatnya yang akan membantu jika Zaskia sedang dalam kesulitan, anggap saja sebagai ganti rugi. Awalnya Zaskia menolak, tapi saat mendengar bahwa pihak rumah sakit ingin menghentikan pengobatan putrinya, Zaskia terpaksa menerima tawaran itu. Karena dia sendiri sebenarnya juga sedang bingung harus kemana mencari uang untuk melanjutkan pengobatan Lora. Meskipun, Dokter mengatakan bahwa hidup Lora sudah tidak lama lagi, Zaskia tetap tidak akan menyerah dan menghentikan pengobatan putrinya. Dia akan terus berjuang sampai ada mukjizat turun.
Ketika Mami Senja mendekati gadias kecil itu, tanpa sengaja dia melihat Lora menggambar seorang pria dengan memakai jas dokter.
" Cantik, siapa yang kamu gambar?" tabya Mami Senja dengan ramah.
" Oh, ini idolaku, Dokter Leanne. Tampan, kan?" ucap Lora dengan tersenyum.
Saat mendengar nama menantunya di sebut, Mami Senja sempat terkejut. Kenapa bisa anak sekecil Lora bisa mengenal dan mengidolakan Lean? Pasalnya, menantunya bukanlah artis.
Dan ternyata, Lora sempat melihat Lean berada di televisi saat menghadiri acara Dokter hebat Indonesia . Bahkan, Lora sempat meminta untuk berobat ke Lean karena tahu bahwa dia adalah Dokter hebat. Namun, biaya untuk pergi ke kota Jakarta cukuplah besar sehingga Zaskia tidak sanggup mengabulkannya.
" Lalu, kenapa Papi tidak membawa Lora ke Jakarta saja? Justru menelpon Nala dengan menyuruh seseorang mengatakan bahwa Papi masuk rumah sakit karena kecelakaan? Papi tahu nggak kalau Nala tadi sudah sangat khawatir, takut kalian kenapa-kenapa!" ujar Nala dengan nada kecewa setelah mendengar semua cerita yang sebenarnya terjadi.
" Jangan salahkan Pak Rian, beliau hanya ingin membantu mengabulkan keinginan Lora untuk bertemu dengan idolanya. Dan saat ini Lora belum bisa melakukan perjalanan jauh, apalagi menggunakan pesawat. Karena kondisinya saat ini ___" Zaskia sudah tak sanggup lagi mengatakannya. Tenggorokannya seakan tercekat tatkala mengingat bagaimana kondisi Lora saat ini.
" Ya ... setidaknya bilang saja baik-baik, tidak perlu berbohong dengan ___"
__ADS_1
" Papi tidak berbohong karena memang mengalami kecelakaan, namun tidak parah," sanggahnya.
" Lagian, Papi melakukan itu juga karena mendengar jika kalian bertengkar dan perang dingin. Jadi, Papi berpikir siapa tahu, dengan memberikan berita seperti itu bisa membuat kalian akur kembali, dan ternyata berhasil!" jelas Papi Rian kembali tenang saat melihat putri dan menantunya sudah akur seperti biasanya.
Nala dan Lean saling pandang saat mendengar ucapan Papinya.
Kenapa Papi bisa tahu? Siapa yang melapor?
Astagfirullah, Papi ... Berita palsu itu bukan menyatukan kita, tapi justru menggagalkan adegan unboxing yang baru saja di mulai. Namun langsung gagal! Jerit Lean dalam hati.
" Kita nggak bertengkar, kok!" elak Nala.
" Kalaupun bertengkar, tidak dengan cara seperti itu juga penyelesaiannya, Pi. Itu namanya Papi menyelesaikan masalah dengan sebuah kebohongan, dan kita berdua itu sudah dewasa jadi bisa menyelesaikan masalah sendiri," tegur Lean yang diangguki oleh Nala. Namun, seper detik kemudian Nala baru sadar bahwa ucapan Lean seakan membenarkan bahwa mereka sedang bertengkar.
Saat itu, Papi Rian dalam keadaan terkejut ketika mendengar kabar bahwa putrinya menangis, lalu perang dingin dengan suaminya. Padahal mereka baru menikah satu minggu yang seharusnya masih sayang-sayangan, bukannya bertengkar. Jadi, entah kenapa tiba-tiba terlintas begitu saja pemikiran konyol itu tanpa memikirkan sebab akibatnya.
" Jadi kalian memang benar bertengkar? "
" Tidak! " seru Lean dan Nala serempak.
__ADS_1
Nala menghembuskan nafas lega saat mengetahui bahwa mereka kompak.
...****************...