
Seperti itulah Nala karena terlalu jujur jadi mudah sekali keceplosan, padahal dia masih ingin menyembunyikan hal ini, tapi sudah ketahuan saja oleh sahabatnya itu.
“ Sebentar, semalam yang nolongin kamu itu kak Lean?” tanya Anne untuk memastikan kembali. Pasalnya, semalam Lean pamit tak pulang karena ada pekerjaan mendadak di rumah sakit sehingga tak bisa pulang.
Nala mengangguk.
Anne memicingkan matanya, dia seperti mencium aroma-aroma kebohongan dari kakaknya itu.
“ Kira-kira itu kejadiannya jam berapa, Nal?”
“ Sepertinya kurang lebih jam sembilanan kalau nggak salah. Memangnya kenapa Anne?”
“ Ada yang mencurigakan sama kakakku itu. Seharusnya kemarin jadwal kerjanya hanya sampai sore, terus semalam nggak pulang ke rumah. Katanya ada pekerjaan mendadak di rumah sakit, tapi kok bisa menyelamatkan kamu?”jelas Anne.
Nala menggeleng, dia juga tidak tahu kenapa Lean bisa ada di sana menolongnya. Jika di ingat-ingat lagi, jalanan itu bukanlah arah menuju pulang ke kediaman Fabio sih.
“ Anne apakah Kak Lean punya pacar?” tanya Nala.
Anne menggeleng, karena setahunya kakaknya itu tidak punya pacar. Kalau wanita yang di sukai ada, tapi Anne tak menyukai wanita itu.
“ Memangnya ada apa, Nal?”
“ Semalam aku lihat , penampilan Kak Lean beda banget dari biasanya. Seperti habis pulang dari acara yang penting gitu, pakai setelan jas rapi, terus
aku juga sempat lihat seperti ada kotak cincin di lemari dashboard mobilnya. Dan___”
Nala bingung harus mengatakan ini apa tidak. Dia takut salah berasumsi.
“ Dan apa, Nal?” tanya Anne yang sudah sangat penasaran dengan ucapan Nala yang terputus.
“ Aura kak Lean, semalam sedikit berbeda. Waktu tersenyum. terlihat palsu seperti ada yang di sembunyikan, terus juga lebih pendiam dari
biasanya,” jelas Nala. walaupun tak handal seperti Papi Rian, Nala juga sempat baca-baca buku psikolog milik papinya. Jadi, dia sedikit tahu ilmu mimik wajah.
Anne terdiam sejenak, dia seakan sedang mencerna ucapan Nala. Seingat Anne, akhir-akhir ini kakaknya itu memang sedikit mencurigakan. Terlalu
__ADS_1
banyak bertanya tentang apa yang di sukai wanita, serta___
Apa Kak Lean habis melamar si wanita Lele yang jutek itu?
Batin Anne mencoba menerka-nerka. Dia segera melihat akun Instagram Lea, mencoba guna mencari tahu story dan postingan wanita itu. Meskipun masih kecil, Anne juga
sudah seperti stalker handal yang suka mengecek para wanita yang terlihat sedang di sukai kakak-kakaknya. Kalau Kean selalu misterius, tidak ada angin tidak ada hujan, tiba- tiba membawa petir ke rumah. Dengan berita bahwa dia telah menikah. Untung saja kakak iparnya itu wanita polos dan baik, andai saja tidak habislah dia.
Sedangkan Lean, dia terang-terangan ketika menyukai seseorang. Sekitar dua tahun yang lalu, Lean juga pernah mengenalkan Lea pada Anne dengan status teman. Tapi, Anne tahu jika kakaknya menyukai wanita itu dari tatapan dan tingkah lakunya. Jadi, Anne mencoba menyelidikinya, bahkan Anne mengikuti second akun Instagram milik Lea yang isinya berbanding terbalik
dengan akun utamanya. Di story Instagram Lea, dia sedang bersama seorang pria, tapi itu bukan kakaknya.
“ Nal,” panggil Anne.
“ Iya, ada apa Anne?”
“ Kamu dulu pernah punya cita- cita ingin jadi Dokter, kan?”
Nala mengangguk.
Entah benar atau tidak, firasat Anne mengatakan kalau Lean sekarang sedang patah hati . jika benar, dia bersyukur setidaknya kakaknya itu tak bersama dengan wanita seperti Lea.
Bola mata Nala membulat sempurna, dia benar-benar kaget ketika mendengar ucapan Anne yang meminta di jadi dokter cinta. Pacaran saja
tidak pernah, jatuh cinta sekali langsung patah hati. Terus gimana caranya dia bisa jadi Dokter cinta bagi orang lain, di saat dirinya sendiri juga butuh itu.
" Aku?" tunjuk Nala pada dirinya dan di jawab anggukan oleh Anne.
Lalu, Nala mengecek dahi Anne dan tidak panas.
" Kamu ngapain ngecek dahi aku?" tanya Anne yang bingung dengan sikap Nala.
" Aku hanya mengecek, kamu masih waras apa nggak! Soalnya kamu aneh, tiba-tiba minta aku jadi Dokter cinta, kayak lagu aja!" pungkas Nala.
Anne yang ingin berbicara serius justru tertawa melihat ekspresi Nala yang sangat lucu baginya.. Kemudian, Nala menakup wajah Nala dan menatapnya intens.
__ADS_1
" Denger, kamu kan sedang punya nazar. Jadi, gunakan itu untuk. Membantu kakakku. Itung-itung sebagai bentuk balas budi. Jika jatuh cinta beneran ya alhamdulillah, kalau tetep nggak bisa jatuh cinta dengan kakakku itu. Kamu boleh menyerah, setidaknya nazarmu juga sudah gugur, " ungkap Anne.
Dia tahu betul bagaimana sifat Nala, setidaknya kakaknya itu akan dapat istri pendiam dan menggemaskan jika sampai bisa menikah. Daripada wanita lain yang belum jelas latar belakangnya, Nala adalah pilihan terbaik.
" Anne, bukankah kamu bilang nazarnya bisa di ganti dengan denda jika tak sanggup menjalankannya?" tawar Nala.
Anne tersenyum . " Bukankah belum di coba, kenapa sudah pesimis begitu! Katanya mau keluar dari zona nyaman, kenapa masih takut-takut?" Anne mencoba memprovokasi Nala.
Sebelumnya, Nala memang pernah curhat kalau dia capek hidup sebagai gadis pendiam yang mudah di tindas oleh orang lain. Dia ingin menjadi wanita kuat dan pemberani. Anne melakukan ini juga karena tahu Nala sudah tidak mau mengejar cita-citanya untuk menjadi Dokter yang hebat.
Dulu, Nala adalah wanita pendiam yang punya ambisi besar soal karir. Tapi, sekarang itu sudah tak berlaku bagi seorang Nala Avrelia prayoga. Mengaca dari permasalahan orang tuanya beberapa bulan lalu, membuat Nala tak ingin anaknya menjadi seperti dirinya. Toh, Nala juga sudah punya saham sendiri di perusahaan papinya. Jadi, dia tak pusing-pusing soal karirnya.
" Anne, tapi kamu juga tahu kalau Sabrina___" Anne sudah menutup bibir Nala dengan jari telunjuknya.
" Sabrina itu hanya punya rasa kagum dengan kak Lean. Lagian, dia juga bukan pacarnya kak Lean, nanti aku akan bantu jelaskan juga ke Sabrina. Sekarang, yang penting kamu mau berusaha dulu nggak?"
Setelah itu, Anne menceritakan apa saja kelebihan jika bersama kakaknya itu. Meskipun tengil, dan suka bercanda, dia masih bisa bersikap serius. Walaupun belum pernah pacaran, Anne sudah terlihat seperti mak comblang yang handal. Bahkan dia sudah seperti seorang sales, namun bukan memasarkan barang melainkan mempromosikan kakaknya sendiri.
" Anne, tapi kamu tahu kan aku itu seperti apa. Terus__ aku harus berbuat apa dulu?" tanya Nala dengan polosnya.
Anne tersenyum penuh arti melihat Nala yang sudah mulai termakan oleh hasutannya. Karena sama-sama belum berpengalaman soal cinta, mereka berdua membaca beberapa artikel bagaimana cara menaklukan seorang pria. Hanya membaca saja sudah membuat Nala bergidik geli jika dia yang berbuat seperti itu. Tapi, demi tantangan dan melaksanakan nazarnya. Terpaksa Nala harus membuang rasa gengsinya itu.
" Anne apakah aku tidak terlihat seperti wanita murahan mengejar seorang pria?" tanya Nala.
" Asalkan menggunakan cara yang elegan, itu tidak akan terlihat murahan kok! Lagian, zaman sekarang sudah tidak ada aturan kalau harus cowok yang mengejar duluan."
" Tapi, aku kan nggak cinta___"
" Sekarang belum, tapi nggak menutup keyakinan kan kalau kamu bakalan bisa cinta sama kakakku."
Nala hanya terdiam, apa yang di katakan Anne ada benarnya. Semalam, saat Lean dengan hebatnya bisa menghabisi ketiga pria hidung belang itu saja sudah membuat Nala kagum. Apalagi kedepannya?
...****************...
Sebenarnya author udah up dari sebelum jam 7 tapi sampai sekarang belum selesai review. Entahlah, mungkin pihak NT lagi eror. Jadi, golong bersabar ya...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya.