My Best Partner

My Best Partner
Bab 122


__ADS_3

Sesampainya di depan sekolah, Nathan keluar dari mobil terlebih dahulu karena tidak ingin melihat keromantisan sepasang pengantin baru itu. Melihat Nathan yang pengertian serta tau situasi dan kondisi, membuat Lean tersenyum tipis.


" Nanti Kakak nggak bisa jemput, soalnya ada operasi gapapa, kan?" tanya Lean lembut.


Nala tersenyum dan mengangguk. Dia tahu betul bagaimana sibuknya pekerjaan suaminya. Jadi, dia memang harus punya stok sabar jika berurusan dengan pekerjaan.


" Tapi Kakak nggak lembur, kan? "tanya Nala.


" In sya Allah nggak. Mulai hari ini, kakak akan mengatur jadwal pekerjaan hanya sampai sore, biar bisa ada di rumah setiap malam, tapi nggak bisa janji juga jika ada keadaan darurat, " jelas Lean.


" Iya, aku tahu. Tapi, kalau misalnya ada keadaan darurat, kirim kabar ya ...," pinta Nala agar dia tidak khawatir.


" Siap istri kecilku ..., " ucap Lean dengan mencubit gemas pipi istrinya.


" Kenapa selalu bilang istri kecil? " protes Nala.


Lean melepaskan seat beltnya, lalu mendekatkan wajahnya pada Nala.


" Karena kamu memang masih kecil," tukas Lean yang membuat Nala memanyunkan bibirnya.


" Kecil juga di nikahin!" gerutunya yang tiba-tiba mendapatkan sebuah kecupan singkat dari Lean.

__ADS_1


" Kakak!!!" seru Nala ketika Lean menciumnya secara mendadak lagi. Lean memang belum berani melakukan sesuatu yang lebih dari kecupan singkat, takut jika dia tidak bisa menahan diri.


" Mangkanya jangan suka memancing," pungkas Lean.


" Siapa juga yang mancing?"


Lean hanya bisa tersenyum melihat istri kecilnya itu merasa kesal.


" Yaudah, jangan ngambek lagi dong. Nanti cantiknya hilang," goda Lean dengan menakup wajah istrinya.


Sebelum Nala pamit, Lean mengeluarkan uang kertas warna merah lima lembar.


" Buat jajan hari ini, nanti kirim no rekening kamu biar kakak transfer uang bulanan, " ucap Lean.


" Ya, itu kan dari Papi. Sekarang kamu kan sudah jadi tanggung jawab kakak, bukan papi lagi, "jelasnya.


Nala mengangguk, lalu pamit dengan mencium tangan suaminya. Lean mengecup kening Nala sekilas sebelum dia keluar dari mobil.


" Belajar yang pinter, " goda Lean.


" Udah pinter kok, " jawab Nala yang segera berlalu pergi dengan melambaikan tangan.

__ADS_1


Diantar sekolah dengan suami ternyata tidak buruk, justru menambah semangat. Sekarang sudah tak ada lagi rasa rindu yang terpendam karena tak bisa bertemu, karena setiap hari akan bertemu terus. Bahkan, mendapatkan perhatian dan perlakuan romantis dari Lean yang tidak akan dia dapatkan jika belum menikah.


Baru menikah semalam, membuat Nala semakin tahu jika Lean ternyata sangat lembut dalam memperlakukan pasangan halalnya.


...☘️☘️☘️...


Di tempat lain, terlihat seorang pria tengah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


" Kamu gapapa Abang tinggal kerja?" tanya Kean yang sudah duduk di ranjang samping istrinya.


"Aku sudah lebih baikan kok, Bang. Jadi, Abang nggak usah khawatir."


"Seriusan?" tanya Kean untuk memastikan kembali.


Dinda mengangguk agar suaminya tak lagi cemas, toh di rumah juga masih ada Mama mertua dan juga para maid.


" Yasudah, Abang berangkat kerja dulu. Kalau butuh apa-apa, bilang aja sama maid. Kalau sakit, telepon Abang atau bilang sama Mama. Jangan hanya di tahan sendiri," pesan Kean sebelum berangkat ke kantor. Andai saja tidak ada meeting penting, Kean pasti akan di rumah menemani Dinda.


Setelah berpamitan dengan mencium kening istrinya, Kean keluar dari kamar. Sebelum berangkat ke kantor, Kean juga mengatakan pada Mamanya kalau Dinda sedang sakit. Siapa tahu mamanya punya solusi karena sesama wanita.


" Sudah, kamu tenang saja. Tidak usah terlalu khawatir, nanti Mama yang akan temani Dinda," ucap Mami Dira menenangkan putranya.

__ADS_1


Sejak kejadian seminggu yang lalu, Kean semakin protektif lagi dengan Dinda. Dia sempat menyembunyikan sakit perutnya, dan berakhir harus di rawat inap. Setelah kejadian itu, Kean memutuskan untuk tinggal lagi di kediaman Fabio, setidaknya ada banyak orang di sini daripada tinggal di apartemen sendiri .


...****************...


__ADS_2