My Best Partner

My Best Partner
Bonus Part 3 ~ mengunjungi Oma Sekar


__ADS_3

Berhubung mereka hanya sebentar di Belanda dan akan lanjut ke tempat bulan madu selanjutnya. Ketika Nala sudah merasa lebih baik, mereka berdua segera pergi mengunjungi rumah Oma Sekar.


Untungnya, jarak hotel dan rumah Oma tidak terlalu jauh sehingga tak membutuhkan waktu lama, mereka sudah sampai di depan rumah Oma.


Entah kebetulan atau apa, Oma Sekar dan Opa Markus sedang duduk santai di teras rumah sehingga dia langsung tau jika Nala datang.


" Assalamualaikum ... Oma," salam Nala yang langsung menghambur memeluk Oma Sekar.


" Wa'alaikumsalam, Oma kangen banget," ucap Oma sekar yang semakin mengeratkan pelukannya pada cucunya itu.


Melihat wajah Oma yang begitu bahagia, membuat Lean ikut senang karena itu memang tujuannya memilih Belanda sebagai negara pertama yang menjadi tempat honeymoon mereka.


Melihat keakraban Nala dan Oma Sekar, membuat Lean menjadi ingat dengan Omanya. Dulu, dia juga sangat dekat dengan Oma Carol, tapi beliau sudah tenang di surga.


Sedangkan, Opa Markus menyambut kedatangan Lean dan berpelukan ala pria.


" Selamat datang," ucap Opa Markus di sela-sela pelukan mereka.


" Opa sehat?" tanya Lean setelah mengurai pelukannya.


Opa Markus hanya menjawab dengan anggukan kepala oleh Opa.


Setelah merasa cukup, Oma Sekar mengurai pelukannya dan mencium pipi kanan dan Kiri Nala. Kemudian, berjalan menghampiri Lean dan memeluknya. Lean tersenyum, dan membalas pelukan hangat dari Oma Sekar. Anggap saja melampiaskan rasa rindu pada Omanya yang sudah tiada.


" Selamat datang, cucu mantu Oma. Kamu semakin ganteng saja," puji Oma seraya menepuk lengan Lean.


" Makasih Oma. Oma juga masih terlihat cantik," puji Lean dengan tersenyum.

__ADS_1


" Mulutmu itu tetap saja manis, pantas saja cucuku tergila-gila padamu," tukas Oma Sekar.


" Oma ..., " seru Nala yang merasa malu tatkala mendengar Omanya mengatakan pada Lean bahwa dia tergila-gila padanya.


Bisa besar kepala Kak Lean! Cebik Nala dan hati.


" Kenapa? Kamu malu?"goda Oma Sekar saat melihat pipi Nala sudah memerah.


" Bukan Nala saja Oma, tapi Lean juga berkali-kali lipat lebih mencintai Nala, " ujar Lean penuh penegasan bahwa dia memang jauh lebih mencintai Nala.


Aduh Kak, meleleh hati adek ...


" Ah, sudahlah! Kalian jangan saling menggombal di depan Oma sama Opa. Nanti Oma bisa diabetes! " sindir Oma Sekar.


" Oma bisa aja. "


" Ya habisnya sikap kalian itu masih manis sekali, iya, Kan Va? " jelas Oma Sekar.


" Kamu tuh, ya ... Perhatian sekali, " puji Oma.


" Terimakasih atas hadiahnya," ucap Opa Markus yang juga mendapatkan hadiah.


Lean hanya bisa tersenyum, lalu membayangkan andai ia bisa melakukan hal ini pada Oma Carol atau uti Nisa. Pasti, dia juga akan sangat senang. Tapi, sayangnya mereka sudah pergi ke pangkuan sang pencipta lebih dulu, sebelum Lean dewasa.


Tak lama kemudian, sudah waktunya untuk salat maghrib sehingga mereka semua segera menyudahi perbincangan.


...☘️☘️☘️...

__ADS_1


Di luar rumah, terlihat seorang pria tampan baru saja pulang dari kantor. Ketika memasuki rumah, ia sedikit terkejut tatkala mendengar suara seseorang tengah membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.


"Suara siapa itu? Apakah Moe dan Va memiliki tamu?" gumam Aldert yang mencoba mengecek halaman rumah. Namun, tak ada kendaraan yang terparkir di sana, selain mobil Vader Markus. Karena penasaran dengan suara orang asing itu, Aldert segera memasuki rumah.


Ketika memasuki rumah, ternyata sepi tak ada orang. Mengingat ini adalah jamnya sholat, Aldert mencoba mengecek mushola kecil di samping rumah. Dan benar saja, di ruangan itu terlihat sedang melakukan sholat berjamaah.


Ada dua wanita, dan satu pria? Siapa? Gumam Aldert yang masih belum paham siapa yang datang. Di karenakan tubuhnya sudah terasa sangat lengket, Aldert memutuskan untuk mandi saja. Nanti selesai mandi baru ia akan mencari tahu lagi.


Selesai sholat, mereka semua kembali ke ruangan tengah untuk melanjutkan obrolan yang terhenti.


" Bacaan sholat kamu benar-benar enak di dengar," puji Opa Markus.


" Alhamdulillah Opa."


Tak lama kemudian, terlihat Aldert yang sudah selesai mandi baru keluar dari kamarnya.


Tubuh Aldert membeku tatkala netranya bertemu dengan sepasang mata dari seseorang yang pernah singgah di hatinya.


Nala! Batin Aldert.


...****************...


Va / Vader \= Ayah.


Oh iya jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya biar author masih semangat nulis extra partnya.


Beri komen terbaik kalian untuk novel ini. Karena satu komen terbaik yang beruntung akan mendapatkan pulsa gratis senilai 15 ribu.

__ADS_1


Jangan lupa juga follow ig Author @Novi_Rahajeng karena di sana nanti akan ada vidio dari abang Lean.


Vidio apakah itu? Akan di kasih tahu di bab Selanjutnya.


__ADS_2