My Best Partner

My Best Partner
Bab129


__ADS_3

" Kakak sudah tidak kuat lagi, kamu benar-benar sudah membangunkan sesuatu yang tertidur. Jadi, bolehkah ___"


Nala tersenyum dan mengangguk. Menandakan bahwa dia sudah siap memberikan sesuatu yang di inginkan oleh suaminya saat ini.


Baru saja ingin memulai, ponsel Nala terus berdering tanpa henti, membuat Lean terpaksa tak melanjutkannya lagi.


" Maaf," ucap Nala Nala yang merasa bersalah.


Sebelum mengangkat telepon, Nala mencium pipi Lean sekilas guna mengurangi rasa bersalah.


"Halo, Assalamualaikum, Pi. Ada apa?" tanya Nala pada seseorang di ujung telepon.


Namun, wajah Nala berubah menjadi pucat tatkala mendengar berita bahwa Papinya mengalami kecelakaan.


" Ada apa, Bee?" tanya Lean saat melihat wajah istrinya yang pucat.


Nala tak sanggup menjawab pertanyaan Lean karena dia benar-benar shock. Melihat hal itu, Lean segera menghampiri Nala dan mengambil alih ponselnya. Kini, Nala sudah menangis sesegukan dalam pelukan suaminya.


" Kamu sabar, ya ... Kita ke sana sekarang juga."


Dengan waktu kilat mereka berdua segera bersiap-siap menuju bandara untuk segera terbang ke kota S karena Papi Rian dan mami Senja mengalami kecelakaan di luar kota.

__ADS_1


" Kak, penerbangan tercepat masih besok pagi. Bagaimana ini? " tanya Nala panik.


Lean segera menepikan mobilnya terlebih dahulu, lalu menelpon seseorang untuk menyiapkan jet pribadi untuk mereka berdua. Awalnya, Lean memang ingin memakai pesawat biasa saja jika masih ada penerbangan, tapi berhubung tidak ada. Dia memesan jet pribadi milik keluarganya, dan kebetulan masih ada satu yang tidak di gunakan.


" Kamu tenang saja, ya. Kita bisa pergi sekarang juga, Kok! "


Nala mengangguk.


Kemudian, Lean kembali mengemudikan mobilnya menuju bandara. Saat memasuki pesawat, mereka di sambut dengan hangat oleh pilot dan juga pramugari.


Lean terus mencoba menenangkan Nala yang panik dengan kondisi kedua orang tuanya. Tak lama kemudian, terdengar hembusan nafas teratur dari gadis itu, menandakan bahwa ia sudah tertidur.


Lean merapikan rambut kecil yang menutupi wajah istrinya.


Terlalu banyak menangis, membuat Nala akhirnya tertidur dalam dekapan pelukan suaminya. Pelukan Lean memang begitu nyaman dan hangat, bahkan bisa menjadi obat tidur di kala kondisi seperti ini.


Kepergian pertama mereka bukanlah untuk honeymoon, melainkan terjadi sebuah musibah. Yang pergi memang hanya Lean dan Nala saja karena Nathan tadi pergi ke rumah Oma Anita sehingga dia tidak tahu bahwa kedua orang tuanya mengalami kecelakaan.


Saat Nala ingin menghubungi Nathan, Lean melarangnya karena ini sudah larut malam. Nanti justru akan membuat Oma dan Opanya jadi ikut khawatir ketika mendengar berita itu. Jadi, biarkan mereka saja yang pergi ke kota S.


Melihat istrinya masih tertidur pulas, Lean tidak tega untuk membangunkannya sehingga dia menggendong tubuh Nala turun dari pesawat menuju mobil yang sudah ia pesan sebelumnya.

__ADS_1


" Ke rumah sakit xy, Pak," ucap Lean pada sang supir taksi.


" Iya, Mas."


Setelah itu, mobil yang mereka kendarai melaju ke jalanan menuju rumah sakit di mana Mami Senja dan Papi Rian di rawat.


" Bee ... Bangun, kita udah sampai." Lean mencoba membangunkan istri kecilnya ketika mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit.


Nala mulai membuka matanya, lalu melihat ke sekelilingnya.


" Kita ada di mana, Kak?" tanya Nala sembari mengucek matanya yang gatal.


" Sudah sampai rumah sakit," jawab Lean.


"Ha? Seriusan?" Nala terkejut saat mendengar Lean mengatakan bahwa mereka sudah sampai rumah sakit. Nala mencoba memperhatikan sekelilingnya lagi dan ternyata benar bahwa dia sudah sampai rumah sakit.


Lean turun terlebih dahulu dari mobil.


" Ayo, turun," ajak Lean dengan mengulurkan tangannya pada sang isteri.


Nala meraih uluran tangan dari suaminya, lalu mereka berdua berjalan masuk ke rumah sakit. Lean mencoba menanyakan di mana ruangan mertuanya berada. Sesampainya di ruangan itu, mereka di buat terkejut dengan apa yang mereka lihat saat ini.

__ADS_1


...****************...


Kira-kira ada apa ya ... Maaf ya, slow update soalnya lagi pms. Jangan marah kalau sukaa di gantung, kabur 🏃🏃🏃


__ADS_2