My Best Partner

My Best Partner
Jarak


__ADS_3

bel istirahat pun berbunyi, reyna segera membuka bekal yang dibawa nya dari rumah, namun sepertinya reyna tak selera makan, ia hanya memakan separuh dari bekal yang ia bawa, ia kepikiran mengapa seperti nya arya berubah, ada kah yang salah dengan kelakuan reyna hingga membuat arya seperti berjarak dengan reyna?


reyna keluar dari kelas dan duduk di depan kelas sambil memandang pohon pohon di depannya sambil menyejukkan diri karena siang ini udara terasa sangat panas


disisi lain arya pun kepikiran fia, apakah tadi fia melihat arya sedang bersama reyna? ia takut jika fia melihat dan akan marah kepada arya, nampak nya arya sangat cemas memikirkan hal tersebut.


tak lama kemudian bel masuk berbunyi murid² segera masuk ke ruang kelas untuk memulai pelajaran kembali, begitu juga dengan arya dan juga reyna.


namun arya nampak tak fokus mengikuti pelajaran siang ini


"kira kira fia tadi liat gue sama reyna ga ya, gimana kalo papa nya juga liat" arya overthingking takut jika fia melihat nya dan fia akan marah


bel pulang pun berbunyi, arya lalu cepat keluar dari kelasnya dan segera menuju ke parkiran, reyna melihat arya berlari pada saat jam pelajaran selesai,terlihat begitu jelas jika arya yang mulai memberi jarak dengan reyna yang membuat reyna terus kepikiran mengapa arya seperti ini?


arya lalu naik kemotor dan segera pergi, menuju sekolah fia untuk menjemput fia memastikan bahwa fia tidak melihat ia bersama reyna


Reyna lalu menuju parkiran, berharap jika arya menunggu reyna di parkiran, tapi ternyata tidak, setelah sampai di parkiran reyna sama sekali tidak melihat keberadaan arya, ah mungkin arya sudah pulang terlebih dahulu


"seperti nya arya memang benar benar memberi jarak antara aku dan dia, ah sudah lah aku tidak boleh berharap lebih kepada arya" ucap reyna lirih


ia lalu keluar dari parkiran dan segera menuju ke depan gerbang dan mengambil ponsel nya di dalam tas untuk menelpon abang nya


tuttttt tutttttt


"ah sial kenapa tidak diangkat sihh, kemana lagi bang rafi" reyna ngedumel dengan muka kesal


lagi lagi ia mencoba menelpon kakak nya tapi tidak ada jawaban. sedangkan disaat yang bersamaan ada angkot yang datang menuju rumah reyna, reyna pun menyetop angkot tersebut dan segera naik ke dalam angkot


seperti biasa reyna selalu menutup bagian mulut dan hidungnya ketika naik angkot, setelah beberapa saat reyna pun sampai dirumahnya


"bang stop bang" ucap reyna kepada abang angkot nya


"iya neng" jawab abang angkot


"makasih bang" ucap reyna sambil memberikan uang 3 ribu dan segera turun dari angkot


reyna segera masuk ke dalam rumah dengan muka ditekuk,hari ini sangat tidak menarik, semua tidak asik


"buk, bang rafi kemana sih? ditelponin ga diangkat?" tanya reyna kesal

__ADS_1


"itu tidur di kamar nya" jawab ibu sambil melanjutkan aktifitas nya


"dasar, disuruh jemput malah tidur" ucap reyna kesal sambil melempar tas nya sembarangan


"loh memang nya kamu ga pulang sama arya? tumbenn" tanya ibu heran


"ngga bu!" jawab reyna ketus


"hmm ada apa dengan mereka berdua, sepertinya mereka sedang ada masalah, ah nanti aku coba tanya reyna baik baik deh" ucap martina lirih


reyna menuju ke kamar mandi dan mengganti pakaian nya lalu tiduran di kamar nya untuk sedikit menghilangkan penat di kepala nya


"ah sangat tidak menyenangkan" gumam reyna


......***......


arya pun sampai disekolah fia dan berhenti didepan gerbang, arya menunggu agak lama karena memang jam pulang sekolah arya dan fia tidak sama, lebih cepat di sekolah arya


arya menunggu fia sambil meletakkan kepala nya di bagian stang motor nya sambil terus memikirkan fia sampai ia lupa dengan reyna


"lahh si reyna tadi pulang sama siapa yak" seketika arya mengangkat kepala nya dan teringat reyna lalu mengecek hp nya untuk mencoba menelpon reyna, oh shittt arya lupa kalau ia tak punya nomor hp reyna


"ah sayang kamu udah pulang?" sapa arya kepada fia sambil turun dari motornya


"hmm iya sayang, tumben kamu jemput aku?" tanya fia heran, memang jarang sekali arya menjemput fia


"hehe iya sayang tadi agak bosen pulang kerumah jadi aku jemput kamu dulu, kenapa kamu ga seneng ya?" tanya arya mencoba mencairkan suasana dan sedikit mengalihkan pembicaraan supaya fia tidak mengarah ke kejadian tadi pagi


"engga sayang engga, aku seneng kok kamu jemput" ucap fia sambil tersenyum manis


"yaudah ayuk naik" ajak arya


"aman nih aman kayaknya fia tadi pagi ga liat aku sama reyna" batin arya lega


"yuk sayang" jawab fia sambil memasang kait helm nya lalu naik ke motor, tak lupa fia selalu memeluk arya dari belakang, terasa dua gunung kembar fia mengenai punggung arya karena arya sengaja tas nya ditaruh di depan


"ah gizi nihh" ucap arya nakal sambil melirik fia dari spion sambil tersenyum


"hehhhh!" teriak fia sambil melepas pelukannya dan menjauh kebelakang dengan memukul bagian pundak arya

__ADS_1


"hahaha engga sayang engga bercanda hihi" ucap arya sambil menarik kembali tangan fia ke perutnya dan fia pun kembali ke posisi semula


arya lalu menyalakan motor nya dan segera beranjak pulang


"rejeki anak sholeh ini mah" gumam arya lirih dan tidak terdengar oleh fia


sampai ditengah perjalanan fia pun bertanya kepada arya


"kamu tadi pagi sama adik ponakan kamu yang itu ya?" tanya fia


degggg


"ah iya tadi pagi sama adik aku, kok kamu tau?" jawab arya dengan jantung berdegup kencang


"iya tadi tau pas mobil papa aku nyalip kamu di jalan, tadi kamu kayanya boncengan sama sita(adik ponakan arya) soalnya badannya kecil gitu kaya sita" ucap fia


"iya sayang itu tadi sita, tadi papa nya gabisa anter dia, jadi disuruh bareng sama aku" jawab arya


"haduh harus bohong lagi nihh" batin arya


sita dan reyna memang jika dilihat dari belakang terlihat sama saja karena memiliki bentuk tubuh yang hampir sama jadi tak heran jika fia mengira bahwa reyna itu sita


setelah beberapa saat mereka pun sampai dirumah fia


"kamu ga mampir dulu sayng?" tanya fia


"emm ada siapa dirumah?" jawab arya


"biasa cuma ada bibik doang" jawab fia lesu


"enggak ah sayng, aku langsung pulang aja, gaenak dilihat tetangga mah" jawab arya


"yaudah kamu ati² pulang nya" ucap fia kepada arya


"iya sayangg" jawab arya sambil mengecup kening fia


arya pun segera melajukan motornya untuk segera pulang kerumah, hatinya sudah lega karena fia tidak melihat ia dengan reyna tadi pagi


MOHON MAAF LAMA GAK UPDATE SOALNYA IBU AUTHOR BARU OPNAME YA GUYSS, DOAIN CEPET SEMBUHHH🙏

__ADS_1


__ADS_2