
Jika Dinda dan Kean sedang asyik menikmati kencan, berbeda dengan Lean yang masih sibuk mengoperasi pasien. Akhir-akhir ini, jadwal operasinya sangat padat sampai membuat Lean belum bisa mengambil cuti.
Sebenarnya dia sudah ingin sekali menghampiri Nala ke Belanda, namun jadwalnya masih sangat padat. Jadi, rencana itu masih terus tertunda sampai sekarang. Meskipun belum bisa bertemu, setidaknya dia sudah bisa berkomunikasi dengan Nala, tapi tidak sebagai Lean.
Ya ... Lean menyamar sebagai penggemar dengan menggunakan nama perempuan, karena Nala seperti sedang menghindarinya. Buktinya dia tak mau membalas DM (direct message) Lean, tapi mau membalas si fake account itu.
Lean mencoba membuka ponselnya, dan mengirim pesan ke Nala.
Miss A : Selamat sore.
Lean mengatakan selamat sore, karena di belanda masih sore.
Nala : Sore juga Miss.
Miss A : Lagi ngapain?
Nala : Lagi dilema miss.
Miss A : Dilema kenapa cantik?
Nala : Dilema karena habis di lamar orang.
Lean melotot sempurna saat membaca pesan dari Nala mengatakan bahwa dia habis di lamar oleh orang.
Ini beneran? Tapi siapa yang melamar? Apakah ada orang yang menyukai Nala di sana? Tapi masak iya langsung ngelamar gitu? Pikiran Lean jadi kemana-mana. Pengen segera ke belanda, tapi masih ada jadwal operasi yang memang harus segera di lakukan. Mau tukar, tapi sama siapa?
Hanya mendapatkan pesan habis di lamar orang, sudah membuat Lean kelabakan dan panik sendiri. Tapi, tiba-tiba Lean kembali membaca pesan itu.
" DILEMA ..." Lean kemudian tersenyum.
" Jika dilema, berarti Nala belum menerima dong, iya ... Kan ...," Lean jadi berbicara sendiri. Kemudian, dia mencoba berpikir kata-kata apa yang pas jika seorang wanita bertanya (kepo).
__ADS_1
Miss A : ada yang melamar kok dilema? Bukannya justru senang, ya?
Nala : Ya, Karena ___
Lean terus memandangi layar ponselnya, melihat Nala masih mengetik. Dia benar-benar penasaran dengan apa yang sedang di ketik oleh Nala sampai selama itu.
Nala : RAHASIA! 🤣🤣🤣
Lean mencebik kesal saat Nala tidak mau bercerita dengannya. Padahal dia sudah menyamar sebagai wanita, dan mereka juga bisa di bilang cukup dekat, walaupun hanya lewat virtual.
Saat Lean ingin membalas pesan, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Siapa?"
" Waktunya operasi lagi, Dok!" ucap seorang perawat di luar pintu. Lean hanya bisa menghembuskan nafas kesal ketika panggilan kerja sudah datang lagi.
Lean memang sengaja, mengatur jadwal operasi yang berdekatan agar segera bisa mengambil cuti.
Di belanda, gadis cantik itu tengah menunggu pesan dari miss A. Selama beberapa terakhir ini, dia yang menemani sekaligus menghiburnya selama tinggal di belanda. Meskipun hanya lewat chat, dia sangat pandai membuat Nala tertawa dengan candaannya.
" Kenapa aku jadi kangen kak Lean? Bagaimana kabarnya pria itu?" gumam Nala. Entah kenapa, tiba-tiba dia ingin membuka Dm dari Lean yang tak pernah dia baca dan balas. Nala sempat terkejut saat melihat begitu banyaknya pesan yang di kirim oleh Lean.
Leanne : Nal, kamu di mana?
Leanne : Kenapa tidak pamit dulu kalau mau pergi.
Leanne : Kalau kamu baca pesan ini, balas ya ... Kakak khawatir sama kamu. Kenapa tidak pernah baca dan balas pesan dari kakak? Di telepon juga tidak bisa.
Leanne : Nal, apa kamu sedang menghindari Kakak?
Nala tersenyum sendiri saat membaca pesan-pesan itu. Sebenarnya ponsel Nala sempat hilang ketika baru datang di belanda. Jadi, nomor ponselnya yang dulu sudah tidak aktif. Soal pesan di dm, Nala memang sengaja, ingin melihat reaksi kak Lean jika dia tak ada kabar, dan membalas Dmnya sekalian memupuk rasa rindu.
__ADS_1
" Apakah kamu juga merindukanku, kak?" ucap Nala sembari menatap foto Lean yang ada di akun Instagramnya.
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar, membuat Nala segera turun dari tempat tidurnya untuk membuka pintu.
Ketika pintu sudah terbuka, Nala terkejut saat melihat siapa yang datang.
" Oma," lirih Nala.
" Bisa Oma masuk?" tanya Oma Sekar yang masih duduk di kursi roda karena tubuhnya masih lemah.
Sebenarnya, Oma Sekar belum sembuh total, tapi mendengar bahwa Nala menolak perjodohan, membuat Oma Sekar memutuskan untuk pulang ke rumah sebentar. Karena Nala juga tidak datang menjenguk Omanya di rumah sakit sejak kemarin.
Nala membuka pintu kamar lebar-lebar, dan membantu Omanya masuk ke dalam kamarnya.
" Oma kok sudah pulang?" tanya Nala.
" Habisnya, cucu oma sudah lupa untuk datang menjenguk," sindir Oma Sekar.
" Maaf Oma," lirih Nala.
" Tidak masalah, memangnya kenapa kamu tidak datang menjenguk Oma? Kamu marah karena Oma mau menjodohkan kamu?" tanya Oma Sekar to the poin.
Nala menggeleng, karena dia bukan marah. Melainkan ingin sendiri dulu, dan belum siap untuk di tanya-tanya.
" Lalu kenapa? Kata Aldert kamu sudah mempunyai orang yang di cintai? Siapa dia? "
Sebelumnya Oma Sekar memang menanyakan apa alasan Aldert membatalkan perjodohan, dan saat itu dia mengatakan bahwa Nala sudah memiliki orang yang di cintai. Namun, oma tidak mengenal nama Albert, siapa dia?
...****************...
Buat yang belum tahu siapa Albert, cari jawabannya di novel pendahulunya. Yang sudah baca, pasti tahu siapa dia kan?
__ADS_1
Di musim penyakit ini, jaga kesehatan semuanya ya...