
Semua orang sudah sibuk mengurus persiapan lamaran untuk Nala dan juga Lean. Bahkan, Oma Anita dan Opa Dimas juga sudah menginap di rumah Papi Rian sejak semalam.
Apa yang di takutkan Mami Senja ternyata tidak terjadi. Awalnya Oma Anita dan Opa Dimas memang terkejut saat mendengar bahwa Nala akan lamaran, tapi setelah mendengarkan alasan dari Papi Rian dan tahu siapa calonnya, mereka berdua langsung setuju.
Setidaknya itu adalah niat baik, bukan sesuatu yang buruk dan di paksakan. Jadi, mereka berdua merestuinya, bahkan ikut antusias untuk menyambut calon besan.
Di sebuah kamar dengan nuansa pink, terlihat gadis cantik tengah di rias untuk membuatnya semakin cantik di hari bahagia ini.
" Masya Allah, cantiknya cucu Oma" puji Oma anita saat melihat Nala terlihat begitu cantik. Mungkin karena efek bahagia sehingga memberikan kesan lebih cantik.
" Oma bisa aja," ucap Nala yang terlihat malu.
" Sepertinya kamu sangat bahagia sekali hari ini" ujar Oma Anita yang hanya di jawab dengan senyuman malu-malu oleh Nala.
Tak lama kemudian, terlihat Opa Dimas datang mencari Oma Anita. Beliau mengatakan bahwa calon besan sudah hampir sampai jadi harus segera turun ke bawah untuk menyambut kedatangannya. Sedangkan Nala masih di dalam kamar karena dia akan keluar jika sudah waktunya.
Entah kenapa tiba-tiba ada perasaan gugup datang menghampirinya ketika mendengar bahwa keluarga Lean hampir sampai. Sayangnya, tak ada sedikit pun sahabat yang datang untuk mendampinginya nanti karena sahabatnya adalah keluarga dari mempelai pria.
...☘️☘️☘️...
Di dalam mobil, terlihat seorang pria paruh baya terlihat sangat tegang, membuat sang istri jadi bingung sendiri.
__ADS_1
" Papa tegang?" tanya Mama Dira.
" En-nggak kok," elak Papa Ken.
" Yakin? Kok seperti gemetaran begitu?" ujar Mama Dira yang membuat Papa Ken mencoba menahan kakinya yang gemetaran.
" Apaan sih, Mama." Papa Ken segera mengalihkan wajahnya yang memerah akibat malu ketahuan gugup.
" Lagian Papa Kenapa gugup, bukankah yang lamaran itu kak Lean? Terus kita juga datangnya ke rumah Om Rian, sahabat Papa Sendiri. Jadi apa yang membuat gugup? " tanya Anne dengan santainya.
" Tentu saja gugup, karena ini pertama kalinya Papa Mau meminang putri orang!"
Mama Dira dan Anne hanya bisa tertawa melihat seorang Kenzo gugup hanya ingin meminang putri orang. Padahal, yang di pinang adalah putri sahabatnya sendiri yang sudah berhubungan selama belasan tahun. Meskipun sudah memiliki menantu, tapi waktu Kean tidak ada proses seperti ini karena pernikahan mereka berdua memang dadakan.
"Assalamualaikum," salam Papa Ken dan para keluarga.
" Waalaikumsalam," jawab semua orang.
Setelah itu, mereka bersalaman seperti biasanya. Tidak ada yang berubah, bahkan setelah melihat Papi Rian yang terlihat santai saja, membuat rasa gugup Papa Ken hilang.
Ketika semua orang sudah duduk di ruangan yang telah di sediakan, Nala baru turun dari ke ruangan bawah dengan di dampingi oleh Mami Senja.
__ADS_1
Sepasang bola mata Lean tak berkedip sedikitpun saat melihat calon istrinya datang dengan tampilan yang sangat cantik.
"Awas air liurnya jatuh," goda Papa Ken saat melihat putranya terpesona dengan kecantikan calon istrinya.
" Papa ...," lirih Lean yang seketika langsung menundukkan kepalanya karena malu ketahuan terpana. Sedangkan Papa ken tersenyum heran melihat putranya ternyata malu-malu kucing.
Rangkaian acara pertunangan pada sore itu berjalan dengan lancar, sampai pada akhirnya Papi Rian mengatakan bahwa sore hari itu bukan hanya acar khitbah saja. Melainkan akan ada acara akad secara agama sekalian agar hubungan mereka menjadi halal. Lean dan Nala yang tidak tahu apa-apa, cukup terkejut mendengarnya.
" Bagaimana Lean? Apakah kamu siap? Kalaupun belum siap__ berarti di tunda saja."
"Insya Allah Lean siap, Om," jawab Lean mantap. Mana mungkin dia mau menyia-nyiakan kesempatan seperti ini.
Ini benar-benar kejutan yang membahagiakan buat dirinya. Setidaknya, hubungannya akan halal dan sah di mata Allah. Tidak akan ada lagi zina mata, hati, pikiran dan lain sebagainya.
" Kalau Nala, apakah kamu siap sayang?" tanya Papi Rian lembut dan di jawab anggukan kepala oleh Nala.
Melihat Nala yang juga setuju membuat semua orang mengucapkan hamdalah. Kemudian, acara di lanjut dengan Lean yang berusaha belajar mengucapkan kalimat ijab qabul. Sedangkan mahar, Papa Ken yang sudah tahu akan ada acara ini memang sudah menyiapkannya, hanya saja tidak di beritahukan pada Lean karena sebelumnya Mami Senja masih berat.
Tapi, sebelum acara tadi, Papi Rian sempat menanyakan kembali tentang hal ini, dan entah dapat hidayah dari mana tiba-tiba Mami Senja ikhlas jika Nala di nikahkan sekalian.
...****************...
__ADS_1
Ayo sudah siap kondangan? Hadiahnya jangan lupa ya...