
Kini, kehamilan Dinda sudah menginjak usia lima bulan. Perutnya juga terlihat jauh lebih besar daripada ibu hamil pada umumnya karena ia tengah hamil kembar tiga.
Dua hari yang lalu, mereka sampai di London. Kean sedang ada perjalanan Dinas, dan Dinda yang tak bisa di tinggal lama-lama terpaksa ikut sekalian babymoon.
Sejak hamil yang kedua ini, Dinda memang berubah menjadi manja dan sensitif sekali. Bahkan, Kean harus kerja dari rumah sampai usia kehamilan Dinda tiga bulan karena tidak mau di tinggal.
Ketika mereka sedang berjalan-jalan di taman jubilee, Dinda melihat sebuah biang lala yang sangat besar yang biasa di sebut dengan London Eye atau Millennium Wheel.
" Bang, kita naik itu, yuk?" ajak Dinda dengan menunjuk ke arah London Eye.
" Nda …, kamu kan tahu kalau Abang itu takut ketinggian. Jadi, yang lain saja ya …," bujuk Kean.
Dinda seketika melepaskan gandengan tangannya, dan berjalan sendiri ke depan. Melihat istrinya yang sudah merajuk, membuat Kean segera berlari mengikutinya.
" Nda … jangan marah. Abang___"
" Yaudah kalau Abang nggak berani, biar aku naik sendirian aja!" potong Dinda yang terus berjalan menuju tempat pembelian London Eye.
Entah kenapa Dinda sangat ingin sekali naik London eye itu, dia ingin melihat indahnya pemandangan di London dari atas. Kean terus berusaha membujuk, namun Dinda tetap kekeh ingin menaiki London eye itu.
Awalnya, Dinda ingin membeli tiket standar agar bisa naik bersama orang lain. Namun, Kean justru membelikan tiket privat pod karena tak ingin Dinda menaiki London eye bersama orang lain.
Dalam kondisi seperti ini, sifat posesif Kean masih saja ada.
__ADS_1
" Memangnya Abang mau ikut naik?" tanya Dinda saat melihat suaminya membelikan tiket yang privat pod.
" Em … Abang cuman ingin kamu merasa nyaman dan aman saja, kalau naik yang standar pasti banyak orang," jawab Kean ambigu. Dalam hati ingin selalu menuruti keinginan istri dan juga ketiga bayinya. Namun, Kean benar-benar belum bisa mengobati phobia ketinggiannya.
" Oh!" jawab Dinda yang segera berjalan untuk mengantri agar bisa masuk ke kotak London eye.
Melihat begitu banyak orang, membuat Kean tidak tega meninggalkan istrinya. Jadi, terpaksa dia segera berjalan di belakang Dinda guna menjaganya.
" Kenapa Abang ke sini?" tanya Dinda bingung saat melihat suaminya sudah berdiri di belakangnya.
"Itu, rame banyak orang takutnya __" ucapan Kean terhenti saat petugas sudah memanggil Dinda agar segera naik.
" Tuan, silahkan naik," ucap petugas London Eye saat Kean hanya diam saja.
Kean hanya tertegun saat melihat istrinya menggandeng tangannya masuk ke dalam bianglala yang berbentuk seperti capsule
" Nda ...," panggil Kean ketika dia sudah berada di dalam dan petugas menutup pintunya.
Dinda segera mengambil sapu tangan yang ada di dalam tasnya lalu menyuruh Kean untuk menunduk.
" Pakailah jika abang takut dengan ketinggian," ujar Dinda seraya mengikat sapu tangan itu untuk menutup mata Kean.
__ADS_1
" Apakah masih terlihat?" tanya Dinda untuk memastikan.
Kean menggeleng karena yang ia lihat saat ini hanyalah gelap.
Dinda tersenyum. Saat capsule itu mulai bergerak, tubuh Kean seakan terhuyung. Saat melihat suaminya yang masih ketakutan, membuat Dinda menggenggam tangannya, lalu mengajaknya untuk duduk.
" Apakah lebih baik?"
Kean mengangguk. " Apakah ini sudah berada di atas?" tanya Kean yang penasaran.
" Oh, ya bolehkan aku tau kenapa Abang dan Lean bisa takut ketinggian?" tanya Dinda yang selama ini memang penasaran kenapa Kean dan Lean bisa takut ketinggian.
Kean menghembuskan nafas beratnya tatkala mengingat kembali apa penyebab ia bisa takut ketinggian.
" Apa kamu ingin mengetahuinya? "Bukannya menjawab, Kean justru bertanya balik.
" Tentu, siapa tahu aku bisa membantu Abang agar tidak takut lagi, " ungkap Dinda.
Kean tersenyum, lalu meletakkan kepala Dinda agar bersandar di bahunya
" Dulu___
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya..
Kira-kira ada yang bisa menebak, apa alasan si kembar takut ketinggian?