
Mereka lalu melaju ke sekolah sambil bercanda dijalanan layaknya orang pacaran, padahal mereka tidak pacaran.
sampai ditengah jalan tiba tiba ada mobil yang melaju kencang menyalip motor arya dan reyna, sepertinya arya kenal dengan mobil tersebut
degghh
"bukankah itu mobil papa nya fia? jangan jangan didalam mobil tersebut ada fia?" batin arya sambil pikiran tak karuan, ia takut jika fia salah faham
tiba tiba motor arya menabrak lubang yang ada dijalan tersebut hingga membuat motor nya oleng grodakkk
"awwww" teriak reyna
"kamu gimana sihh, kamu ngelamun yaa!!" bentak reyna kepada arya
"eh eh maaf kamu gapapa kan?" arya memberhentikan motor nya dipinggir jalan lalu bersender ke belakang sambil menoleh ke arah reyna, posisi mereka sangat dekattt
"i i iya aku gapapa, kamu hati hati dong" ucap reyna gugup
"iya aku minta maaf, mangkanya kamu pegangan yang erat biar ga jatuh hehe" ucap arya sambil menatap reyna dan memegang erat tangan reyna
ah arya memang suka membuat anak orang jadi baper
arya lalu menyalakan mesin motornya dan segera melaju ke sekolahnya
"eh iya aku mau nanya deh sama kamu" ucap reyna sambil meletakkan dagunya dipundak arya
"iya mau nanya apa" jawab arya lembut
"kamu ya yang ngerjain tugas matematika matriks ku?" tanya reyna penasaran sambil terus memandang muka arya dari spion
"ah iya hehe, kok kamu tau?" jawab arya
"ya abisnya yang di kelas waktu itu kan cuma kamu doang, jadi ya kemungkinan besar kamu yang ngerjain tugas aku" jelas reyna
"kalo soal gitu doang mah gampang, kalo ada tugas serahin nih sama ahlinya hehe" jawab arya sombong
"kok kamu bisa sihh?? gimana caranya? aku gabisa sama sekali loh, ajarin dong" ucap reyna manja
"itu mah gampang doang sayang hehe" jawab arya sambil senyum manis
"ih kamu mahh" ucap reyna sambil mencubit perut arya
"sakitt sayang" rengek arya
__ADS_1
reyna kembali mengeratkan pelukannya ke arya.
tak lama kemudian mereka sampai di sekolah
Tak seperti biasa kali ini, arya ber jalan mendahului reyna, padahal biasanya arya selalu ber jalan di samping arya, ada yang beda dengan arya
iya arya memang sedang kepikiran jika didalam mobil papa nya fia tadi ada fia, pasti fia akan salah paham
Reyna hanya memandang arya dari belakang, dia merasa ada yang beda dengan arya, apa dia sedang ada masalah?
"arya tunggu!!!" teriak reyna sambil melambaikan tangan ke arah arya
arya hanya menoleh lalu menghentikan langkah nya dan mengernyitkan dahi. reyna lalu berlari menuju ke arya
"ini tadi dapet titipan bekal dari ibuk buat kamu" ucap reyna sambil membuka isi tas nya dan mengambil bekal untuk arya
"nihh" ucap reyna sambil menyerahkan kotak nasi untuk arya tersebut lalu pergi meninggalkan arya tanpa basa basi
"kenapa reyna jadi jutek lagi sih" batin arya sambil pura pura tidak peduli dengan reyna
"oh iya bilangin sama ibu kamu makasih" teriak arya kepada reyna yang sudah berjalan jauh dari hadapannya
"kok arya ga ngejar gua ya, dia kek nya lagi banyak masalah deh" batin reyna
Reyna lalu berjalan menuju kelasnya dan segera masuk ke kelas karena bel pun sudah berbunyi tak lama kemudian guru nya masuk ke ruang kelas
"reyna, siapa yang mengajari kamu mengerjakan model kaya gini!" teriak bu kartika sambil melotot di depan kelas membuat jantung reyna hampir copot
"ini bukan kamu kan yang mengerjakan!" sambung bu kartika
reyna gugup setengah mati, harus menjawab apa dia? apa reyna harus jujur kalau yang mengerjakan soal tersebut bukan diri nya?
"b b b bukan bu" jawab reyna gugup sambil menundukkan kepala
"sekarang kamu jawab ibu, siapa yang mengajari kamu!" bentak bu kartika
reyna semakin takut karena terlihat bu kartika sangat marah, apa soal yang dikerjakan arya ini salah? jangan jangan arya sengaja mengerjakan soal ini salah supaya reyna jadi malu di depan teman teman nya, arya benar benar keterlaluan
"ini dibantu sama arya bu" jawab reyna lirih
"arya dwiki megantara? kelas sebelah?" tanya bu kartika
"i i iya buu" jawab reyna
__ADS_1
"sekarang kamu jemput dia,bawa dia kesini! cepat!" ucap bu kartika
"iya bu permisi" ucap reyna lalu meninggalkan kelas
"sialan nih si arya, jangan jangan dia ngerjain gue lagi, jangan jangan semua salah tadi" reyna terus mengomel sendiri sambil berjalan ke kelas arya
"kebetulan tu dia ada diluar harus gue kasih pelajaran nih anak" ucap reyna sambil menuju ke arah arya yang sedang duduk di luar kelas
"lu sekarang ikut gue!" teriak reyna sambil menarik tangan arya seketika membubarkan lamunan arya
"apa apaan sih lo!" ucap arya ketus
"udah jangan banyak omong sekarang lu ikut gue!" ucap reyna sambil terus menarik tangan arya menuju kelasnya
"permisi, ini bu" ucap reyna kepada bu kartika , arya pun bingung ada apa ini
"ada apa ya bu?" tanya arya heran
"kamu yang mengerjakan soal milik reyna?" tanya bu kartika lembut
"i iya bu ada apa?" tanya arya gugup
"kamu hebat yaa, padahal saya belum pernah menjelaskan teori ini ke siapa pun, tapi kamu sudah paham duluan" ucap bu kartika sambil memegang lengan arya
reyna mengernyitkan dahi, ternyata arya pinter juga ya, bisa bisa nya reyna berprasangka buruk kalo dia nyalahin kerjaan reyna
"hehe" arya hanya tersenyum mendapat pujian dari bu kartika
"arya kamu bisa kan mengajari reyna? kamu jadi guru les reyna gitu?" tanya bu kartika
"saya gak bisa bu" ucap arya sambil menunduk
"dia kenapa,kok kayanya menghindar gitu dari gue ya" batin reyna sambil melirik ke arah arya
"kenapa? kamu pandai loh, kamu bisa jadi guru les nya reyna, kasian reyna apalahi sebentar lagi ujian, kalian kan udah kelas 3" ucap bu kartika meyakinkan
"benar juga kata bu kartika, kasian kalo reyna gabisa nanti pas ujian" batin arya
"iya bu saya pikir² dulu, permisi" ucap arya lalu beranjak meninggalkan kelas reyna
"ada apa dengan arya? seperti nya dia sedang banyak masalah, sampai dia terlihat menghindar gitu dari gue ya" batin reyna sambil memandang punggung arya
"reyna kamu bujuk arya sampai arya mau menjadi guru les kamu! kamu ga malu sudah kelas 3 tapi gabisa pelajaran kaya gini?" ucap bu kartika
__ADS_1
"iya bu nanti saya coba bujuk arya" ucap reyna lalu kembali ke tempat duduk
bel istirahat pun berbunyi, reyna segera membuka bekal yang dibawa nya dari rumah, sepertinya reyna tak selera makan, ia kepikiran mengapa seperti nya arya berubah, ada kah yang salah dengan kelakuan reyna hingga membuat arya seperti berjarak dengan reyna?