My Best Partner

My Best Partner
Tukang Ojek Tuan Putri


__ADS_3

Setelah beberapa drama dengan saling tatap sinis akhirnya ayah reyna membuka pembicaraan dan yang ditakutkan reyna benar terjadi, kini justru ayah nya yang menyuruh reyna untuk berangkat bersama arya


"Yaudah kenapa kamu ga berangkat sekolah bareng dengan temanmu saja?" tanya ayah reyna santai dan disambut dengan tatapan melotot oleh reyna


"big no yah" ucap reyna dengan melotot ke arah ayahnya


"ngga usah yah, biar rafi aja yang anterin reyna lagian rafi juga udah siap!" ujar rafi yang tak rela jika adiknya pergi sekolah bersama teman lelakinya


"iya yah aku sama bang rafi aja ya!" ucap reyna terlihat memelas


"kamu berangkat sama aku aja rey, kasian nanti kakak kamu capek" ucap arya yang juga menawarkan untuk berangkat bareng langsung mendapat tatapan sinis dari rafi


"tumben nih anak ngomongnya aku kamu, pasti lagi cari muka sama bokap gue" batin reyna sambil menatap sinis


"gausah! gue mau berangkat sama abang gue!" sambil melirik kearah abangnya dengan isyarat memohon untuk mengantarkan dia ke sekolah

__ADS_1


"reyna kamu berangkat sama arya aja ya, lagian kan kalian satu sekolah, bisa berangkat dan pulang sekolah bareng daripada abang kamu bolak balik antar jemput kamu, kamu gak keberatan kan nak arya?" ucap ibu reyna sambil tersenyum ke arah arya


"ah engga tante sama sekali ngga keberatan kok, saya siap jadi tukang ojek nya tuan putri hehe" jawab arya cengengesan dan disambut tawa oleh ayah dan ibu reyna namun mendapat tatapan sinis oleh reyna dan juga rafi


"tapi kan bang rafi udah siap buat anterin reyna ma, udah rapi juga!" pinta reyna supaya tetap diantarkan kesekolah oleh abangnya


"sekarang bang rafi anterin ibu ke pasar ya nak, ayah kamu mau ketemu temennya katanya, iya kan yah?" ucap marlina dan dijawab anggukan oleh suami nya


"ah sial, kenapa harus kebetulan ada dia sih, kalo ga karna ibuk gamau gue berangkat bareng dia!" batin reyna kesal.


"Yaudah yuk berangkat nanti telat lagi" ajak arya kepada reyna yang terlihat jelas muka nya masih sangat kesal.


"kalo ga karna ibuk, sumpah gue gamau berangkat bareng elu!" ucap reyna ketus


"bodoamat yang penting gue bisa sama elu hahaha" jawab arya lirih sambil tertawa.

__ADS_1


"o iya nak arya, nanti sekalian pulang nya kamu sama reyna ya" teriak marlina dari depan rumah


"ibukkk kan ada bang rafi yang biasa jemput reyna buk" teriak reyna kesal


"mulai sekarang kamu berangkat dan pulang sekolah bareng sama arya aja, gak keberatan kan nak arya?" ucap ayah reyna


"ah enggak om, dengan senang hati pokoknya apalagi bawa tuan putri hehe" jawab arya kepada ayah reyna.


"yaudah buruan naik, mau lompat pager lagi?" ucap arya kepada reyna,


"hatihati ya nak daaaa!!" teriak marlina sambil melambaikan tangan kearah mereka berdua dan hanya dibalas senyuman tipis oleh reyna.


"Rey lu pilih pegangan apa pilih jatuh?" tanya arya kepada reyna


"hah apaaan? ga kedengeran?" karena terlalu berisik dijalanan reyna tidak mendengar ucapan arya

__ADS_1


"pegangan atau jatuh?" arya mengulangi pertanyaannya lagi


"apaan kaga denger" ucap reyna tetap tidak terdengar akhirnya arya meraih tangan reyna dan melingkarkan diperut arya lalu arya pun melaju dengan kencang memakai motor kesayangannya itu. Pagi yang menyenangkan menurut arya tapi juga sedikit menyebalkan bagi reyna karena harus berangkat bersama cowo menyebalkan seperti arya


__ADS_2