
" Terus gimana ... Apa kita ke rumah sakit saja?" ucap Kean cemas.
Dinda menggeleng, masak iya hanya pms langsung ke rumah sakit.
Melihat istrinya yang menggeleng, membuat Kean menghampirinya.
" Katanya sakit, kenapa tidak mau ke rumah sakit?" tanya Kean sembari ikut memegang perut istrinya.
" Aku hanya sedang pms," lirih Dinda.
" PMS?" ulang Kean dan diangguki oleh Dinda.
Setelah itu, Kean segera pergi ke dapur untuk membuatkan air gula merah dan juga kompres hangat. Setelah selesai semua, dia segera kembali ke kamar untuk memberikan kompres dan minuman hangat itu pada sang istri.
" Pelan-pelan." Kean dengan sabar membantu Dinda meminum air gula merah hangat buatannya. Setelah itu, mengompres perut dan pinggang Dinda.
Tak lama kemudian, Dinda sudah tertidur pulas saat merasakan tubuhnya lebih membaik. Kean merapikan anak rambut yang menutupi wajah istrinya, lalu memberikan kecupan lembut pada kening Dinda.
"Selamat tidur, sayang" ucapnya. Kemudian, membereskan kompres hangat itu.
...☘️☘️☘️...
Fajar shodiq mulai muncul menyinari bumi ini kembali, suara adzan juga mulai terdengar berkumandang di setiap masjid dan mushola.
__ADS_1
Sebagian umat muslim sudah bangun untuk menunaikan shalat subuh, sebagian lainnya masih tidur terlelap.
Seorangpun pria tampan, mulai mengerjapkan matanya. Bibir pink itu mengulas senyum saat hal pertama yang dia ketika membuka mata adalah wajah terlelap istrinya.
Dia mencoba membangunkan Nala dengan lembut, tapi gadis itu hanya menggeliat dan justru mengeratkan pelukannya pada tubuh Lean.
Lean hanya bisa menghembuskan nafas berat saat sesuatu di bawah sana sudah turn on. Gimana tidak turn on kalau bangun tidur udah mendapatkan gesekan empuk seperti ini.
" Nal ... Ayo bangun, kita sholat subuh." Lean masih terus berusaha membangunkan Nala. Seper menit kemudian, barulah Nala membuka matanya. Dia langsung tersenyum saat melihat wajah Lean yang pertama di lihat.
" Kakak dah bangun?" tanyanya dengan suara sedikit serak khas bangun tidur.
Lean hanya mengedipkan matanya, lalu menyuruh Nala menggeser tubuhnya agar dia bisa bangun. Tidur sambil berpelukan memang romantis, tapi tangannya juga merasa kram akibat di pakai bantal oleh kepala Nala sehingga aliran darahnya tak lancar.
Setelah itu, mereka berdua wudhu dan sholat subuh bersama. Saat Lean masih murojaah, tiba-tiba perut Nala berbunyi.
Nala nyengir kuda karena merasa malu, baru juga subuh, perutnya sudah keroncongan aja minta di isi.
Lean mengusap puncak kepala Nala, lalu menyelesaikan murojaahnya sebentar, lalu bangkit dari duduknya.
" Ayo, Kakak masakin, " ucap Lean sembari mengulurkan tangannya.
" Beneran?" tanya Nala memastikan,dan di jawab sebuah anggukan oleh Lean.
__ADS_1
Dengan penuh semangat, Nala meraih uluran tangan Lean. Kemudian, mereka berdua turun ke dapur. Terlihat para maid masih baru keluar dari kamar mereka.
" Sudah bangun Non, den?" sapa seorang maid.
" Iya, Bi,"jawab Nala dan Lean bersamaan.
Melihat tidak ada rambut basah dan sesuatu yang aneh dari pasangan pengantin baru itu, membuat sang bibi sedikit heran.
Sepertinya mereka belum buka segel! gumam si bibi dalam hati.
" Mau ngapain, Den? "tanya si Bibi saat melihat Lean membuka kulkas seperti sedang mencari sesuatu.
" Oh, mau buatin bubur buat Nala, Bi, "jawab lean santai, lalu kembali mencari bahan-bahan untuk membuat bubur ayam.
Sebelumnya, Lean sudah menawarkan terlebih dahulu apa yang ingin di makan oleh Nala, dan dia memilih ingin makan bubur ayam karena sudah lama tak memakan makanan itu.
" Aden bisa masak?" tanya Bibi itu yang tak tahu kalau Lean bisa memasak.
" Bukan bisa lagi, Bi. Tapi, jago!" puji Nala dengan wajah bangga karena mempunyai suami jago masak.
" Hanya bisa saja kok, Bik." Lean berusaha merendah karena dia merasa tidak terlalu jago jika di bandingkan dengan sang Mama.
Ya, Lean memiliki gen dari Mama Dira yang jago masak. Sejak kecil, dia memang suka membantu mama Dira memasak. Beda dengan Kean yang tidak mau berurusan dengan bahan-bahan dapur.
__ADS_1
Sejak remaja, Lean kembali mengolah bakatnya agar bisa membuat hidangan yang biasa mamanya masak jika rindu masakan sang mama.
...****************...