My Best Partner

My Best Partner
Jangan Baper!


__ADS_3

Bel pun berbunyi, menandakan waktu istirahat telah tiba, guru meninggalkan kelas


"cukup sekian dari saya, sampai bertemu minggu depan" ucap bu guru sembari meninggalkan ruang kelas


"iya buuu" jawab murid serentak.


sebagian murid berhamburan keluar kelas untuk pergi kantin atau sekedar duduk di lobi dan sebagian lagi tetap dikelas memakan bekal dari rumah salah satunya reyna.


Reyna segera membuka bekal yang dibawakan oleh ibu nya tadi pagi, tapi seketika muka reyna tampak kesal ketika membuka tas nya karena disitu ada titipan bekal untuk arya yang artinya reyna harus mengantarkan bekal itu kepada arya.


Reyna beranjak keluar kelas dengan muka tampak males dengan membawa bekal untuk arya, reyna menuju ke kelas arya yang berada diujung ruangan. Ia segera masuk dan mencari tempat duduk arya, setelah menemukan ternyata arya sedang duduk bersama teman temannya dikelas reyna langsung menghampiri arya dan langsung meletakkan bekal tersebut diatas meja tempat duduk arya tanpa sepatah kata pun

__ADS_1


"ah cieee ada yang mulai perhatian nih" ucap salah satu teman arya


"eh sayangku udah mulai perhatian nih bawain aku bekal segala, makasi sayang" goda arya dan tanpa jawaban apapun dari reyna dan reyna segera meninggalkan kelas arya namun arya segera mengejar reyna


"bro lu kejar dong si reyna" ucap teman arya. arya langsung mengejar reyna


"eh tunggu" teriak arya sambil mengejar reyna dan reyna pun berhenti


"itu tadi beneran bekal buat aku?" tanya arya dengan nafas ter engah engah


"aduh calon ibu mertua baik bgt dehh" kekeh arya sambil mengacak acak rambut reyna, ah sial rambut yang di acak acak kenapa hati yang berantakan batin reyna.

__ADS_1


Tapi reyna berusaha mencoba tetap biasa aja di depan arya, dia tidak boleh terlihat baper


"makasih ya, udah dibawain bekal, tiap hari kaya gini juga mau gua hahaha" ucap arya dan hanya dibalas tatapan saja oleh reyna dan segera beranjak pergi.


"ah ternyata reyna baik juga orang nya, tapi ga ga ga gua gaboleh baper, gue cuma mau temenan sama dia,lagian gue udah punya Fia" batin arya, ya arya memang sudah punya pacar tapi mereka beda sekolah dan selama ini arya sangat setia kepada pacarnya itu. arya hanya ingin berteman baik dengan reyna,tidak lebih.


Sampai dikelas reyna segera memakan bekal yang telah disiapkan oleh ibu nya sambil terbayang ketika arya mengacak acak rambutnya


"beh jangan sampek deh gue baper sama lelaki kaya gitu" batin reyna.


Setelah selesai makan reyna segera keluar kelas untuk mencuci tangan, dan dilihatnya disudut ruangan ada seorang pria yang tengah memandangnya sambil tersenyum manis dia adalah arya, melihat hal itu batin reyna makin tak karuan, dada nya berdegup dengan kencang dia takut jika sampai dia jatuh cinta kepada arya dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi tapi jika terus terus an diperlakukan seperti ini, besar kemungkinan reyna akan baper dengan arya. Setelah mencuci tangan reyna segera kembali ke kelas, dia tidak ingin lama lama di luar kelas apalagi ada arya yang terus memandanginya disana.

__ADS_1


Selang beberapa menit bel berbunyi menandakan waktu istirahat berakhir. semua siswa masuk ke kelas masing masing begitupun dengan reyna dan juga arya


mereka kembali mengikuti jam pelajaran selanjutnya


__ADS_2