
Di sebuah Negara pernah menjajah Indonesia paling lama, terlihat seorang gadis cantik tengah berada di depan leptopnya. Meskipun di sana masih lewat tengah malam, dia harus tetap bangun mengikuti kelas secara online karena di Indonesia sudah waktunya masuk sekolah.
Itu semua dia lakukan demi sang Nenek yang tidak memperbolehkan Nala untuk pulang ke Indonesia dulu. Sehingga, selama satu bulan kedepan, Nala akan mengikuti kelas seperti ini. Karena kelulusannya tinggal sebulan lagi.
Nala adalah cucu perempuan kesayangan oma Sekar yang sangat di idam-idamkan oleh Oma sekar. Sedangkan Nathan, lebih di sayangi oleh Oma Anita karena kedua omanya itu saling keterbalikan.
Dalam kondisinya yang sedang sakit, membuat Oma sekar menginginkan Nala untuk tetap tinggal dulu di belanda. Di karenakan Nala juga sangat menyayangi omanya, dan tidak tega menolak. Jadi, dia memilih menjalani hidup seperti sekarang. Toh, hanya untuk satu bulan ke depan saja.
Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk.
Anne : Nal, sudah bangun?
Nala : Tentu saja, bahkan aku sudah mengikuti kelas.
Anne : Bukankah di sana masih tengah malam?
Nala : Hu'um, tapi mau bagaimana lagi. Jadi kelelawar dulu selama sebulan kedepan. Ada apa, Anne?
Anne : Ada berita terpanas hari ini. Mau dengar, nggak?
Nala : Kenapa lama-lama kamu sudah seperti pembawa acara akun gosip aja!
Anne cemberut saat membaca pesan Nala yang mengatakan bahwa dia seperti host pembaca akun gosip. Padahal, dia hanya ingin bercerita tentang kejadian pagi ini.
Anne : Yaudah, kalau gitu Nggak jadi!
Nala hanya tersenyum, melihat sahabatnya itu yang mudah sekali tersingung.
Nala : Dasar Maemunah, jangan suka ngambek napa!
Mata ngantuk, seketika melek jika berkirim pesan dengan sahabatnya ini. Sejak dekat dengan Lean, Nala semakin intens berinteraksi dengan Anne agar bisa mengimbangi tengil dan candaan dari Lean. Sehingga jadilah Nala yang sekarang, tidak kaku lagi saat diajak bercanda.
Anne : Siapa suruh jadi paijah yang sukanya mancing emosi.
Nala : Aku tidak suka mancing emosi, sukanya mancing hati kamu ...
Nala jadi tertawa sendiri dan tidak fokus dengan pelajaran jika sudah chat-chatan dengan Anne.
Anne yang membaca pesan gombalan dari Nala jadi geleng-geleng kepala. Sejak berada di belanda, Nala jadi pintar sekali menggombal.
Anne : Hei, Paijah siapa yang ngajarin kamu ngegombal seperti itu, huh? Untung aku bukan kak Lean, jadi bergidik ngeri bacanya. Andakata dia ... Mungkin sudah melayang tinggi kamu gombalin seperti itu!
__ADS_1
Nala hanya bisa membalas dengan emoticon tawa. Dia jadi merasa rindu juga dengan kakak yang nyebelin tapi ngangenin itu. Tetapi, dia belum siap untuk bertukar kabar dengan Lean Karena masih bingung harus menjawab apa pertanyaan Lean waktu di acara pesta Kean dan Dinda.
Jujur, saat ini Nala sedang berada di ambang dilema yang cukup besar. Antara menerima tawaran omanya untuk melanjutkan kuliah di belanda seperti impiannya dulu, atau kuliah di Indonesia?
Pilihan yang cukup sulit bagi Nala.
☘️
Waktu terus berjalan, selesai sekolah online, seperti biasanya Nala akan tidur sampai sore. Ketika bangun tidur, perutnya terasa keroncongan sekali.
Gadis remaja itu turun dari tempat tidurnya, berjalan menuju dapur untuk melihat apakah ada makanan yang bisa ia makan untuk mengganjal perut?
Nala berjalan dengan mata yang masih tertutup sedikit, ia langsung mengambil air minum di teko karena tenggorokannya sudah kering minta di basahi dengan air.
Ketika mata Nala sudah terbuka,
" Oom!!!" teriak Nala yang terkejut saat melihat anak Angkat dari opa barunya tengah mengambil bahan makanan di dalam kulkas.
(Oom \= Paman dalam bahasa belanda)
Sedangkan pria itu hanya diam membeku saat melihat penampilan acak-acakkan Nala yang terlihat begitu seksi di matanya.
" Oom Al mau ngapain?" tanya Nala saat melihat Aldert sedang mengambil beberapa bahan makanan di dalam kulkas
" Masakin aku? " tunjuk Nala pada dirinya sendiri.
Aldert mengangguk, lalu melanjutkan aktivitasnya.
Sedangkan Nala jadi canggung dan sedikit malu, karena Oom Alderts tiba-tiba pulang ke rumah dan melihat penampilannya yang masih acak-acakkan, baru bangun tidur dan memakai piyama pendek. Nala segera berlari masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan memakai pakaian yang lebih sopan.
Sedangkan Aldert menghembuskan nafas panjangnya saat melihat Nala sudah pergi.
Kenapa gadis kecil itu terlihat sangat menggemaskan ketika bangun tidur, batin Aldert seraya mencuci bahan-bahan makanan.
Biasanya jam segini, Nala memang waktunya pergi ke rumah sakit di mana Oma Sekar di rawat.
Selesai bersiap-siap, Nala segera keluar dari kamarnya. Baru saja melangkah keluar dari pintu, aroma masakan tercium sangat harum menusuk indra penciumannya, membuat Nala semakin merasa lapar.
Perutnya yang sudah keroncongan sejak tadi, juga semakin berdemo meminta di isi dengan makanan lezat.
" Oom Al, masak apa?" tanya Nala yang memang baru pertama kali melihat menu makanan ini.
__ADS_1
" Hutspot, dan Appel uit de oven met bosbessen, yoghurt en granola,"jawab Aldert.
Nala hanya diam saja saat mendengar nama makanan penutupnya sangat panjang.
Nala segera duduk di kursi nya, dan mengambil makanan secukupnya.
" Wow, yummy, "puji Nala yang membuat Aldret menaikkan sudut bibirnya seperti senyuman tipis sekali.
" Makanlah, setelah itu kita pergi ke rumah sakit," ucap Aldert dingin seperti biasanya.
Nala segera memakan makanannya.
" Oom Al tumben jam segini sudah pulang," Nala mencoba membuka pembicaraan agar tidak merasa canggung.
" Di suruh sama Moe! "jawabnya Singkat.
(Moe kependekan dari kata Moeder \= Ibu)
" Oh ..., " Nala jadi ikutan singkat.
Ternyata di suruh sama oma, pantes jam segini sudah pulang. Biasanya juga masih kerja, batin Nala.
Melihat Nala yang hanya makan sedikit, membuat Aldert memberikan beberapa lauk di piring Nala.
" Makan protein yang banyak, biar tidak terlalu kurus!"
Aldert memang cuek, tapi perhatian jika dengan orang terdekat. Meskipun dia hanya anak Angkat, tapi Oma Sekar dan Opa Markus sangat menyayanginya seperti anak sendiri. Jadi, dia juga mencoba menganggap Nala sebagai keponakannya sendiri. Namun, pembicaraannya dengan Moe Sekar sebelum pulang ke rumah, membuat Aldert jadi bingung.
" Nal," panggil Aldret.
" Iya, ada apa Oom Al?"
" Em ... bolehkah Oom bertanya sesuatu?" Aldert adalah tipe orang yang tidak suka basa basi.
Nala mengangguk.
" Apa kamu sudah punya pacar?" tanya Aldert to the poin.
Khuk ...
Nala tersedak saat mendengar pria di depannya ini tiba-tiba menanyakan soal pacar padanya.
__ADS_1
...****************...
Halo readers kesayangan author. Sebenarnya novelnya udah up dari siang, tapi proses review dari pihak Noveltoon, sepertinya sedang bermasalah. Jadi, masih nyangkut babnya. Jadi, mohon bersabar ya...