
Mendengar Kean yang terus memohon di balik pintu, membuat Dinda merasa kasihan. Mau tidur juga pasti tidak akan bisa jika Kean terus memanggilnya seperti itu. Terpaksa Dinda turun dari ranjang, lalu berjalan untuk membukakan pintu.
Saat melihat pintu terbuka, Kean segera memeluk tubuh istrinya. Dia benar-benar merasa bersalah karena sudah ingkar janji, apalagi saat mengetahui bahwa istrinya tengah hamil, membuat rasa bersalah itu semakin besar.
Dinda mencoba mendorong tubuh Kean, namun Kean justru semakin mengeratkan pelukannya.
" Maafkan Abang ya... Sudah buat kamu kecewa dan marah. Abang janji tidak akan mengulanginya lagi."
" Jangan pernah berjanji jika belum tahu bisa menepatinya apa tidak karena di beri harapan palsu itu sangat menyakitkan!"
Ucapan Dinda seakan menjadi tamparan keras sekaligus pusau yang begitu tajam bagi Kean. Perkataannya simpel, tapi benar-benar menusuk sampai ke relung hati. Tapi, apa yang dikatakan Dinda ada benarnya juga.
Jika belum mengetahui pasti bahwa kita bisa menepatinya, maka janganlah kalian coba-coba membuat sebuah janji pad seseorang. Karena sebuah janji yang kau ucapkan, bisa menjadi harapan besar bagi orang bagi orang menerima janji itu. Dan Ketika harapan itu tidak sesuai ekspetasinya, maka akan menimbulkan rasa kecewa, marah dan sedih secara bersamaan.
__ADS_1
" Maaf, dan terima kasih," ujar Kean yang masih belum melepaskan pelukannya. Namun, sudah tidak seerat tadi.
" Terimakasih untuk apa?" tanya Dinda.
" Terimakasih karena sudah mau mengandung calon anak kita," ucap Kean.
Setelah itu, Kean melepaskan pelukannya, lalu mencium lembut kening Dinda. Kemudian, ia berjongkok untuk menyetarakan tinggi badannya dengan perut sang istri yang terlihat sedikit membuncit. Mungkin efek karena tiga sekaligus jadi terlihat lebih cepat membesar perutnya.
Tanpa sadar, sepasang mata Dinda sudah mengembun mendengarkan ucapan suaminya yang menyapa sang buah hati di dalam sana. Mereka masih terlalu kecil, tapi Kean mengajaknya berbicara seakan mereka paham saja dengan ucapannya.
...☘️☘️☘️...
Semalam, Kean dan Dinda sudah berbaikan kembali. Bahkan, Kean terlihat semakin over protect lagi saat mengetahui bahwa Dinda sedang hamil lagi
__ADS_1
Bahagia? Tentu saja bahagia karena dia bisa di berikan kesempatan untuk memiliki anak, bahkan Tuhan langsung menitipkan tiga sekaligus.
Inilah yang di namakan balasan (hadiah) yang jauh lebih besar dari sebuah ketabahan dan keikhlasan.
Tak lama kemudian, terdengar suara bunyi bel pintu berbunyi yang menandakan bahwa ada tamu datang. Kean segera berlari untuk membukakan pintu, sedangkan Dinda duduk di sofa.
" Assalamu'alaikum ...," salam semua orang bersamaan, membuat Kean cukup terkejut saat melihat rombongan keluarganya datang. Pasalnya, mereka tidak memberikan kabar terlebih dahulu jika ingin datang berkunjung.
Kean segera membukakan pintu lebar-lebar agar semua keluarganya bisa masuk ke dalam apartemen miliknya. Melihat mertua, serta adik-adik iparnya datang semua, membuat Dinda segera beranjak bangun dan berjalan menghampiri mereka semua.
Dinda menyalami kedua mertuanya bergantian, lalu saling cipika cipiki dengan kedua gadis iparnya ini. Eh salah, satunya memang masih gadis, sedangkan untuk yang satunya lagi nggak yakin kalau dia masih gadis karena sudah bersuami.
...****************...
__ADS_1