
Hari demi hari telah berlalu, tidak terasa sudah hampir seminggu Lean dan Nala menikah. Namun, tak pernah ada sesuatu yang terjadi layaknya pasangan pengantin baru pada umumnya.
Tiba-tiba ponsel Nala berbunyi, dahinya berkerut saat melihat ada panggilan vidio internasional. Nala segera mengangkat panggilan itu.
" Halo, beb ..., " sapa Nala pada seorang gadis yang sedang melakukan panggilan vidio dengannya.
" Halo, beby ... I kangen ...," seru gadis itu yang tak lain adalah Sabrina.
" Me too," jawab Nala dengan tersenyum.
Seper detik kemudian, terlihat Anne juga sudah terhubung dalam panggilan itu. Mereka bertiga saling meluapkan rasa rindu karena sudah lama tak saling berkomunikasi.
Sejak Sabrina tinggal di luar negeri, mereka bertiga bisa berkomunikasi jika Sabrina yang menghubungi terlebih dulu. Karena Jadwal Sabrina begitu padat sehingga sulit mencari waktu luang yang tepat agar bisa saling bercerita.
" Sa, bisakah aku bicara sesuatu padamu?" tanya Nala takut-takut.
" Bicara saja, kenapa masih bertanya?"
" Tapi ... jangan sela ucapanku sampai selesai dan jangan marah oke?" Nala memberikan intrupsi terlebih dahulu, karena Sabrina suka menyela jika di ajak berbicara.
Melihat wajah serius Nala, Anne mengerti apa yang ingin di ucapakan oleh sahabat sekaligus kakak iparnya itu.
Sabrina mengangguk.
Nala mengambil pemanasan dengan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan.
" Sa ... Aku__ mau bilang ___" padahal sudah melakukan pemanasan, tapi Nala masih saja gugup.
" Mau bilang apa, beb?" tanya Sabrina yang mulai penasaran.
__ADS_1
" Maaf ya, Sa ... Karena sudah menikung kamu," ucap Nala dengan mata tertutup.
Mendengar Nala seperti orang yang takut-takut, membuat Anne dan Sabrina menahan tawanya.
" Maksudnya apa?" tanya Sabrina yang berpura-pura tidak paham dengan ucapan Nala.
Nala membuka matanya sedikit, mencoba melihat ekspresi Sabrina.
" Itu, aku___ sudah menikah dengan Kak Lean," ucap Nala.
Sepasang bola mata Sabrina membulat sempurna, dia terdiam. Dari raut wajahnya, Sabrina terlihat terkejut saat mendengar Nala mengatakan bahwa dia sudah menikah dengan Lean.
Wajah Nala seketika berubah pucat saat melihat ekspresi Sabrina saat ini, dia benar-benar takut jika Sabrina marah dan__
" You serius, Nal?" tanya Sabrina memastikan.
Nala mengangguk.
"Sa ... Aku minta maaf, tapi___" tenggorokan Nala tercekat, dia merasa sangat bersalah sekali karena sudah membuat sahabatnya patah hati. Tapi, dia juga tidak bisa menahan diri agar tak mencintai Lean. Sebenarnya Nala sudah ingin jujur pada Sabrina saat Lean melamar dirinya. Namun, saat itu dia belum bisa menghubungi Sabrina.
Melihat Sabrina yang terus berakting, akhirnya Anne mulai bersuara karena kasihan melihat Nala.
" Sa ... cukup! Kasihan kakak Iparku sudah hampir menangis," ujar Anne dengan santainya.
" Hei, Anne ... Kenapa you sudah berbicara!" kesal Sabrina.
Nala mengerutkan keningnya ketika melihat interaksi Anne dan Sabrina yang sedikit mencurigakan.
" Kalian___"
__ADS_1
" I sudah tahu!" potong Sabrina sebelum Nala menyelesaikan ucapannya.
Mulut Nala sampai terbuka lebar akibat terkejut mendengar ucapan Sabrina yang mengatakan bahwa dia sudah tahu.
" Kamu serius sudah tahu? Dari siapa? Terus kenapa tadi kamu terlihat seperti orang yang beneran patah hati dan marah?" Nala seketika melontarkan berbagai pertanyaan.
" Karena I kesal sama kalian!" pungkas Sabrina jujur. Dia memang merasa kesal karena kedua sahabatnya itu tidak jujur dan memberitahunya dari awal. Sabrina tahu tentang rencana pernikahan Nala saat mendengar percakapan Daddy dan mommynya. Saat itu, Sabrina segera menelpon Anne dan menanyakan tentang kebenaran berita itu,dan Anne menceritakan semuanya.
Karena kesal, Sabrina menyuruh Anne diam dan tidak boleh mengatakan pada Nala bahwa dia sudah tahu. Dia ingin mengerjain Nala terlebih dahulu.
" Terus, kamu tidak membenciku, kan?"
" Tidak usah khawatir kakak ipar, dia itu sudah punya pacar di sana!" tukas Anne sebelum Sabrina berulah lagi.
" Ha?" Nala kembali terkejut, membuat Sabrina dan Anne tertawa bersama.
Setelah itu, mereka bertiga saling bercerita bersama sampai tidak terasa sudah waktunya Nala untuk pergi. Dia meminta pamit lebih dulu karena ada janji kencan bersama suaminya.
"Ciye ... Yang mau kencan kekasih hala," goda Anne dan Sabrina bersamaan.
"Apaan sih kalian, yaudah aku matiin, takut telat!" pamit Nala yang segera mematikan panggilan virtual mereka.
Setelah itu, Nala segera pergi ke rumah sakit untuk memberikan surprise pada Lean dengan datang lebih awal dari waktu yang sebenarnya.
Namun, Nala tak pernah menyangka bahwa dia yang justru di berikan kejutan oleh Lean. Tubuhnya seketika melemas, dadanya terasa sesak melihat pemandangan dihadapannya saat ini.
...****************...
Kira-kira ada apa ya?
__ADS_1
Ini hari senin loh, jangan lupa vote dan hadiahnya ya...