My Best Partner

My Best Partner
Bab 90


__ADS_3

Saat dalam perjalan pulang, Kean menyempatkan berhenti di sebuah apotik untuk membeli alat tes kehamilan.


" Kamu di sini, sebentar ya. Abang nggak akan lama," titah Kean seraya mengusap puncak kepala istrinya dengan lembut sebelum keluar dari mobil.


Dinda hanya mengangguk seraya menatap kepergian sang suami. Sejak mendengar Lean mengatakan bahwa dia curiga jika Dinda hamil, Kean menjadi lebih protektif lagi pada Dinda.


" Selamat datang," sapa petugas apotik ketika melihat ada orang yang datang.


Penjaga wanita itu sedikit tercengang saat melihat pria tampan dengan bola mata abu sedang berdiri di depannya. Rasanya seperti mimpi, seakan melihat pangeran tampan datang.


" Mbak, mau tanya ada alat tes kehamilan nggak?" tanya Lean dengan wajah datar.


" Ha? Tes kehamilan?" ulang wanita itu untuk memastikan kembali apa yang telah dia dengar.


Kean mengangguk.


" Oh sebentar, mau yang merek apa?" tanyanya yang seketika berubah sedikit dingin saat melihat Kean datang untuk membeli alat tes kehamilan.


" Yang paling bagus dan akurat!"jawab Kean.


Tak lama kemudian, penjaga apotik itu sudah datang membawa beberapa merek tes kehamilan. Karena dia butuh cepat, dan tidak tahu merek mana yang bagus. Jadi, Kean membeli semua yang di rekomendasikan penjaga itu.


Ketika melihat sebuah cincin melingkar di jari manis Kean, membuat penjaga apotik itu semakin lemas dan patah hati. Melihat wajah Kean yang terlihat masih muda, membuat penjaga apotik itu mengira bahwa Kean masih lajang. Tapi, ternyata sudah menikah.


Selesai membayar, Kean segera keluar dari apotik itu dan kembali masuk ke dalam mobil. Dia tidak mau istrinya menunggu lama sendirian di dalam mobil.


" Dapat?" tanya Dinda ketika melihat Kean sudah kembali.


" Dapet," ujar Kean seraya memberikan kantong plastik yang berisikan beberapa alat tes kehamilan.


Dinda mengambil kantong plastik itu, dan cukup terkejut saat melihat Kean membeli begitu banyak alat tes kehamilan.


"Ini nggak kurang banyak, Bang?"


" Ha? Masih kurang, kalau gitu abang beli lagi. " Kean sudah bersiap-siap ingin keluar lagi. Tapi, Dinda segera mencekal tangan Kean ketika melihat suaminya itu menganggap serius ucapannya. Memang bicara dengan pria dingin, tidak bisa di ajak bercanda, tanggapannya langsung serius.


" Kenapa, nda? Bukankah masih kurang ya. Biar abang belikan, mumpung masih ada di sini,"ucap Kean dengan polosnya.


Dinda geleng-geleng kepala ketika melihat tingkah suaminya yang tidak bisa di ajak bercanda sama sekali.


" Sudah cukup! Ini sudah terlalu banyak, "jelas Dinda.


" Loh, tadi___"

__ADS_1


" Sudah ya,"kilah Dinda sebelum Kean menyelesaikan ucapannya.


Berbicara dengan Kean sepertinya memang harus langsung to the poin saja, tidak bisa di bolak balikkan artinya.


Setelah itu, mobil yang mereka kendarai kembali melesat pergi menuju kediaman Fabio.


...☘️☘️☘️...


Saat membaca petunjuk penggunaan alat tes kehamilan, tertulis lebih baik menggunakannya saat kencing pertama ketika bangun tidur agar kandungan hcg di dalam air kemih lebih mudah terdeteksi.


Jadi, Dinda baru menggunakan ketika bangun tidur sebelum sholat subuh. Di karenakan Kean membeli cukup banyak, membuat Dinda memakai beberapa alat tes kehamilan dengan merek berbeda agar tahu mana yang lebih akurat.


Entah kenapa Dinda merasa sangat gugup sekali, padahal hanya mengetes kehamilan saja, gugupnya seperti menunggu hasil ujian yang belum keluar-keluar. Setelah menunggu beberapa detik, hasilnya keluar juga. Dinda menutup mulutnya saat melihat hasil yang tertera di layar tes kehamilan tersebut.


Rasa haru, bahagia, dan masih tidak percaya melebur menjadi satu.


" Ini seriusan? Aku akan menjadi seorang ibu?" gumam Dinda yang masih tak percaya.


" Nda ... apakah masih lama?" panggil Kean dari balik pintu.


Karena sudah tidak bisa membendung rasa bahagianya, Dinda segera keluar dari kamar mandi untuk memberitahukan kabar ini pada Kean.


Dinda menghampiri Kean dan langsung memeluknya erat. Kean yang baru bangun tidur, sedikit terkejut melihat sikap istrinya yang tidak biasa.


" Kamu kenapa, Nda?"


Bola mata Kean membulat sempurna ketika mendengar Dinda mengatakan bahwa dia hamil. Setelah itu, Dinda melepaskan pelukannya, lalu memperlihatkan sebuah tes kehamilan yang tertulis yes.


Kean sama seperti Dinda, terkejut, haru, bahagia, menjadi satu sampai membuatnya terdiam tidak menyangka bahwa Tuhan memberikan kepercayaan secepat ini.


Alhamdulillah, terimakasih banyak atas kepercayaan yang engkau berikan ya Allah. Semoga hamba bisa menjaga amanah ini dengan baik. Doa Kean dalam hati.


Kean kembali memeluk Dinda dengan erat. " Makasih sayang." lalu mengecup perut Dinda yang masih terlihat rata.


"Kita sholat subuh dulu ya, nanti habis sarapan baru periksa ke dokter," ucap Kean yang diangguki oleh Dinda.


Murojaah Kean pagi ini sedikit berbeda, dari biasanya karena dia membaca ayat-ayat suci alquran tepat di depan perut Dinda. Meskipun bayi itu masih baru tumbuh di dalam sana, Kean ingin suara pertama yang di dengarkan oleh calon anaknya adalah suaranya ketika membaca ayat-ayat suci Allah.


Selesai murojaah, Kean mengusap perut Dinda pelan, lalu mengecupnya.


" Sehat-sehat di dalam sana ya nak, jadi anak baik yang tidak menyusahkan atau menyakiti Minda." pungkas Kean.


" Minda?" ulang Dinda yang sedikit asing dengan panggilan itu.

__ADS_1


" Iya, Minda ( Mami Dinda)," ungkap Kean.


" Terus kalau manggil Aku Minda___"


" Manggil abang Pian ( Papi Kean)," lanjut Kean yang sudah tahu ke mana arah pertanyaan Istrinya.


"Gimana? Bagus nggak?" Kean mencoba meminta pendapat.


" Unik juga!" ucap Dinda yang tersenyum dengan membayangkan anaknya kelak memanggil Kean dengan panggilan itu.


Meskipun awalnya Dinda masih belum siap untuk memiliki anak, takut belum bisa menjadi ibu yang baik. Tapi, melihat Kean terlihat sudah ingin sekali memiliki anak, membuat Dinda tidak tega jika ingin menundanya.


Dinda tersenyum melihat suaminya itu terlihat sangat antusias untuk menyambut buah hati mereka.


Semoga kelak kamu bisa menurun wajah, serta sifat ayahmu saja ya nak. Doa Dinda dalam hati.


Seperti biasanya, mereka akan melakukan kegiatan yang sama seperti sebelum-sebelumnya. Selesai sarapan bersama, Kean meminta rekomendasi dokter kandungan perempuan yang bagus pada Lean. Dia tidak mau dokter laki-laki yang memeriksa Dinda.


" Kenapa kamu meminta rekomendasi dokter kandungan ke Lean, Kak?" tanya Mama Dira yang belum mengerti karena Kean belum memberitahu.


" Apa kak Dinda beneran hamil?" sela Anne dengan antusias.


" Dinda hamil?"


Kini semua ikut bertanya, Kean dan Dinda hanya mengangguk.


Raut bahagia tercetak jelas dari semua orang. Sepertinya mereka sangat bahagia mendengar bahwa Dinda sudah hamil. Bahkan, Mama Dira langsung berjalan menghampiri Dinda dan memeluknya.


" Selamat ya sayang ... Ah, tidak menyangka sebentar lagi Mama sudah akan menjadi oma," ujar Mama Dira seraya mengusap perut Dinda.


" Wah, kamu memang keturunan Papa Kean. Benar-benar tokcer soal membuat anak!" puji papa Ken dengan bangganya. Sedangkan Kean merasa sedikit malu, mendengar papanya yang berbicara cukup vulgar di depan semua orang.


" Selamat kak, sebentar lagi aku akan menjadi uncle!" ujar Lean dengan menepuk pundak saudara kembarnya.


Sedangkan Anne juga ikut memeluk Dinda, dia senang sekali karena sebentar lagi akan mempunyai keponakan yang pastinya lucu dan menggemaskan. Sejak dulu, Anne memang ingin punya adik, tapi karena sempat tak memiliki mama, Anne harus mengubur keinginan itu. Karena saat itu papanya sangat setia, dan tidak mau menikah lagi. Jadi, dia menjadi anak bungsu yang di posesifin oleh tiga orang pria.


" Kean sudah mau jadi ayah, kamu sendiri kapan Lean?" tanya papa Ken.


Lean terdiam, seraya menggaruk tengkuknya ketika mendengar pertanyaan papanya.


" Tenang, Pa. Mungkin sebentar lagi!" bukan Lean yang menjawab, melainkan Anne yang suka ceplas ceplos


Semua orang langsung menatap ke arah Lean intens, seakan minta penjelasan dari ucapan Anne.

__ADS_1


...****************...


Maaf baru update karena kondisi badan kurang vit, ini adalah revisi dari sebelumnya. Jika masih ada yang kurang cocok bisa komen dan beri pendapat ya...


__ADS_2