My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 103


__ADS_3

"Rosena Cylame maukah kau menjadi istri dan ibu dari anak-anakku kelak?" tanya Alex yang membuat Cyla menintikkan air matanya saat melihat kesungguhan dan ketulusan hati lelaki itu.


"Ya, a..aku mau" jawab Cyla dengan isakan tangisnya ini bukan tangisan terpaksa maupun terpuruk tapi ini tangisan bahagianya, tangisan yang membuatnya tau bahwa cinta itu akan membuat diri kita bahagia. Tangan Alex memasukkan cincin ya barang indah yang mampu membuat Cyla terkejut adalah cincin sebuah perhiasan yang memiliki arti saat disematkan di jari manis sebelah kanannya.


Alex mengecup pelan telapak tangan milik Cyla dan menatap mata itu dengan indah sedangkan Cyla hanya bisa merosot ke bawah jujur dirinya baru pertama kali dicintai dan disayangi seindah ini. Terlahir di tempat panti asuhan yang bahkan orang tuanya saja dirinya tidak tau. Apakah orang tuanya masih hidup di sana atau sudah tiada? kalau mereka masih hidup kenapa dirinya dibuang apa dirinya anak haram jadi dibuang ? atau dicuri? yang membuat diriku tak pernah menginginkan perasaan yang lebih cukup menjadi teman dirinya hanya bisa menutupi kesedihan saat melihat donatur dengan caranya sendiri seperti memuja donatur itu tampan lah, dia kaya yang membuat Bu Panti selalu menganggap nya halu tapi sayang tidak ada yang tau di balik kebahagian dan senyumannya terdapat rasa iri dan haus akan kasih sayang.


Tapi saat melihat Rei anak lelaki itu membuatnya tau perasaan anak lelaki yang tidak pernah mendapat kan Jaish sayang dari kedua orang tuanya, ibu yang menjualnya ayah yang keras kepadanya membuat dirinya lebih dewasa di saat umur yang harusnya menjadi sikap kekanakan. Cyla berpikir saat dirinya menyelamatkan anak lelaki itu dan mengantarkan pulang hubungan mereka akan berakhir tetapi semuanya berbeda hingga menjadi hubungan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.


'Bila ini memang takdir tolong biarkan aku bahagia di sisi laki-laki ini' pikir Cyla. Kedua insan yang sedang menikmati keromantisan mereka berbeda dengan beberapa orang yang sedang bersembunyi di semak-semak sambil menatap pertunjukan seperti film itu. Di semak-semak itu terdapat anak kecil dengan laki-laki yang dianggapnya paman itu. Siapa lagi kalau bukan Rei, Louise, ajudan dan beberapa pelayan laki-laki di tempat ini yang sedang mengintip di semak-semak.



Flashback On~


Di sebuah teras villa di dekat pantai itu terdapat anak lelaki yang sedang mondar-mandir sambil memakan ice creamnya.


" tuan muda kenapa anda tidak duduk dulu anda akan pusing bila seperti itu" ucap Mex yang merupakan ajudan dan tangan kanan atasannya Alex.

__ADS_1


"Tidak akan! dimana Mommy? dimana? kenapa kamu tidak membangunkan ku saat mereka pergi berdua!" lantang Rei lalu menggigit es krim coklatnya itu. udara yang lumayan panas tentu saja makanan maupun minuman dingin adalah hal yang terbaik bukan?


"Tuan memperintahkan saya untuk menjaga anda karena tuan ingin menyelesaikan rencananya" sopan Mex.


"Rencana apalagi? rencana membuang mommy di laut?! tidak akan pernah terjadi" tegas Rei lalu membuka es krim coklatnya lagi entah sudah es krim ke berapa sekarang untung menahan emosi miliknya.


"Tuan ingin melamar nyonya di pulau berbeda tapi di dekat sini" jawab Cepat Mex yang membuat Rei refleks menjatuhkan es krim coklat yang belum dimakannya itu.


'******, kalau ketahuan bos siap-siap gajihku' batin Mex menyesal karena kenceplosan.


"Cepat siapkan boot bayarannya pakai kartu Daddy" ucap Rei lalu masuk ke dalam villa mengambil kacamata hitamnya dan pastinya handphone untuk merekam dan mengirimkannya ke tempat Oma dan opa nya.


"Tuan muda sudah siap dan juga kita akan kemana?" tanya Mex yang langsung ditatap dingin oleh Rei


"Tentu saja ke tempat mommy ayo cepat sebelum aku membakar villa dan black card milik Daddy" dingin Rei yang langsung diangguki cepat oleh Mex. 'Tidak tuan tidak anaknya kenapa uang bisa dibakar dengan mudahnya apa uang mereka adalah daun' pikir Heran Mex lalu melakukan boot nya dengan cepat.


Flashback Off~

__ADS_1


Rei sudah mengirim video dan foto saat ayahnya itu sedang menunduk di hadapan ibunya ke tempat Oma dan opa ya entah apa yang akan mereka sorakan di mansion nanti.


"Ciee yang sebentar lagi punya mom nih" goda Louise yang sudah ikut menunduk bersama Rei dan bersembunyi di semak-semak.


"Of course (tentu saja)" jawab Rei percaya diri.


"Oh ya selamat adik laki-laki mu sebentar lagi tiba" canda Louise yang membuat Rei langsung berdiri dari persembunyian dan menentang ucapan pamannya itu.


"Aku ingin adik perempuan saja!, aku tidak ingin adik laki-laki!" protes Rei sambil menatap dingin ke arah Louise. Berbeda dengan kedua mahluk yang terkejut saat berpelukan itu ya mereka kenal dengan suara itu suara anak lelaki yang mereka tinggal di villa.


"Rei" ucap Alex dan Cyla bersamaan sambil menatap arah semak-semak yang sudah ada beberapa orang itu.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿฅฅ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿฅฅ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿฅฅ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


๐ŸŒด Aloha


Jangan lupa baca novel author yang lainnya judulnya :

__ADS_1


My Ex Secretary


Follow Ig : @dna2005_


__ADS_2