My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 148


__ADS_3

"Aku akan menjelaskannya" lontar Cyla. Tidak mungkin juga bukan dia akan menyembunyikan semua hal. Apalagi kebohongannya pasti akan terungkap seiringnya waktu.


"Hari ini aku bertemu temanku" ucap Cyla memulai pembicaraan. Alex mengganguk sebagai tanda bukti mendengarkan penjelasan perempuan yang ada di hadapannya.


"Yang juga kakak kandungku" lanjut Cyla dan ingin melanjutkan penjelasannya tetapi dengan cepat Alex langsung memotong ucapan Cyla. Tatapan bingung dan pertanyaan yang ada di otak nya langsung dipertanyakan.


"Tunggu bukannya kamu tinggal di panti asuhan? dan juga apa kalimat orang itu bisa dipercaya?" tegas Alex. Dirinya tidak ingin membahayakan Cyla dan jangan lupakan Leon bisa jadi orang dari Erika atau Felentino.


"Kalau kau tidak percaya kau bisa meminta penjelasannya langsung dan ini alamatnya" ungkap Cyla dan memberikan kartu alamat yang ada di dalam tasnya.


"Kalau begitu jangan kemana-mana dan istirahat" singkat Alex dan pergi ke luar ruangan. Cyla hanya bisa menatap kepergian Alex dan mengembuskan napas dari tekanan yang diberikan Alex. Walau Alex jarang mengeluarkan suara tetapi tetap saja aura yang mencekam selalu ada dari Alex.


"Semoga kakak bisa mengatasinya" pikir Cyla dan pergi menuju kamarnya. Dia lelah dan dia harus bermain dengan Rei terlebih dahulu sebelum tidur. Tidak tau apa yang akan terjadi di tempat tinggal kakaknya. Yang pasti dia hanya bisa menyerahkan beban kepada kakak laki-lakinya.


Semoga saja Alex percaya yang dimana sekarang Cyla selalu merasakan perasaan buruk. Walau bukan mimpi yang datang tetapi dia merasakan dirinya selalu diperhatikan oleh seseorang.


"apa ini perasaan mu saja? aku harus cepat ke kamar Rei dulu" ucap Cyla meyakinkan dirinya. Sedangkan Alex sudah mengendarai mobilnya seorang diri. Mobil warna hitamnya melaju cepat ke alamat yang diberikan oleh Cyla.


Tidak perlu lama dia mencari dirinya sangat mengetahui alamat yang ada di kartu yang diberikan Cyla. Tepatnya berada di daerah ulang hanya berbeda nomor saja. Membuat Alex merasakan kemungkinan bahwa Leon merupakan mata-mata yang di utus oleh Felentino.


"Awas saja jika dia benar-benar mata-mata maka aku akan mencekikmu di rumahnya" dingin Alex. Kakinya menancap gas mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat membelah padatnya jalan kota New York di malam hari. Alex yang sedang menuju ke suatu tempat dan seorang laki-laki yang sedang menguap sambil menaikkan ac-nya.


"Hoaam sepertinya aku akan mimpi indah hari ini" ngantuk Leon. Asistennya sedang mengurus sesuatu hal yang dia perintahkan dan meninggalkan dirinya seorang di apartemen. Semua beban yang ada di bahunya terasa terangkat.



Senyum yang indah milik Cyla membuatnya yakin ibunya memiliki harapan. Keluarganya bisa menjadi seperti dulu. Penuh dengan aura kehangatan dan senyum yang bahagia. Dengan cepat Leon menyelimuti dirinya dengan selimut dan menutup matanya untuk menuju ke alam mimpi.

__ADS_1


Namun sayang bagaikan piring pecah keinginannya untuk tidur berhenti seketika. Suara Bella yang ditekan dengan kasar membuat telinganya terganggu dan matanya melek.


"Siap siapa orang yang malam-malam datang ke apartemen jika dia manusia aku akan memukul wajahnya" Kesal Leon. Langkah kakinya dengan cepat menuju pintu apartemen dan membukanya. Tangannya sudah siap menonjok orang yang menggangu tidurnya. Tapi sayang tonjokannya harus berhenti dimana tamu yang datang adalah calon adik iparnya, tepatnya Alexander Johnson.


"Haishh kau menggangu sekali Alex" tukas Leon. Mata Alex menatap tajam Leon dan memberikan senyum dinginnya.


"Bisa kita bicara sebentar tuan Leon ada yang ingin saya bicarakan dengan anda berdua" tekad Alex di setiap katanya. Leon hanya bisa menghela nafas dan membukakan pintunya lebar. Mempersilahkan calon adik iparnya masuk ke dalam apartemen.


Kalau dipikir-pikir kenapa adiknya bisa jatuh cinta dengan laki-laki yang memiliki sikap seperti paranoid. 'Semoga kau bahagia hidup bersamanya Cyla' pikir Leon.


Di ruang tamu, kedua laki-laki itu masih terdiam di hadapan minuman alkohol yang ada di atas meja. Tidak ada yang memulai pembicaraan dan hanya deruan nafas. Hingga sampai titik dimana Leon harus mengalah dan memulai percakapan. Dirinya ingin tidur namun harus diganggu dengan manusia yang berstatus sebagai calon adik ipar.


"Baiklah tuan Alex ada keperluan apa hingga anda telah membuang tenaga datang ke sini?" tanya Leon sopan dengan senyum yang dibuat-buat nya.


"Tidak perlu pura-pura apa yang kau inginkan dari Cyla?" dingin Alex. matanya menatap tajam wajah Leon seakan membenci dan tidak menyukai laki-laki yang ada dihadapannya.


"aku ingin Cyla kembali ke Indonesia" lanjut Leon. Alex dengan cepat menarik kerah baju tidur milik Leon dan menatap laki-laki itu dengan tatapan yang tajam.


"Apa maksudmu! ingat aku bisa menghancurkan perusahaan mu hari ini juga" ancam Alex dingin dengan kasar menarik kerah baju Leon. Mau tidak mau Leon juga membalas tarikan dari Alex. Tangan kanannya menarik kerah milik Alex membuat keduanya saling bertatapan dengan dekat.


πŸ‘©β€πŸ’»Jangan dikira gay ya ^^


"Jika kau hanya mengandalkan amarahmu aku pastikan walau perusahaanku hilang tapi jangan salahkan aku menghilangkan perempuan kesayanganmu itu" ancam balik Leon. Mata mereka tidak berhenti menatap dan membenci sampai-sampai mereka tidak sadar bahwa seseorang baru masuk ke dalam ruangan dan menjatuhkan belanjaan nya.


"Tuan saya sudah menyelesaikan tugas yang anda berikan dan membelikan anda daging sa..." terkejut Rangga saat melihat kedua laki-laki berdekatan dan kejamnya lagi. Alex dan Leon di tatapan Rangga seperti orang-orang yang akan melakukan hal itu. Membuat Rangga menjatuhkan kantong belanjaan miliknya.


"Tu... tuan jangan bilang anda berpindah pola pikir" gugup Rangga. Leon dan Alex dengan cepat melepaskan tarikam kerah mereka dan duduk di tempat masing-masing.

__ADS_1


"Apa kamu sudah mendapatkan hasil yang ku minta?" tanya Leon mengalihkan perhatian nya dari Alex. Rangga yang membereskan belanjaannya yang berjatuhan, menoleh seketika.


"Sudah tuan dan ini file yang anda minta" Jawab Rangga sambil melempar file ke arah tuannya. Leon menangkap file yang dilemparkan oleh asistennya dan memberikannya kepada Alex.


File yang berisi tentang kebenaran dan fakta maupun kesamaan Rosena Cylame dengan ibunya atau keluarganya. Dia lebih memilih tindakan daripada mulut. Membuat Leon menyiapkan semua hal yang akan terjadi.


Alex yang menerima file yang disodorkan ke arahnya dengan cepat membaca kertas yang tersusun rapi. Tidak ada kekurangan yang ada hanyalah ketelitian. Dari foto milik Cyla dan foto seorang wanita lainnya.


"Jadi kau benar-benar kakak kandungnya Cyla" ucap Alex dan menatap Leon.


"Karena kau sudah tau apa kau kira aku akan mengizinkan mu menikahi nya?" arrogant Leon. Dia harus membalas perbuatan calon adik iparnya ini. Berani-beraninya malam-malam dia harus terganggu tidur dan diperlakukan dengan kekerasan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’ Apakah Leon memberikan izin kepada Alex?


a. Direstui asalkan kembali ke Indonesia terlebih dahulu.


b. Direstui tapi harus menjaga Cyla agar aman dari bahaya yang akan datang.


c. Tidak direstui karena Alex melakukan hal yang menggangu.


d. Cuma main-main aja biar Alex kapok.

__ADS_1


πŸ‘©β€πŸ’»Author sakit kepala jadi cuma bisa segini, maaf ya jangan lupa dikasih jawabannya supaya author bisa tambah semangat nulisnya.


__ADS_2