My Hot Daddy

My Hot Daddy
Kata Yang Tersimpan


__ADS_3

Olivia tidak bisa tidur karena masih memikirkan bagaimana lembutnya suara William tadi.


Masih terngiang-ngiang di telinga Olivia saat William mengatakan rindu padanya. Apalagi saat kata-kata itu keluar dari bibirnya, Rasanya Olivia seperti terbang melayang di buatnya.


Tapi kembali lagi, Masih ada rasa takut dan trauma terhadap pria yang telah menjadi ayah dari anaknya itu.


" Olivia, i miss you " Kata itu terus saja berputar di kepalanya hingga membuatnya tidak bisa tidur padahal waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam.


Bahkan Andrew saja pun sudah tertidur di sampingnya karena memang anak itu yang meminta untuk tidur bersamanya.


Andrew mengatakan bahwa dia ingin tidur dengan adik bayi dan Mommy Olivia.


Yang lebih membuat Olivia tidak habis pikir adalah, Kenapa anak ini mengatakan bahwa dia jarang sekali tidur dengan ibunya.


Bukan kah ibunya selalu berada di rumah ? Lalu bagaimana bisa Andrew mengatakan bahwa dia adalah calon Mommy-nya lagi.


Apa Tuan William dan Nyonya Amber sudah bercerai ? Apalagi Olivia masih mengingat bagaimana kasarnya sikap Willian pada istrinya itu saat bersama dengan Olivia.


" Sudah lah, Aku tidak ingin memikirkan pria jahat itu lagi. " Akhirnya Olivia merebahkan tubuhnya di samping Andrew.


Di tatapnya wajah tampan Andrew yang memang sangat mirip sekali dengan William. Sungguh tampan.


Baru saja Olivia hendak tidur dan memejamkan matanya, Ponsel di atas nakas berbunyi dan itu panggilan dari William.


Terlebih lagi ponsel yang berbunyi itu adalah ponselnya.


" Kenapa dia menghubungi ku semalam ini ?" Gumam Olivia saat memegang ponselnya yang terus saja berdering dan itu membuat Andrew terusik dalam tidurnya.


Dia berusaha menenangkan Andrew lagi, Tapi tanpa sadar jarinya menyentuh panel berwarna hijau yang membuat sambungan telepon mereka tersambung tanpa diketahui oleh Olivia.

__ADS_1


" Halo, Olivia kau kah itu ? "


Bugh...


Olivia mencampakkan ponselnya begitu saja saat mendengar suara William yang keluar dari ponselnya.


" Olivia, Hey...Kau baik-baik saja ?" Tanya William di balik sambungan teleponnya.


Dia merasa khawatir karena mendengar suara benda jatuh tanpa diketahui olehnya bahwa itu adalah ponsel Olivia yang di campakkannya tadi.


" Olivia..." Panggil William lagi saat tidak mendapatkan jawaban dari Olivia.


Dia baru sadar bahwa mungkin Olivia tidak ingin berbicara padanya dan menjauhkan ponselnya begitu saja.


Entah mengapa tangannya terulur untuk mengambil ponsel itu dan melihat bahwa panggilan itu masih aktif.


Olivia hendak mematikannya, Namun baru saja dia hendak menekan panel merah suara William kembali terdengar dan kali ini Olivia memang mendengarnya dengan jelas.


Terdengar suara itu memendam penyesalan yang begitu besar di dadanya.


Dan semoga saja ini bisa diselesaikan dengan Olivia karena dia tidak ingin menunda waktu lagi.


" Olivia, Kau mendengar ku bukan ?" Terdengar helaan nafas panjang dari William yang memang Olivia mendengarnya.


" Aku tau kau tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan jika aku merindukan mu. Tapi aku ingin kamu tau bahwa aku benar-benar sangat menyesal Olivia. Aku menyesal karena telah berbuat kasar terhadap mu hingga meninggalkan luka yang begitu dalam di hati mu. Aku benar-benar minta maaf untuk itu Olivia. Aku menyesalinya. " Olivia masih diam .


Di biarkannya ponsel itu terus hidup ditangannya. Dia ingin mendengar sejauh apa William yang sombong itu berkata maaf padanya.


" Olivia, Apa kau tau hidup ku tidak mudah setelah kau pergi Olivia. Aku mengalami banyak pergulatan batin. Aku selalu dihantui dengan rasa bersalahku terhadapmu. Aku selalu tidur di selimuti ketakutan. Aku tidak hidup dengan baik Olivia. Aku tidak hidup dengan mudah seperti yang kau pikirkan. Aku bahkan mengalami ngidamnya hingga saat ini. Apa kau tau ? Aku baru saja memakan pizza Doble cheese seperti yang di ceritakan Andrew pada ku tadi. Aku selalu menginginkan makanan tertentu dan ternyata itu adalah hasil dari perbuatan jahat ku terhadapmu. Aku minta maaf Olivia. " Kembali kata maaf itu keluar dari bibir William yang mungkin tidak akan pernah dilakukannya pada siapa pun di luar sana sekalian Olivia, Andrew dan juga ibunya.

__ADS_1


" Aku benar-benar merindukan mu Olivia, Aku merindukan mu. Sungguh aku berkata seperti ini karena memang aku merasakan itu. Bukan karena aku hanya menginginkan maaf dari mu saja. Aku harap kau mendengar ku. " Mata Olivia berkaca-kaca mendengar kata maaf yang terus keluar dari bibir pria jahat itu.


Tapi kenapa rasanya sulit sekali untuk memaafkan William. Dia terlalu takut jika pria itu kembali menyakitinya dan dan berbuat kasar terhadapnya.


Terlebih Olivia takut jika William hanya menginginkan anaknya saja.


Olivia tidak bisa membiarkan itu terjadi. Bagaimana pun dia harus tetap bersama anaknya.


" Sekarang sudah malam bukan ? Andrew juga mungkin juga sudah tidur. Sekarang pergi lah untuk tidur Olivia. Katakan juga pada anak kita bahwa aku merindukannya. Katakan padanya bahwa Daddy-nya ingin meminta maaf padanya dan juga pada Mommy-nya. Aku benar-benar tulus mengatakan ini Olivia. " Merasa bahwa tidak ada jawaban apa pun lagi dari Olivia membuat William harus berbesar hati untuk menerima semua ini bahwa Olivia belum memaafkannya karena mungkin terlalu dalam William meninggalkan luka itu di hatinya hingga rasanya sangat sulit untuk menyembuhkannya.


Karena percaya lah, Penyakit yang paling sulit di sembuhkan itu adalah penyakit hati. Jadi jangan pernah melukai hati seseorang dan memiliki penyakit hati lainnya. Maka itu akan sangat sulit sekali untuk menyembuhkannya.


" Tidur lah Olivia, Good night Baby, See you. " Air mata Olivia jatuh saat mendengar suara William yang begitu berat dan terkesan begitu banyak memandang rasa terhadap penyesalannya.


Tut !


Sambungan telepon di matikan oleh William yang membuat Olivia meneteskan air matanya saat mendengar William mengatakan selamat malam padanya dan juga anak yang ada di kandungannya saat ini


Dia pun memilih untuk memiringkan tubuhnya untuk membelakangi Andrew karena dia tidak ingin Andrew mengetahui bahwa dia tengah menangis saat ini.


Tanpa dia ketahui bahwa Andrew sudah bangun sejak tadi. Bahkan dia mendengar semua yang di katakan Daddy-nya walau tidak jelas.


Tapi satu yang di dengarnya, Bahwa Daddy-nya benar-benar ingin meminta maaf pada Olivia dan Andrew harus membantu Daddy-nya untuk mendapatkan Maaf dari Olivia.


" Andrew janji akan membantu Daddy untuk mendapatkan maaf dari Mommy Olive, Andrew janji Dad. " Ucapnya dalam hati sambil melihat punggung Olivia yang berguncang.


Andrew juga yakin bahwa saat ini Mommy Olive tengah menangis. Dan dia harus membantu Daddy-nya untuk bisa mendapatkan maaf dari Mommy Olivia.


Andrew sudah bertekad untuk itu semua.

__ADS_1


...💦💦💦...


__ADS_2