
" Kau tidak bisa melakukan hal ini pada aku William." Amber tidak terima dengan apa yang di lakukan William padanya.
Dia juga menginginkan waktu bersama Andrew tapi kenapa William langsung membawa Andrew pergi bersamanya begitu saja tanpa membiarkannya bersama Andrew.
Mendengar apa yang di katakan Amber padanya membuat William hanya tersenyum mengejek pada wanita yang sama sekali tidak benar-benar tulus menyayangi Andrew putranya.
" Katakan pada ku apa yang tidak bisa ku perbuat pada mu ?" Tanya William dengan mengajak pada Amber mantan istrinya itu.
" Ahhhkk...William sakit..." Amber merasa sakit yang luar biasa saat rahangnya di cengkram oleh william dengan kuat.
Sementara Williams sendiri tidak sekali pun dia merasa kasihan dengan Amber yang tengah di sakitinya saat ini.
" Jangan pernah ikut campur dengan urusan ku jilat tidak ingin aku menyakiti mu lebih dari ini. Aku sudah memberikan mu kenyamanan ini dan jangan sampai aku muak dengan mu dan melempar mu ke jalanan. Jangan pernah lupakan siapa aku Amber. Aku tidak perlu melakukan hal itu secara langsung pada mu karena cukup dengan uang ku saja kau sudah bisa menghilang dari muka bumi ini." William memberikan ancaman yang bukan hanya sekedar ancaman saja bagi Amber karena dia bisa melakukan apa saja jika dia menginginkannya.
" Kau paham ?"
" Aahhhkkk..." Amber terjatuh di sofa saat William menghempaskannya begitu saja tanpa perasaan belas kasih sedikit pun karena memang tidak ada belas kasih sedikit pun yang di tunjukan William pada Amber.
" Jika sampai aku melihat mu berada di sekitar ku dan keluarga ku, maka aku tidak akan segan-segan melakukan hal yang tidak pernah kau bayangkan sama sekali." William langsung pergi menyusul Andrew yang tengah menunggunya sejak beberapa menit yang lalu.
__ADS_1
Jika saat bersama Amber William menunjukan wajah menyeramkannya tapi tidak dengan Andrew saat ini karena saat ini raut wajah menyeramkan itu sudah berganti dengan raut wajah penuh dengan senyuman saat melihat putranya.
" Daddy kenapa lama ?" Tanya Andrew pada William yang baru saja keluar dari rumah besar tempat dimana Andrew pernah tinggal dan mengharap kasih sayang dari Daddy-nya setiap hari dan kini perjuangannya membuahkan hasil karena William selalu menyapanya dan menyayanginya.
Bahkan William selalu menyempatkan diri untuk mengantar Andrew sekolah dan menghubunginya di siang hari jika tidak bisa menjemputnya.
" Daddy tadi harus ke kamar mandi dulu Son. Sudah ayo kita pulang sekarang dan cari makanan untuk nenek kamu yang cerewet itu. Jika tidak maka habislah kita." Andrew pun tertawa saat melihat wajah Daddy-nya yang seperti sangat takut dengan neneknya saat ini karena memang neneknya itu sangat judes sekali.
" Ayo Dad. Andrew juga menginginkan cheese cake dan Mom Liv menyukai itu." Akhirnya mereka pun pergi mencari makanan yang akan mereka bawa pulang ke rumah untuk dua orang wanita yang menjadi pemilik hati mereka berdua.
Mereka pun memilih untuk pergi toko kue dan mencari berbagai macam cake kesukaan kedua wanita yang tengah berada di rumah.
Olivia sendiri langsung terbangun saat tidak mendapati William lagi di sampingnya.
Dia memilih untuk duduk di tempat tidur sambil menangis karena tidak mendapati pria itu berada di sisinya lagi.
" Kemana perginya Daddy kamu nak ?" Olivia menangis memikirkan William.
Semakin hari perasaannya semakin tidak karuan. Apalagi dia yang selalu tidur di temani William walau mereka belum menikah tapi William selalu menemaninya tidur dan tidak melakukan apa pun padanya.
__ADS_1
" Mommy lapar tapi merindukan Daddy mau sayang, lalu kita harus bagaimana saat ini ?" Tanya Olivia pada dirinya sendiri karena tiba-tiba saja dia menginginkan cheese cake.
Menghubungi William pun percuma karena ponsel pria itu berada dia atas nakas di sampingnya.
Lalu apa yang harus di lakukan Olivia saat ini ?
" Hiks...Hiks...Pergi kemana Hubby ? Apa pergi ke rumah Nyonya Amber ?" Jika tadi hanya air mata saja yang keluar maka saat ini sudah di iringi dengan surat tangisannya.
" Hey Baby, Sudah bangun ?" William datang membawa nampan di tangannya dan menuju Olivia.
Namun saat dia semakin dekat dengan ranjangnya William kaget saat melihat Olivia yang tengah menangis seperti itu.
" Kenapa menangis Baby ? Apa Baby Boy nakal ?" Tanya William yang hanya di balas gelengan kepala saja oleh Olivia yang membuat William semakin heran kenapa Olivia menangis.
" Lalu kenapa menangis ?" Tanya William lagi sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya saat ini.
" Aku bangun dan tidak melihat Hubby berada di samping ku lagi. Lalu ingin menghubungi Hubby ternyata ponselnya tertinggal lagi. "
" Maafkan aku Baby, maafkan aku sayang. Aku tadi menjemput Andrew dan mencari cake untuk kamu dan lihatlah aku membawa cheese cake untuk kamu. " Tunjuk William pada nampan yang ada cheese cake di atasnya.
__ADS_1
" Hua...aku mau itu." Pintanya dengan manja saat melihat cheese cake keinginannya tadi dan William sudah membawanya saat ini.
...💦💦💦...