
Di Ruangan Rapat~
Meja panjang tersebut sudah dipenuhi dengan orang-orang antara lain Alex, Vero, Mex dan para pemimpi kemiliteran yang akan ikut dalam aksi penyelundupan ke markas. Alex sudah mendapatkan keberadaan mobi yang membawa Cyla. Dibantu oleh Luke yang sudah membesarkan penglihatan CCTV dan mendapat kan nomor plan mobil tersebut.
Melacak keberadaan mobil itu berada dan mempastikan juga dengan alat pelacak yang ternyata ada di tas milik Cyla. Leon yang merupakan saudara kandung Cyla yaitu kakaknya memberikan tas bewarna hitam glossy yang digunakan adiknya tersebut. Sebagai kakak jelas Leon menjaga keamanan adiknya dan memasukkan alat pelacak kecil kedalam tas milik adiknya itu.
Beruntungnya tas tersebut di selempangkan oleh Cyla dan membuat tas hitam pemberian Leon itu juga ikut terbawa. Pelacak yang memiliki beberapa sandi dengan cepat Leon bocorkan agar mencari tau keberadaan adiknya. Dengan info yang diberikan oleh Luke tentang jejak mobil hitam dan alat pelacak yang diberikan oleh Leon.
Mereka semua mempastikan tempat Cyla berada, letak maupun posisi pasti perempuan tersebut. Agar di saat mereka semua sudah sampai di tempat penculikan tidak akan ada kesalahan yang bisa berakibat fatal untuk kedua pihak. Antara pihak Alex dan juga pihak Cyla yang sedang dalam genggaman orang lain.
Bukan karena mereka takut dan dengan cepat mengambil Cyla kembali. Hanya saja lawan mereka saat ini bukanlah orang biasa. Bahkan Vero harus kembali ke Canada untuk meminta bantuan dari ayah mertuanya. Ini bukan hanya permainan polisi maling tetapi ini adalah sebuah permainan dimana nyawa yang akan menjadi ancaman dan harta maupun kedudukan yang dipertaruhkan.
"Berdasarkan pengamatan saya dari kedua tempat ini, seharusnya berada di sini bukan?" ucap komandan I memperkirakan tempat Cyla berada. Melingkarkan tempat tersebut di dalam peta dengan cat bewarna merah. Setengah meja rapat ini sudah dipenuhi oleh satu peta besar. Peta yang menggambarkan sebuah lokasi dimana lokasi ini memiliki semua tempat yang ada di New York. Dengan arah mata angin yang sudah dijajarkan membuat mereka lebih muda memperkirakan tempat tersebut.
"Sepertinya begitu" setuju Komandan II
"Itu artinya calon menantu saya ada di bagian ujung bagian Utara wilayah kota ini" ungkap Vero senang. Tidak sia-sia pengorbanannya dalam berlatih dengan ayah mertuanya itu.
"Tapi bukannya tempat itu adalah pelabuhan" sela Alex. Jika penglihatan nya benar tempat yang dilingkari oleh Komandan itu merupakan tempat pelabuhan. Pelabuhan yang merupakan tempat yang terdiri atas daratan dan perairan dengan batas-batas tertentu tersebut merupakan tempat yang lumayan berbahaya. Karena pelabuhan bukan hanya berada di daratan saja. Jelas artinya tempat pertempuran mereka ada dua bagian yaitu bagian darat dan air.
"Di dalam helikopter hanya ada 10 alat penyelam berarti sisanya harus ada di darat" ucap Komandan II
"Apakah Drone nya sudah sampai?" tanya Vero kepada orang-orang yang sedang duduk di meja berbeda. Meja khusus yang sudah dipasang beberapa layar komputer untuk berkomunikasi.
"Sebentar lagi" jawab Rangga. Rangga, Leon, dan Mex berada di tim yang berbeda. Dimana mereka memainkan otak mereka dalam bidangnya. Setelah mendapatkan tempat yang pasti mereka semua diminta untuk mengirim Drone agar melihat ada apa saja di di dekat pelabuhan. Mau itu orang-orang ataupun jebakan yang sudah dipasang oleh lawan. Apalagi ini semua demi keselamatan milik Cyla.
"Sampai" lantang Rangga. Orang-orang yang ada di meja panjang tersebut menatap layar lebar yang sudah disambungkan dengan layar komputer milik Rangga. Dari ketinggian tepat Drone itu berada, mereka semua bisa melihat bahwa pelabuhan yang dikatakan ini bukan pelabuhan biasa. Pelabuhan yang sedang mereka amati ini adalah pelabuhan yang sedang di renovasi yaitu pelabuhan yang dibangun ulang.
"Ada beberapa penjaga di situ" tunjuk Komandan I yang melihat kedua penjaga yang menjaga pintu masuk pelabuhan.
"Sepertinya mereka bukan orang-orang dari pelabuhan, pakaiannya jelas berbeda" jelas Vero yang melihat pakaian kedua orang yang menjaga pintu masuk pelabuhan.
"Jika begitu artinya memang ada yang di sembunyikan di sana" dingin Alex.
__ADS_1
Drone tersebut berjalan melewati pintu masuk dari ketinggian. Memperlihatkan pemandangan kontruksi dan air laut yang sangat dekat. Setiap Drone tersebut berjalan ada beberapa penjaga yang menetap di sekitar alat-alat kontruksi.
"Tunggu! perbesar bagian itu!" tegas Komandan II. Rangga memperbesar bagian yang ditunjuk sebisa mungkin. Memperlihatkan penampilan seorang wanita dengan pakaian minim dan menggerai rambutnya.
"Siapa itu?" bingung para tentara yang ikut duduk di dalam ruangan.
"Erika" dingin Alex.
"Tunggu maksudmu wanita itu" tajam Vero.
"Ya" jawab singkat Alex. Ternyata benar dugaannya dari kamera CCTV kedai yang memperlihatkan wanita itu dan sekarang kamera Drone yang memperlihatkan wanita itu lagi. 'sial seharusnya aku tidak membiarkan wanita itu hidup lama' pikir Alex
"Artinya sudah dipastikan memang tempat itu" ucap Vero. Bila anak laki-lakinya saja sudah menatap dingin seperti itu artinya orang yang menculik Cyla memang Erika.
"Kalau begitu kita harus membagi siapa yang di darat dan siapa yang di perairan" ucap Komandan I Karena pelabuhan yang mereka lihat berada diantara daratan dan perairan. Memungkinkan kedua tempat itu akan dijadikan tempat penyerangan atau tempat pelarian.
"Baiklah kalau begitu..."
Mereka membagi siapa saja yang berada di bagian daratan dan di bagian perairan. Peralatan selam yang dibagikan untuk bagian perairan. Senapan maupun pistol yang dibagikan di bagian daratan.
"Apa kamu tidak apa-apa, Alex?" tanya Vero yang melihat Alex menarik nafasnya dalam. Di tangannya ia sudah menggenggam satu buah pistol SIG Sauer P226 dan satu buah pisau belati SOG Seal Knife 2000. Ini benar-benar pertempuran nya, pertempuran yang akan membahayakan nyawanya untuk mendapatkan Cyla kembali.
"Tidak apa-apa Dad" jawab singkat Alex. Dia mencoba agar tangannya tidak bergetar karena sudah lama dirinya tidak menggenggam peralatan berbahaya seperti ini yang Alex pegang biasanya hanyalah sebuah pulpen. Pulpen yang akan menjadi keuntungan maupun kerugian di dalam dunia bisnis.
"Ehem... saya minta maaf atas ketidaknyamanan ini" sela Leon.
"Ya ada apa nak Leon?" tanya Vero.
"Karena kalian semua akan pergi ke pelabuhan... seharusnya akan ada yang mengurus Felentino juga, bukan?" tanya Leon.
"Benar juga karena wanita itu tidak bisa menjalankan rencana ini dengan mudah tanpa bantuan orang tersebut" ucap Vero menyetujui pendapat Leon.
"Dan juga tidak mungkin Erika mendapatkan penjagaan seketat itu di pelabuhan" tambah Alex.
"Berarti kalian akan menangkap Felentino ya" ucap Komandan II.
__ADS_1
"Sayangnya tidak" bantah Leon.
"Kalau begitu maksudmu bagaimana nak?" tanya Komandan I.
"Karena bila Erika saja yang berada di pelabuhan untuk melakukan sesuatu ke Cyla tidak mungkin dia akan dijaga sebanyak itu. Kecuali orang dibalik Erika ingin memancing salah satu di antara kita untuk datang ke sana." jelas Leon.
"Maksudmu Cyla diculik bukan untuk dibunuh tetapi untuk disandera" ucap Vero.
"Itu bisa saja tuan-tuan tetapi di sini mungkin akan ada dua kemungkinan yaitu nona Cyla menjadi sandera untuk memancing seseorang atau nona Cyla akan tetap dibunuh dan orang yang dipancing mereka akan menderita" jelas Mex yang sudah ikut masuk ke dalam pembicaraan.
"Jika begitu bukan hanya satu nyawa yang berbahaya tetapi dua" tegas Komandan II
"Tapi siapa orang yang akan menderita?" tanya Alex.
"Bukan siapa Lex, tetapi kamu" jawab Leon.
"aku? untuk apa? jika mereka memiliki masalah denganku seharusnya mereka menculikku bukan wanita milikku!" dingin Alex.
"Karena itulah tuan, karena nona Cyla merupakan wanita milik tuan yang artinya nona Cyla merupakan kesayangan tuan" tekan Mex.
"Jika pendapat kalian begitu, berarti Felentino memiliki masalah denganmu Alex" ucap Vero.
"Masalah apa denganku? bahkan aku saja tidak pernah mengenalnya" tajam Alex.
"Tidak ada yang tau Lex masalah apa yang terjadi diantara kalian berdua" ucap Leon. Jika pun anda lebih baik menyelesaikannya dengan cara damai dari pada cara yang seperti ini.
'Sial! kenapa jadi harus Cyla yang menjadi korban di dalam masalahku! dan apa yang membuat nya dendam padaku!' pikir Alex. Dia yang melupakan masa lalu dan orang lain yang masih mengingat masa lalu. Kedua laki-laki yang terjebak di dalam waktu. Dimana waktu tersebutlah yang membuat takdir mereka menjadi seperti sekarang.
Entah itu akan berakhir di kebahagiaan atau itu berakhir menjadi kesedihan di salah satu pihak. Dengan pion-pion yang dimainkan dan juga sandera yang dijadikan sebagai alasan. Tidak akan ada yang tau siapa yang akan menang dalam pertemuan malam ini. Pihak Alex atau pihak Felentino, siapkan perasaan kalian semuanya karena ini akan membuat kalian tegang.
πππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
__ADS_1