
Karena kelelahan menangis dan beraktivitas di butik tadi akhirnya Olivia tertidur dan William harus berusaha untuk menggendong Olivia dan membawanya ke dalam kamar.
Jika di tanya apa William kuat jawabannya adalah kuat dan sangat kuat. Dia tidak selemah itu hanya karena Olivia tengah mengandung anaknya dia tidak bisa menggendongnya.
Itu adalah hak yang sangat mudah untuk di lakukan William.
Tapi kembali lagi bahwa dia harus berhati-hati untuk menggendong Olivia karena jika dia lengah sedikit saja bisa gawat semuanya.
" Apa yang terjadi ?" Tanya Nyonya Matilda melihat anak menantunya pulang.
Dia juga melihat ke arah wajah cucunya yang terlihat sendu seperti ini.
Jika seperti ini pasti ada yang terjadi. Tapi apa yang telah terjadi ?
" Kita akan bicara setelah ini Ibu..." William pun kembali melanjutkan langkahnya dan membawa Olivia ke kamar mereka.
Kini hanya tinggal Andrew lah yang bersamanya dan menatapnya dengan wajah sendunya.
" Kenapa sayang ? Apa yang terjadi pada Mommy kamu ?" Andrew malah tertunduk lesu saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari neneknya.
Dia tidak tau harus mengatakan apa. Tadi saja Andrew sudah melihat Daddy-nya marah. Jadi dia tidak berani mengatakan semuanya.
" Kenapa Mommy kamu nak ? Lalu Daddy kamu juga kenapa seperti itu ?" Tanya nyonya Matilda lagi berusaha mencari informasi dari cucu tampannya ini.
Berharap bahwa Andrew akan memberinya berita yang mungkin saja sangat penting baginya. Apalagi melihat Olivia yang di gendong karena tertidur seperti itu pasti ada yang salah disini.
" Tolong katakan pada Daddy untuk tidak memarahi Mom Amber. Andrew akan mengatakan pada Mom Amber agar tidak berbuat jahat lagi pada Mom Olive. Andrew janji nenek. " Nyonya Matilda mengerti saat ini.
Apa yang terjadi pada Olivia saat ini pasti ada sangkut pautnya dengan mantan istri William yang itu artinya adalah ibunya Andrew.
" Oke. Nenek akan mengatakan itu pada Daddy mu. Jadi sekarang bersihkan diri kamu dan makan. " Andrew pun menurut pada neneknya karena dia pikir Mommy-nya akan lebih aman jika dia bercerita pada Neneknya.
Namun dia salah. Dia salah besar karena telah menceritakan semua itu pada neneknya.
Setelah Andrew pergi ke kamarnya untuk mandi dan membersihkan diri, nyonya Matilda langsung keluar dari rumahnya dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
" Bawa aku ke rumah dimana mantan istri William tinggal. " Titahnya pada sang supir.
Supir tersebut langsung membawa nyonya Matilda pergi ke rumah utama keluarga Jhonson. Tempat dimana Amber tinggal.
Nyonya Matilda sendiri tidak tau jika dia akan kembali memijakkan kakinya di rumah yang begitu banyak menentukannya luka dan duka.
Sepenjang jalan menuju tempat dimana mantan istri William tinggal dirinya merasa tidak tenang. Seperti ada bongkahan batu besar yang menghimpit dadanya saat ini dns benar saja.
Dadanya semakin sesak saat dia memasuki jalan pribadi yang tidak pernah dia lupakan sama sekali.
Dia mengingat betul jalan ini. Jalan yang memiliki sejuta kenangan yang menyakitkan baginya.
Jalan dimana dia di bawa sebagai ratu dan jalan ini pula yang membawanya seperti sampah setelah tidak di butuhkan lagi.
" Kemana ini ? Aku meminta kalian untuk mambawa ku ke tempat ibunya Andrew tinggal. Bukan malah ke rumah utama. " Emosi nyonya Matilda tidak terkontrol lagi saat jalanan ini semakin dekat dengan bangunan mewah tempatnya di jadikan tawanan dan pencetak anak saja dulunya.
" Tapi memang rumah utama lah tempat tinggal Nyonya Amber. Bahkan rumah itu di berikan tuan William untuk Nyonya Amber. " Jantungnya semakin berdetak kencang saat mendengar jawaban dari supirnya.
Dia berusaha untuk menenangkan dirinya. Tujuannya datang kesini bukan untuk mengenang masa lalu kelamnya.
Setelah sampai di rumah utama Nyonya Matilda langsung keluar dari mobilnya begitu saja.
Dia bahkan mengabaikan orang-orang yang melihatnya masuk begitu saja ke rumah besar ini.
" Panggil kan wanita yang bernama Amber. " Ucapnya dengan angkuh.
Dia berusaha mengontrol dirinya agar tidak melihat bagaimana rupa isi bangunan ini. Karena tidak ada yang berubah sedikit pun dari rumah ini.
Bahkan foto pria yang paling di bencinya masih terpampang dengan jelas di dinding ini.
Pria gagah yang dulu sangat di cintainya bahkan hingga saat ini. Tapi dia tidak ingin lemah dengan hatinya. Dia harus mengenyampingkan perasaannya saat ini karena tujuannya kesini untuk bertemu Amber.
Bukan mengingat semua kesaktiannya dulu.
" Kalian tuli ya ? aku bilang panggilkan wanita yang bernama Amber sekarang!" Bentak Nyonya Matilda dengan suara menggelegar.
__ADS_1
Para pelayan tersebut pun langsung berlari untuk memanggil Amber karena mereka tidak tau siapa wanita tua yang berteriak pada mereka.
Sambil menunggu Amber turun Nyonya Matilda maju ke depan untuk melihat foto pria itu.
" Bahkan hingga kau mati pun kau masih ingin terlihat gagah di hadapan banyak orang dengan foto kebanggaan mu ini! " Dia menatap tidak suka pada foto Tuan Jhonson yang terpampang begitu besar di dinding rumahnya ini.
" Siapa kau ?" Tiba-tiba saja ada suara wanita yang begitu sombong menghampirinya.
Melihat ada stik golf di dekatnya membuat Nyonya Matilda langsung mengambil itu dan mengarahkannya ke batang leher Amber saat itu juga yang membuat Amber langsung menjerit.
" Aahhhkkk..." Betapa takutnya Amber saat stik golf itu hampir mengenai wajahnya.
" Baru seperti ini saja kau sudah ketakutan. Lalu bagaimana jika aku mengayunkan cangkul ku ke arah mu ? Mungkin kau akan pingsan saat itu juga. " Nyonya Matilda tersenyum remeh menatap Amber yang menjerit ketakutan sampai terduduk di lantai seperti itu.
Melihat posisi Amber yang seperti itu membuat Nyonya Matilda langsung mengarahkan stik golfnya ke dagu Amber.
" Ternyata seperti ini wajah wanita yang telah membuat menantu kesayangan ku menangis. Dan membuat cucu tampan ku sampai memohon pada Daddy-nya untuk mengampuni Ibunya yang tidak tau diri seperti mu. "
" Siapa kau ? Kenapa kau berani masuk ke rumah ku ? Dan menantu siapa yang kau maksud ?"
" Hahahaha...." Nyonya Matilda tertawa mendengar pertanyaan dari Amber yang menurutnya sangat lucu itu.
" Dari mana aku harus menjawab mu tapi baiklah aku akan menjawab mu satu-satu. Pertama aku adalah Matilda Day, Aku adalah istri dari pria yang fotonya masih terpampang jelas di sana. " Nyonya Matilda menunjuk foto mendiang suaminya dengan benda yang di pegangnya saat ini.
" Kedua, Aku adalah ibu dari William Jhonson Piero dan aku adalah nenek dari Andrew Jhonson Piero. Dan yang ketiga, Menantu yang ku maksud adalah Olivia Dakota! Wanita yang telah kau sakiti. " Betapa kagetnya Amber saat mengetahui siapa yang berada di hadapannya saat ini.
" Aku ingatkan padamu untuk pertama dan terakhir kalinya. Jika sampai kau berani menyakiti menantu ku lagi bukan hanya wajah mu yang sangat kau lindungi ini yang menjadi sasaran ku, Aku bahkan bisa mencincang tubuh mu dengan tangan ku sendiri. "
Prang...
Nyonya Matilda melemparkan begitu saja stik golf yang di gunakannya tadi untuk menakuti Amber.
Dan itu berhasil membuat Amber ketakutan dan kaget sekaligus karena dia tidak menyangka jika dia bisa bertemu dengan ibunya William yang ternyata sangat menyeramkan seperti ini.
" Jika hanya lawan seperti mu saja itu sangat mudah bagiku. Jadi kau bukan lawan yang seimbang dengan ku !"
__ADS_1
...💦💦💦...