
Cyla mencuci kakinya lalu mengganti bajunya menjadi piyama dan berjalan masuk ke dalam kamarnya yang sudah ada Rei dengan baju tidur miliknya dan duduk disamping Rei yang menatapnya.
"ada a.."
Bruk**
Rei langsung memeluk tubuh milik Cyla dengan erat lalu menatap wajah milik Cyla pelan.
"Apa mommy marah denganku?" tanya Rei yang membuat Cyla hanya bisa tersenyum menatap wajah anak lelaki itu.
"Mommy tidak marah tapi kamu sekarang sangat nakal ya" goda Cyla yang membuat Rei tersenyum kepada ibunya itu.
"Kan mommy yang ngajarin dan Daddy" jawab Rei yang membuat Cyla hanya tertawa melihat tingkah laku Rei yang sekarang lebih kekanakan dan itu sangat bagus untuk umurnya yang seharusnya.
"Oh ya Rei mommy boleh bertanya tidak" ucap Cyla yang diangguki oleh Rei.
"Kenapa Daddymu tau mommy pergi padahal kan mommy hanya memberitahu mu dan juga kamu bukannya tidur Yaa" tanya Cyla yang membuat Rei menyenderkan kepalanya di dada ibunya itu dan megalungkan kedua tangan milik Ibunya(Cyla) ke pinggang miliknya.
"Tidak lama setelah mommy pergi Daddy masuk ke dalam kamar dan bertanya dimana mommy lalu aku menjawab mommy pergi membuat Daddy langsung keluar dari villa dan pergi mencari mommy setelah itu aku tidak tau lagi" jelas Rei yang diangguki oleh Cyla sambil mengelus rambut Rei
"Lalu kenapa Daddymu tidur di luar biasanya dia tidak pernah menurut?" tanya Cyla yang membuat Rei memikirkan alasan paling bagus karena tidak mungkin dirinya menjawab bahwa ini taruhan dan dia memenangkan nya.
"Itu karena Daddy sekarang jinak jadi dia menurut seperti anak anjing yang dipelihara oleh temanku" jawab Rei yang membuat Cyla tertawa mendengarnya.
__ADS_1
"Itu artinya kamu menyamakan Daddymu dengan anjing?" ucap Cyla yang diangguki oleh Rei, keduanya yang akan bercanda dan tertawa bersama berbeda dengan Alex yang mengerjakan pekerjaan nya karena dirinya tidak bisa menunda lagi pekerjaan nya. Liburan selama satu Minggu saja tidak membuat dia bisa meniduri Cyla ditambah lelaki yang bernama Leon itu membuatnya harus mempercepat kepulangannya menuju new York kalau tidak Cyla akan menjadi incaran laki-laki lain. Walau bagi dirinya itu hak yang biasa tapi lebih baik dirinya tidak mengeluarkan tenaga banyak bukan? apalagi dirinya tidak terlalu menginginkan kekuatan kemiliteran nya diperlihatkan. Ya tentu saja syarat wajib ahli waris keluarga Johnson adalah lulus dalam percobaan hidup mati di arena militer selama 1 minggu yang membuat dirinya memiliki keahlian dalam militer.
'Kenapa banyak sekali mahluk halus yang menggangu hubunganku' pikir Alex lalu mengetik kembali huruf huruf dan angka di laptopnya. Alex mengerjakan semua proyek yang dia tinggal di kantor karena bila dia menunda pekerjaan nya sela seminggu maka dia akan lembur hingga Berjam jam.
Hingga jarum pendek sudah menuju jam 11 malam dan Alex sudah meregangkan otot-otot nya yang lelah dengan pekerjaan nya. Alex menyimpan laptop miliknya dan berjalan menuju kamar tempat Cyla terlelap di dalam mimpinya. Tangannya memutar kenop pintu itu matanya yang sudah ingin terlelap terbuka lebar saat melihat wanita yang akan di sahkan nya itu tertidur nyaman dengan piyamanya.
Tangannya mengelus pipi mulus itu lalu bibirnya ingin mengecup dahi milik Cyla dan
Cup**
Mata Alex terbelalak kaget saat mengetahui bukan wajah seseorang yang diinginkannya itu tercium tapi wajah mahluk halus yang selalu mengganggu keromantisan nya bersama Cyla. Ya anak lelaki yang sedang menatapnya garang itu tersenyum Smirk kepada ayahnya yang menatapnya dingin.
"Kenapa kau tidak tidur" bisik Alex sambil menatap Rei dingin.
Langkah kakinya berhenti di ruang tamu dan mendudukan anak lelaki itu di sofa kayu itu.
"Apa kau tidak bisa membatalkan janjimu itu" tanya Alex dingin.
"Maaf telingaku buta" ucap Rei lalu mengalihkan pandangannya, Alex lagi lagi menghembuskan nafas kasar untuk menahan emosi nya agar tidak membangunkan perempuan yang sedang tertidur di kamarnya itu.
"Rei, Daddy akan memberikanmu apapun bahkan jika kamu ingin perusahaan atau mansion Daddy akan memberikannya tapi tidak dengan janji atau taruhan tadi" ucap Alex dengan nada yang lumayan lembut. Rei menatap ayahnya itu lalu memegang pundak ayahnya pelan.
__ADS_1
"Tapi maaf ayah aku hanya ingin bersama mommy jadi nikmatilah" bisik Rei lalu berjalan menuju kamarnya lagi tapi tangan Alex langsung mencengkram pundak anak laki-laki itu.
"Apa kau ingin tidak ingin seorang adik?" tanya Alex kepada Rei yang sudah mengangkat sebelah alisnya.
"Karena itulah aku tidak ingin mommy hamil diluar nikah, apa Daddy tidak tau negara Indonesia bila seorang perempuan hamil di luar nikah merupakan topik pembicaraan yang paling utama di tetangga nya nanti" jelas Rei yang membuat Alex menyamakan tinggi badannya dengan Rei.
"Daddy tau tapi Daddy akan menikahi mommymu secepatnya, okay" tawar Alex yang langsung digeleng oleh Rei.
"Tidak Daddy, belum tentu karena kita tidak tau masa depan" tolak Rei.
"Kalau begitu ubahlah masa depan itu" sarkas Alex yang membuat Rei menggeleng melihat sikap ayahnya yang lebih kekanakan daripada dirinya itu.
"Kita tidak bisa Daddy dan juga mungkin ini nasib Daddy jadi terima lah" ucap Rei lalu pergi secepatnya dari hadapan ayahnya yang akan mengeluarkan aura dan emosinya.
'Kenapa aku bisa melahirkan anak sepertinya' frustasi Alex.
๐๐๐๐ฅฅ๐๐๐๐ฅฅ๐๐๐๐ฅฅ๐๐๐
๐ด Aloha
Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya, judulnya :
My Ex Secretary
__ADS_1
๐ด Spoiler Part 111
"Romantis?"