My Hot Daddy

My Hot Daddy
Exp 25


__ADS_3

Rambut itu ditiup oleh angin lembut membuat wajah cantiknya terlihat di cahaya pagi mentari yang menyapa. Wanita itu duduk di kursi panjang bandara. Hari ini ia akan kembali, kembali ke New York dengan membawa kabar bahagia yang berasal di perutnya.


Tidak terasa sudah satu bulan lebih ia lewati di pulau Bali ini. Dimulai dari penyakit ibunya, bulan madu dan berkahir dengan kehamilan yang membuat orang-orang yang ada di dekatnya bersemangat bahkan membuat wanita itu tidak bekerja sama sekali.


"Nak, apa kamu benar-benar akan kembali secepat ini?" tanya seorang wanita paruh baya.


"Suamiku memiliki pekerjaan di sana bu dan tidak mungkin kami tinggal lebih lama lagi" senyum Cyla sambil melihat wanita paruh baya tersebut.


Wanita itu merupakan ibu kandung yaitu Jasmine Dicapri. Wanita itu sudah bisa mengobrol sambil mengeluarkan ekspresi. Apalagi saat mendengar kabar bahwa anak perempuan nya hamil, membuat jiwanya mencoba untuk bangkit dan menjalani hari-hari yang tenang bersama Cyla.


"Huh, baiklah hati-hati dan ingat terus kabari ibu. Kau tau bukan ibu sangat menyayangi mu" jelas Jasmine yang tidak bisa memprotes lagi karena anaknya sudah berada lama di Bali dan merawatnya.


Dimana suaminya saat ini merupakan salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia, membuat Jasmine menerima apa adanya.


"Aku tau dan terimakasih karena telah menungguku" senyum Cyla yang memeluk ibunya hangat.


Mereka berdua mengeluarkan kehangatan di setiap kata mereka. Bahkan orang-orang yang ada di sekitarnya terlupakan. Dari suami yang membantu mengangkat barang bawaan milik Cyla, Rei yang duduk di dekat ibunya Samapi kedua laki-laki yang mengenang momen kehangatan itu dengan kamera ponsel mereka masing-masing.


"Aghhhh sayang sekali adikku harus pergi secepat ini. Padahal aku ingin dia tetap tinggal di sini dan membiarkan suaminya itu pulang sendirian" sindir Leon yang tidak bisa terharu melihat keluarganya kembali.


"Sepertinya kamu menginginkan umur yang pendek, Leon" tajam Alex yang sudah kembali dari bagasi pesawat miliknya.


"Uncle Leon aku doakan kau berumur panjang dan cepat memiliki pasangan" tambah Rei yang mendukung ayahnya.


Ayah dan anak itu sama-sama mengejek Leon, dimana yang satunya berharap Leon pendek umur dan yang satunya mengejek tentang pasangan. Membuat Leon Tidka bisa berkutik dan cemberut, karena bagaimanapun juga dia tidak ingin dikutuk oleh suami adiknya lebih banyak lagi dan juga ejekan Rei menusuk hatinya.


Dimana kalimat itu seakan-akan mengatakan bahwa Leon tidak pernah laku. Sehingga membuat dirinya yang berumur 34 tahun lebih ini tidak memiliki pasangan sama sekali.


'apa ini nasih memiliki adik ipar dan keponakan yang sama-sama jahat?' pikir Leon kesal.


"Kak, apa kau baik-baik saja?" tanya Cyla yang melihat wajah kusam milik kakaknya.

__ADS_1


"Ah tidak apa-apa"


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu Ayah, Ibu dan Kak" pamit Cyla yang melihat pesawat milik mereka sudah siap.


"Ingat pesan ayah jangan terlalu banyak berpikir dan tetaplah bahagia"


"tenang saja ayah aku akan mengingatnya dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih" senyum Cyla lalu melambaikan tangannya lembut. Ia melangkahkan kakinya, mengikuti langkah suami dan anak yang ada di gendongan milik Alex.


Membuat senyum manisnya muncul di wajahnya yang lembut, karena kepergian kali ini merupakan kepergian yang membahagiakan dari kesehatan, kehamilan sampai momen langkah yang harus pertama kali ia lihat yaitu Alex menggendong Rei di dalam pelukannya.


'Menyenangkan melihat mereka akrab' ucap Cyla dalam hati yang dimana saat ini ia tidak bisa menggendong maupun mengangkat Rei karena kehamilannya.



Sehingga membuatnya tersenyum lembut dan manis tanpa tau bahwa kedua orang yang saling berdekatan itu tidak berbahagia sama sekali. Melainkan sama-sama mengeluarkan tatapan tajam dan juga kalimat-kalimat sumpah serapah mereka.


"Daddy jika berat kau bisa melepaskan ku sekarang karena aku hanya akan menggenggam tangan mommy saja kok" senyum Rei dingin.


"Entahlah tapi yang ku tau Daddymu merupakan orang paling baik sedunia" senyum Rei manis yang dimana hatinya saat ini merupakan jelmaan iblis. 'Baik... baaaaiiik sekali sampai-sampai aku ingin mommy hanya untukku saja' pikir Rei.


Rei menginginkan ibunya hanya untuk dirinya sendiri, dia tidak perlu apapun kecuali ibunya. Bahkan jika ayahnya memarahi maupun menghukumnya, cinta dan keinginan untuk memiliki ibunya sepenuhnya tidak akan pernah hilang.


Karena baginya sudah cukup 8 tahun ini ia hidup tanpa cinta kedua orang tuanya. Cinta yang seharusnya diberikan oleh ayah maupun ibu. Sebuah kasih sayang yang seharusnya diberikan kepada anak semasih kecil, itu sudah cukup membuat Rei ingin membuat ibunya hanya untuknya. Dimana hidup ini hanya bisa kita rasakan sekali seumur hidup, jelas tidak akan pernah ia siakan lagi cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh ibunya tulus.


'aku tidak akan pernah membiarkan mommy menjauh lagi' pikir Rei sambil menatap ayahnya bermusuhan.


Alex yang melihat tatapan anaknya hanya bisa menghela nafas pasrah. Apalagi saat matanya melihat tatapan anaknya itu, dirinya jadi teringat akan perkataan ibunya dulu.


'Carilah pasangan hidup yang baru Lex, jika tidak anak laki-laki mu itu nanti akan haus akan kasih sayang orang tua dan bahkan dia akan melakukan apapun demi tujuannya'


Kalimat itu merupakan pesan yang selalu dikatakan oleh ibunya. Kalimat yang mengatakan bahwa dia harus mencari pasangan hidup baru agar Rei tidak terlalu obsesi terhadap kasih sayang. Namun dirinya yang dulu selalu mengabaikan pesan itu dan menjawab dengan sikap acuh tak acuh nya.

__ADS_1


Sehingga hidupnya kini berakhir dengan penyesalan. Penyesalan yang disebabkan oleh putranya yang selalu terobsesi dengan kasih sayang ibunya yaitu istrinya sekarang, Cyla.


'Arghhhh kenapa aku harus mengingat pesan tersebut saat semuanya sudah berakhir seperti ini??!!!' pikir Alex kesal.


Alex berjalan masuk ke dalam pesawat dan meletakkan Rei di kursi yang ada. Menoleh ke arah Cyla dan menyadari bahwa istrinya masih belum masuk sama sekali.


"Tunggu Cyla?" terkejut Alex yang tidak melihat keberadaan Cyla sama sekali dan dengan cepat berjalan ke arah pintu. Dan melihat bahwa istrinya saat ini sedang menaiki tangga pesawat dengan berhati-hati.


"Cyla apa kamu tidak apa-apa." tanya Alex yang turun kembali dan menjulurkan tangannya. Dia hampir lupa bahwa istrinya saat ini sedang mengandung anaknya. Membuatnya meninggalkan istrinya di belakang sendirian.


"Hahaha tenang saja aku tidak apa-apa, hanya berhati-hati dalam melangkah saja" kekeh Cyla yang melihat Alex khawatir.


"Maaf aku lupa bahwa kau..."


"Sudah ku bilang tidak apa-apa kan? dan aku senang melihat kalian berdua akrab" senyum Cyla yang sama sekali tidak merasakan rasa ketidaknyamanan.


"Huh, baiklah kalau begitu berikan tanganmu kita akan berangkat"


"Baik"


Cyla menggapai tangan Alex pelan, membiarkan kehangatan tangan itu mengenai tangannya. Senyumannya lembut, bahkan perasaannya terasa nyaman karena tangan suaminya itu. Sebuah tangan berukuran besar yang selalu ada untuknya di masa depan nanti.


'Tangan yang sangat hangat' pikir Cyla nyaman.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


โ€ขJangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


โ€ขBakal kena timeskip banyak dan saya sudah hitung-hitung dari Exp 23 yang akan ngidam nanti mas Alex jadi tungguin yaa Bab berikutnyaยฐ^ยฐ

__ADS_1


Jangan lupa beri Tip untuk mendukung novel ini sekian terimakasih, Mata Ne~


__ADS_2