
Cyla dan Alex sudah sampai di teras villa itu, Alex meletakkan Cyla di kursi kayu di teras itu lalu masuk ke dalam villa dan kembali lagi sambil membawa kota P3K. Cyla meniup-niup pergelangan tangannya yang memerah dan pastinya sakit apalagi Cengkraman tangan Alex yang sangat kuat cukup membuat bekas di pergelangan tangganya.
"Sini tanganmu" ucap Alex yang membuat Cyla menyerahkan tangan kirinya.
"Kanan, My Wife" ucap Alex yang membuat Cyla langsung memberikan tangan kanannya dan menutupi wajah merahnya 'My Wife? panggilan apa lagi itu astaga pipi ini' batin Cyla merona. Berbeda dengan Alex yang memberikan obat ke pergelangan tangan milik Cyla yang lebam. Tangan kecil yang mulus dan sangat disukainya itu terluka karena dirinya yang tersulut emosi.
"Apa masih sakit? tanya Alex sambil menatap ke arah wajah Cyla yang sedang merona merah dan sedang menatap nya.
"Ah ti... tidak sakit lagi kok" gugup Cyla lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Bagaimana tidak mukanya yang masih memerah dan dia ketahuan menatap wajah Alex yang khawatir membuat hatinya terunyuh saat melihat mata yang penuh kekhwatiran itu menatap lembut tangan yang dia lukai.
"Apa aku harus memegang dagumu lalu menciumi mu agar kamu bisa menatapku saat berbicara" ucap Alex yang membuat fans langsung menatap mata coklat itu.
"Maaf" ucap Cyla pelan lalu
Cup*
Sebuah kecupan lembut diterimanya di mulut nya sedikit terbuka itu. Cyla yang terkejut menatap mata Alex kaget tapi saat dirinya menatap mata coklat itu dia tau ya dia sangat tau tatapan mata lelaki itu mata penuh gairah dan nafsu.
"A..Alex Kamu tidak akan melakukan apapun,kan?" tanya Cyla mempastikan yang malah membuat Alex tersenyum Smirk dan langsung mengurung Cyla di tembok itu.
"Sepertinya kau ingin aku melakukan apa-apa" goda Alex yang mendekatkan bibirnya ke milik Cyla tapi terhenti saat sebuah suara jepretan kamera terdengar keras di samping kanan mereka itu
Cekrek*
Suara kamera berbunyi nyaring di samping mereka yang membuat kedua orang dewasa itu menoleh dan terkejut melihat tatapan dari anak lelaki yang sangat mereka kenal 'Rei' gumam mereka bersamaan. Alex langsung melepas kan kurungannya yang membuat Cyla langsung berdiri dari posisi duduknya.
"apa yang kau lakukan, Rei?" tanya Alex dingin yang malah membuat Rei tersenyum pelan.
"Daddy jika melakukan hal itu di tempat umum maka foto ini akan ku sebarkan di internet dan tentu saja buat mommy ini akan menjadi mimpi indah" ucap Rei sambil tersenyum manis ke arah mereka berdua yang terdiam ditempat mereka masing-masing. Jika orang yang melihat senyuman Rei adalah anugrah maka kedua orang yang dihadapannya saat ini mengalami petaka.
__ADS_1
'Bukan mimpi indah Rei mimpi buruk' pikir Cyla
'Tidak akan ku biarkan' pikir Alex.
Alex tersenyum dingin ke arah Rei anak lelaki satu-satunya itu sambil menatapnya dengan penuh intimidasi.
"Hapus" ucap Alex lalu tersenyum yang malah membuat Rei tersenyum sangat manis.
"Sorry daddy, gambarnya tidak sengaja terkirim" ucap Rei dengan muka bersalahnya yang membuat Cyla terduduk lemas. Sedangkan Rei langsung berlari masuk ke dalam villa dan menutup rapat kamar tidurnya.
"Itu sengaja Rei!" lantang Alex yang malah membuat Rei terkekeh saat mendengar ucapan ayahnya yang lantang itu. Sebenarnya dia hanya mengirim ke tempat Opanya yang ternyata juga ingin tau perkembangan orang tuanya dan saat dia mendengar bahwa diluar ada ayah dan ibunya membuat dirinya inisiatif memfoto keduanya tapi hal yang tak terduga membuat keusilannya bangkit dan tentu saja foto itu langsung dia kirim ke Opanya dan dirinya tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini, karena foto dipegang oleh pihak beri dan menjadi milik Opanya.
Alex langsung menekan nomor handphone miliknya dan meminta sekretarisnya untuk memberi hukuman kepada pemberitaan yang menyebarkan aibnya ah tidak maksudnya saat dia mengurung Cyla di tengah-tengah dirinya.
"Baiklah-baiklah ngomong ngomong aib apa sih?" kepo wanita uang merupakan sahabat dan sekretaris nya itu.
"Tenang saja aku sudah membereskan nya" ucap Alex yang diangguki pelan oleh Cyla. Hingga sebuah telpon milik Cyla berdering dan terlihat nama seorang lelaki tertera di nomor panggilan itu.
"Leon" gumam Cyla lalu melihat ke arah Alex yang sedang menatapnya tajam.
"a..aku angkat telponnya dulu ya" gugup Cyla yang ingin beranjak jauh dari Alex
"Di sini" tekan Alex yang membuat Cyla meneguk Saliva nya.
>>>Telpon Berderingβͺβͺ
"Ada a..Apa , Leon?" tanya Cyla gugup.
__ADS_1
"ada apa denganmu Cyla kenapa kamu ketakutan seperti itu apa ada yang melukaimu?" tanya Leon balik yang membuat Cyla menelan salivanya.
"tidak kau mungkin salah" jawab Cepat Cyla.
"Baiklah aku ingin bertanya apa kita bisa bertemu nanti?" tanya Leon.
" ka.." belum sempat Cyla menjawabnya Alex langsung mengambil telpon itu secara paksa dan menjawabnya dingin.
"Tidak ada nanti, dan juga jangan pernah bertemu dengan istriku!" dingin Alex lalu melempar kan telpon milik Cyla ke lantai yang membuat telpon itu langsung rusak dan retak.
"Alex kok dilempar" geram Cyla lalu menunduk mengambil handphonenya.
"Besok kita beli yang baru dan juga jangan pernah bertemu dengannya" ucap Alex yang membuat Ca menatap sinis lelaki itu. 'Mentang-mentang punya uang beli handphone semudah menemukan pasir' ucap Cyla dalam hati sambil menatap tajam ke arah Alex.
"Memang kenapa?" tanya Cyla tanpa ragu.
" Karena kamu itu istriku dan juga tidak ada yang boleh menyentuhmu selain ku" tekan Alex lalu mengecup pelan dahi Cyla dan masuk ke dalam villa itu. Cyla yang melihat punggung Alex hanya bisa bergumam gumam. Kadang kadang emosinya bisa tidak stabil dan bisa stabil bila bersama Alex dan tentu saja yang pingin sering adalah perasaan nya terombang-ambing dan terbang ke langit.
'Dasar mesum' ucap Cyla lalu mengambil memori card handphone nya dan meninggalkan kepingan dan pecahan handphone. Biarlah handphone nya dibanting asalkan Alex bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan walau jujur handphone itu merupakan handphone pertamanya yang dia beli waktu ingin kuliah di Harvard karena mendapat kan beasiswa dan beruntungnya dia bisa membeli handphone karena uang tabungan kerja part time dan ikut olimpiade bisa dia beli handphone itu. Tidak mahal dan bisa digunakan, walau tua tapi sudah memiliki kenangan yang banyak.
'Bye-Bye handphone' ucap Cyla lalu menutup pintu villa nya.
πππππ₯₯ππππ₯₯ππππ₯₯πππ
π΄ Aloha
Jangan Lupa baca novel author yang lainnya judulnya :
My Ex Secretary
__ADS_1
π΄ Spoiler Part 110
"Cup*"