
30 Menit Berlalu~
Alex berjalan mendekati wanita nya yang sedang bermain dengan anak lelakinya itu. Senyum bahagia terpancar dari wajahnya, suara tawa merdu menyala pendengaran milik Alex. Tidak terasa setengah jam sudah berlalu tapi tidak menghentikan kebahagian kedua orang yang bermain dengan kerang yang mereka kumpulkan itu.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Alex yang sudah ada di dekat mereka.
"Kami.." ucapan Cyla langsung terpotong dengan ucapan dan tawa milik Rei.
"Daddy tubuh Daddy bau keringat!" tawa Rei sambil bersembunyi di balik punggung Cyla.
"Bau?" ucap Alex lalu mencium tubuhnya sendiri.
"Mommy, Daddy bau keringat" ucap Rei lalu menggulung kan lengannya ke leher milik Cyla.
"Bukan Daddy Rei tapi kamu" ucap Alex.
"Sepertinya benar Rei kita terlalu lama bermain dengan kerang dan kita ikut aroma kerang itu" ucap Cyla sambil mencium aroma dari kerang di dekat mereka.
"Baiklah ayo kita mandi bersama, Mommy!" ajak Rei semangat.
"Ayo" singkat Alex yang membuat Rei menatap heran kepada ayahnya yang sudah tersenyum-senyum sendiri itu.
"Aku mengajak mommy bukan daddy" Ucap Rei sambil menatap ayahnya.
"Tapi Daddy memaksa" tegas Alex.
"Tidak bisa nanti mandinya bukan 20 menit tapi jadi jam, intinya Tidak Bisa!" tekan Rei. Cyla yang mendengar ucapan Rei tersedak dan terbatuk saat Mendengar ucapan Rei yang tentu saja artinya melakukan hal yang tidak-tidak.
__ADS_1
"Tenang saja sebentar saja" ucap Alex
"Tidak!" tegas Rei.
"Mommy kita mandi berdua saja Yaa, mau kan?" tanya Rei sambil memeluk leher ibunya erat dan mengeluarkan suara yang menggemaskan nya.
"Ma...u" Jawab Cyla gugup saat melihat tatapan tajam Alex.
"Cih" decih Alex saat mendengar jawaban Cyla yang bukan harapannya.
"Ayo mommy kita mandi dan juga bukannya Daddy bisa mandi setelah kita atau mandi di pantai saja" ucap Rei yang langsung ditatap dingin oleh Alex.
"Ayo mommy kita pergi ada badai mengamuk" bisik Rei lalu menarik Ibunya ke dalam villa. Alex menatap dingin ke arah anak laki-laki nya yang sudah berani melawan, tapi sayangnya dirinya tidak bisa memarahi Rei karena perempuan yang dia cintai dan menjadi candunya ada di dekat anak lelaki nya itu.
Alex berjalan masuk ke dalam villa dan melepaskan kacamata hitamnya. Telinganya mendengar jelas ucapan kedua mahluk yang ada di dalam kamar mandi itu.
π΄
"Waaah hati-hati Rei lantainya licin"
"Hahaha"
Alex yang mendengar tawa dan candaan di dalam kamar mandi itu langsung masuk ke dalam kamar dan mengambil pakaian ganti miliknya, karena bila dirinya lama-lama menguping kedua mahluk yang sedang melakukan mandi itu bisa-bisa dirinya mendobrak pintu kamar mandi itu dan ikut bersama mereka.
Alex yang mengambil pakaian ganti miliknya dikejutkan dengan dobrakan pintu keras yang ada di belakangnya. Nafsunya bergairah saat melihat wanita yang masih berbalut indah dengan jubah mandinya sambil menggendong anak laki-lakinya. Air yang masih menetes di wajah dan rambutnya terlihat cantik bagi Alex.
__ADS_1
"Daddy hati-hati matanya keluar" lantang Rei yang membuat Alex kembali fokus dan mengalihkan pandangannya.
"Kamar mandinya sudah kosong, Lex" ucap Cyla.
"Baiklah" singkat Alex lalu berjalan cepat ke arah kamar mandi. Cyla dan Rei yang melihat tingkah laku Alex hanya menaikan bagi bingung lalu menutup pintu kamar dan mengganti baju mereka.
Di kamar mandi~
Alex mengguyur tubuhnya di bawah air shower yang meneteskan air nya. Air itu disetel nya ke suhu yang paling dingin, bagaimana tidak di saat tubuh bagian bawahnya ingin bermain di sana akan tetapi dia memiliki janji dengan anak laki-laki nya yaitu prinsip laki-laki sejati Tidak pernah mengingkari Janjinya.
Jika Rei meminta sebuah bandara dibuat dalam satu malam dirinya akan menyanggupinya tapi ini adalah siksaan bagi seorang laki-laki yang tidak perjaka lagi. Bagaimana dirinya akan menahan nafsu selama 10 hari, satu hati saja sudah menjadi siksaan. Apalagi saat Cyla hanya menggunakan jubah mandi yang panjangnya selutut saja. Membuat kaki jenjangnya yang basah itu masih meneteskan air dan tentu dahaganya ingin mengecup lembut kaki yang tidak ada sedikitpun goresan maupun kutil.
"Ahh sial aku harus bermain sendiri hari ini!" Ucap Alex frustasi dan menaikkan suhu airnya ke paling yang dingin. Jika begini jadinya bisa-bisa dirinya harus mengguyur tubuhnya dibawah air mengalir yang bersuhu dingin hingga tulang-tulang merasakan mati rasa.
Setengah Jam sudah Alex habiskan hanya untuk membuat miliknya tertidur. Tangannya mematikan Shower itu dan menyelimuti tubuhnya dengan handuk putih bersih. Tangannya menyapu bersih air air yang menetes karena air mengalir tadi. Hingga tubuhnya kering dan tidak terasa tubuhnya sudah kering oleh air mandinya. Tangannya mengambil pakaian yang dirinya bawa, memasang celana panjang yang akan membuat tubuhnya lumayan tidak merasa kedinginan tapi sayangnya dirinya melupakan sebuah barang penting yaitu bajunya.
'Sial, kenapa aku lupa membawanya' Ucap Alex lalu berjalan keluar dari pintu kamar mandi.
ππππ₯₯ππππ₯₯ππππ₯₯πππ
π΄Aloha
Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
π΄ Spoiler Bab 114
__ADS_1
"Apa kau ingin menyentuhnya?"