My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 119


__ADS_3

Cyla hanya bisa menghela nafasnya melihat sikap percaya diri Alex untuk menikah dengannya dalam waktu 3 hari ke depan.


"Alex.." panggilan Cyla terhenti saat mobil mereka berhenti tepat di depan mansion rumah milik keluarga Johnson.


"Ada yang ingin kau tanya" tanya Alex


"ah tidak jadi" ungkap Cyla dan mengembuskan nafasnya. Dirinya harus menyimpan pertanyaannya untuk dilain waktu Karena mereka sudah sampai di mansion dan jangan lupakan pintu mobil yang sudah dibukakan oleh supir milik keluarga Alex.


"Silahkan nona, dan juga saya akan membawa tuan muda Rei ke dalam" ucap supir itu


"Tidak perlu aku saja yang membawanya" tolak Cyla dan mengendong Rek, jika dia seorang wanita lemah dan hidup dari keluarga yang kaya pastinya dirinya tidak mampu mengangkat Rei tetapi dirinya sudah lama tinggal di panti asuhan yang membuat dirinya sudah terbiasa menjaga maupun mengendong anak-anak. Ingatlah kehidupan yang akan mengajarkan seseorang menjadi lemah ataupun kuat.


Cyla menggendong Rei dan melangkahkan kakinya keluar dari mobil hitam itu. Tubuhnya berputar dan menatap Alex balik.


"Tas ku ditinggal saja aku akan mengambil nya nanti" ungkap Cyla sambil menatap Alex.


"Aku yang akan membawanya" ucap Alex dan menenteng tas yang berisi baju milik Cyla.


__ADS_1


{Gambar Alex menenteng tas}


Alex melangkahkan kakinya menuju mansion sambil mengikuti Cyla yang berada di depan. Dengan kacamata hitam dan rambutnya yang sedikit berantakan itu membuat Cyla hanya bisa menatap ke arah depan, karena jujur saja jantungnya berdetak kencang. Setelan kemeja putih, Celana panjang yang diikat dengan sabuk kulit bewarna coklat dan jangan lupakan kancing baju yang dibukakan sebanyak 3 kancing.



Bukankah itu adalah sebuah keindahan sang penglihat nya. Di saat seorang laki-laki nan tampan dan mempesona sudah memiliki aura hangat dan baik seperti malaikat. 'Hilangkah pikiran kotormu Cyla' pikir Cyla dan melanjutkan langkah kakinya cepat.


Pintu mansion itu dibukakan oleh kedua pelayan yang sudah bersiap menyambut kedua atasannya.


"Selamat datang Tuan muda sekeluarga" jelas kedua pelayan itu hormat. Cyla memberikan senyum kecilnya dan membawa Rei menuju kamar di lantai dua. Karena dirinya tidak ingin membangunkan anak laki-lakinya ini. Apalagi wajah tenang milik Rei terasa menyejukkan hati saat melihatnya.


"Jangan lupa temui aku di ruang tengah" ucap Alex memberi izin dan menyerahkan tas milik Cyla ke Butler Lalu berjalan menuju ruang tengah yang tentu saja akan ada kedua orang tuanya itu. Pintu ruang tengah itu dibuka oleh kedua pelayan dan menampilkan kedua paruh baya yang sedang menikmati ketenangan dengan teh dan yang satunya dengan koran.


Tetapi saat mereka melihat orang yang datang dari pintu yang baru dibuka sebuah senyum langsung terbit dari wajah sang wanita karena kedatangan anak laki-laki nya itu, Irene Johnson.


"Astaga anak Mom cepat duduk ada yang ingin mom tanyakan kepadamu" ucap Irene sumringah sambil menepuk Tempat duduk di sampingnya yang kosong. Alex hanya mengangguk dan berjalan melewati ayahnya yang masih senantiasa fokus dengan korannya.


"Ada apa mom?" tanah Alex to the point. Bukan karena apa hanya saja dirinya tidak ingin basa-basi dan langsung membawa Cyla ke pelaminan.

__ADS_1


"Kapan kalian akan mengadakan pernikahan? secepatnya kan?" tanya Irene yang sama dengan anaknya langsung to the point. Jiwa ibu-ibu yang menginginkan menantu secepatnya juga ikut bangkit apalagi dirinya sudah banyak mencetak foto yang dia dapatkan dari cucunya Rei dan jangan lupakan Foto itu sedang di cuci lalu dibingkai oleh yang ahli.


"Seperti biasa mom cepat tanggap aku ingin 3 hari kalau bisa sekarang juga boleh" ucap Alex percaya diri. Hingga sebuah robekan suara kertas terdengar di ruangan itu. Ya ayah Alex menatap tidak percaya dengan ucapan anak laki-laki satu-satunya dan tidak sengaja merobek koran yang sedang dibacanya dengan kasar.


"Apa kau gila nak, bahkan keluarga kita saja belum di infokan" ucap Vero yang tidak percaya.


"Aku normal dad" ucap Alex santai sambil menyilangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya.


"Dia normal sayang, dan jangan lupakan dia gila karena cinta" tambah Irene yang mendukung jawaban Anaknya itu. Vero hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu menatap istri dan anaknya yang sangat ingin cepat melaksanakan pernikahan.


'Kenapa aku bisa memiliki anak dan istri yang sama-sama tidak waras seperti ini' pikir Vero.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Besok bakal akan ada informasi tanggal kapan di adakan jadi sabar ya buat readers yang kepepet mau nikah πŸ˜–

__ADS_1


β€’Info penting dikit maaf bila author masih belum revisi semua bab, jujur aja author ngerevisi dikit-dikit dan itu juga butuh waktu yang banyak, jadi bagi yang komen typo bertebaran author nya gak respon readers ya please lah aku juga tau tapi mohon pengertian aku Update tiap hari dan itu juga nguras otak kalian baca 1 atau 2 menit bikinnya tuh 1 sampai 2 jam jadi mohon sabar misalnya udah ending atau ada sesuatu hal author bakal revisi semua kata tapi sabar author cuma manusia biasa yang banyak buat salah dan bukan seorang yang suci tanpa dosa dan kesalahan jadi mohon banget dukungan dan komen positif. Buat saran nya makasih author juga sadar author banyak Typo dan salah kata jadi please dukungan and no report atau Copyright.


__ADS_2