
"Eeeehhhhhh...." terkejut Cyla. Ia terkejut mendengar ucapan milik Alex, suaminya. Karena yang dia pikirkan sekarang adalah Alex marah karena keinginan buah masamnya tadi. Tetapi semuanya pikirannya seakan-akan menghilang seketika saat Alex mengatakan...
'Apa kamu bisa mengatakan tentang hadiah musim dingin?'
Garis bawahi hadiah musim dingin, yang artinya ini berhubungan dengan hadiah bukan alasan tentang keinginan nya dengan buah masam. Membuatnya terkejut saat mendengar alasannya tersebut.
"Ha...hadiah maksudmu hadiah musim dingin itu?" tanya Cyla memastikan pendengarannya saat ini baik-baik saja.
"Tentu saja, memang apa lagi?" jawab Alex singkat. Membuat Cyla yang mendengarnya mengeluarkan tawa kecilnya.
"Apa yang kamu tawakan?" tanya Alex bingung saat melihat Cyla istrinya tertawa manis di bawahnya.
"Hahaha, tidak-tidak hanya saja aku pikir tadi kau marah karena alasan konyol buah masam itu, tapi ternyata ini hanya tentang hadiah musim dingin" kekeh Cyla yang merasakan bahwa sikap Alex sangat menggemaskan seperti seorang anak kecil yang tidak mendapatkan hadiahnya.
'Pfft, hahahaha astaga kenapa suamiku bisa selucu ini' gemas Cyla dan meletakkan tangannya di pipi Alex yang halus. Mengusapnya pelan dan merasa bulu-bulu halus dari cukuran janggut.
'Kasar namun menyenangkan' ucap Cyla salam hari saat merasakan bulu-bulu halus itu mengenai jari-jarinya.
Cyla tidak tau bahwa Alex yang ada di atasnya menahan nafasnya. Mencoba mengendalikan gairah yang mulai bangkit kembali. Setiap sentuhan milik Cyla terasa memabukkan bagi tubuhnya. Membuat libido yang sebelumnya tenggelam karena alasan lucu milik istrinya kembali bangkit dan membuat tubuhnya menegang seketika.
"Sun..." panggil Alex yang tidak bisa menahan lagi gairah yang sudah bangkit.
"Hmmm..." jawab Cyla yang masih mengelus rahang tegas milik Alex. Cyla tidak bisa menahan tangannya untuk mengelus rahang yang memiliki bulu-bulu halus itu. Rasanya kasar namun menyenangkan saat disentuh, membuat ia ketagihan saat menyentuh nya.
"Sun..." panggil Alex kembali. Ia melihat istrinya dari tadi menyentuh rahangnya tanpa melihat nya sama sekali saat dirinya memanggil. Membuat gairahnya semakin bertambah dan bertambah.
"hmmm..." jawab Cyla kembali.
"Sun, apa kau dengar panggilanku? dan bisakah kau berhenti menyentuh rahang suamimu ini?" tanya Alex sambil memejamkan matanya sejenak.
"Ehhhhhh memangnya kenapa?" tanya Cyla bingung. Ia sudah ketagihan menyentuh rahang tegas milik suaminya dan semuanya itu sangat menyenangkan.
"Sudah ku katakan untuk berhenti bukan sun, jika kau tidak berhenti kau akan membangkitkan sesuatu yang tidak seharusnya bangkit" ucap Alex dan menggenggam erat tangan kanan milik Cyla.
Tangan kanan yang dari tadi mengelus salah satu titik negatif miliknya. Sebuah sentuhan yang membangkitkan rasa nyaman dan rasa gairah miliknya.
"Bangkit? apa yang sudah ku bangkitkan memangnya?" tanya Cyla yang tidak paham dengan ucapan Alex, suaminya.
"Kau ingin tau?"
"Ya, memangnya apa?" tanya Cyla polos tanpa tau bahwa serigala berbulu di atasnya sudah ia bangunkan karena sentuhan yang ia berikan.
__ADS_1
"Sun, kau belum memberikan ku hadiah musim dingin bukan?" ucap Alex dan diangguki Cyla pelan. 'sepertinya begitu, karena seingatku Alex memang belum diberikan' pikir Cyla yang mengingat-ingat siapa saja yang sudah ia berikan hadiah musim dingin.
"Kalau begitu sepertinya kamu akan memberikan hadiah musim dinginnya di sini" senyum Alex.
"Hadiah?"
"Ya, hadiah yang bisa membuatku bahagia dan membuatmu nyaman" bisik Alex yang dengan lembut mengigit telinga kanan milik Cyla.
"Tu..tunggu mo...moon kamu tidak mungkin melakukan nya kan?" tanya Cyla yang menyadari maksud dari pernyataan milik Alex.
"Sayangnya sudah terlambat" bisik Alex yang mulai memainkan jari-jarinya dengan lihai. Membuka, membelai dan membiarkan suara des*han milik Cyla memenuhi ruangan tersebut. Alex memulai semua gerakan nya dan mentutaskan setiap gairah yang ada di dalam tubuhnya.
Hingga pemandangan langit malam yang dipenuhi bintang itu berganti menjadi langit cerah dengan sinar matahari yang mulai bangkit secara perlahan.
Sinar lembut itu mengenai permukaan kulit polos tanpa busana milik seorang wanita. Seorang wanita yang sedang tertidur di balik selimut bermotif bunga-bunga. Dimana bunga-bunga yang ada di dekat jendela menarik perhatian burung-burung yang ada.
Kicauan burung itu terdengar merdu, saking merdunya membuat orang yang tersembunyi di balik sembunyi itu membuka matanya secara perlahan melihat ke arah sinar matahari yang lewat dari celah-celah yang ada.
"ehmmmm, pagi..." ucap Cyla sambil mengeluarkan senyum manisnya. Ia duduk secara perlahan dan merasakan rasa sakit di punggungnya, matanya mengernyit dan mencoba mengingat apa yang terjadi kemarin.
"Hah, aku harus cepat-cepat mandi dan berganti baju" lanjut Cyla yang melepas pelukan angkuh milik Alex perlahan-lahan. Menganti nya dengan guling dan berjalan telanj*ng ke arah kamar mandi.
Cyla masih mengingat bahwa dirinya memiliki janji dengan ayah kandungnya di pagi hari. Membuatnya tidak bisa bersantai atau menahan malu lebih lama lagi di atas ranjang.
Cyla membersihkan seluruh tubuhnya yang lengket karena kegiatan tadi malam, mengganti baju lalu membuka pintu kamar tanpa suara. Ia tidak ingin membangunkan Alex yang sedang tertidur nyenyak di atas ranjang. Membuat nya menutup pintu secara perlahan-lahan.
"Huh, berhasil" gumam Cyla yang berhasil menutup pintu tanpa suara dan berjalan menuju ruangan yang sudah dijanjikan.
Pintu itu dibuka pelan oleh seorang pelayan yang berjaga, membuat Cyla mengeluarkan senyum nya dan masuk ke dalam ruang tersebut. Matanya menangkap sesosok laki-laki paruh baya yang sedang berdiri sambil memandang pemandangan di pagi hari. Senyumnya elegan dan penuh dengan kehangatan, membuat hati Cyla merasakan rasa nyaman saat melihatnya.
"A..ayah" panggil Cyla gugup. Ia sudah mencoba berlatih untuk memanggil kata 'ayah' tapi tetap saja ada sebuah kegugupan di sela-sela kalimatnya.
"Ternyata kamu sudah sampai, kemarilah ayah akan memberi tau mu apa yang akan ayah katakan padamu" senyum Lion yang diangguki pelan oleh Cyla.
Cyla berjalan mendekat ke arah ayahnya, menatap laki-laki paruh baya itu dan merasakan bau obat-obatan herbal di tubuhnya.
"Kau pasti mencium bau obat herbal di tubuh ayahmu ini, bukan?" ucap Lion yang sadar akan sikap putrinya.
"Ehmm ya, bau obat herbal yang sangat kuat"
__ADS_1
"Hahaha, jika bagimu ini tidak nyaman maafkan ayahmu ini karena ibumu hanya menyukai bau-bau tanaman" kekeh Lion.
"Ibu?"
"Ya ibumu, dan ayah di sini ingin meminta mu untuk menemani ibumu melakukan rutinitas di pagi harinya" hangat Lion yang sadar bahwa satu-satunya obat untuk menyembuhkan istrinya hanyalah anak perempuan nya.
"Rutinitas pagi?"
"Ya, seperti jalan-jalan, melihat pemandangan, dan juga memberikan nya sarapan" jelas Lion yang hafal dengan rutinitas pagi milik istrinya.
"jadi apa kau ingin menemani ibumu?" lanjut Lion yang tidak ingin memaksa anaknya walaupun ia tau bahwa anaknya adalah penawar terbaik milik istrinya.
"Apa aku boleh menemani i...ibuku?" tanya Cyla gugup.
"Tentu saja, dan jika kau sudah siap kau bisa membawa ibumu sekarang karena ibumu sudah ada di belakang mu" ucap Lion yang menatap ke arah belakang Cyla hangat.
Cyla yang menatap ke arah Lion berbalik dan melihat sesosok wanita paruh baya di atas kursi roda. Wanita itu terlihat anggun dan anggun walaupun wajahnya tidak memiliki ekspresi, ia merupakan wanita tercantik yang pernah Cyla lihat seumur hidupnya.
'Tidak ku sangka ibuku akan secantik ini saat di pagi hari' kagum Cyla yang melihat kecantikan agung milik ibunya.
"Pergilah, perawat dan perawat akan menemani dan mengikuti mu dari belakang" ucap Lion yang dianggaki pelan oleh Cyla. Cyla berjalan melangkah ke arah ibunya, mengambil pegangan kursi roda itu dan menarik nafasnya pelan.
'Hufff, baiklah mari kita mulai kegiatan hari ini bersama ibuku' senyum Cyla yang mulai mendorong pelan kursi roda tersebut.
πππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Hai guys cuma mau bilang buat yang bilang Extra part ini bertele-tele, maaf nih ya saya tuh udah mikirin buat bikin time skipnya di bagian mana aja dan juga apa kalian pikir menyembuhkan penyakit orang gila tuh mudah?
Kaga kali! ya GG aja kalau mudah dan juga ku kasih spoiler nih ye setelah ibu Cyla sembuh nanti bakal ada bagian HM, Preg, Give birth, dan selesai deh!!!! (Extra part nya sisa dikit lagi nih)
Dilanjutkan dengan Sequel, jadi buat yang gak suka ya udah gak usah dibaca udah end juga. Ini tuh cuma buat nyelesain teka-teki aja Β°^Β° huhuhuhu, jadi silahkan mundur alon-alon. Saya gak pernah maksa kalian buat baca Extra Part, okay. PLEASE CALM DOWN
β’Dan juga Extra part berikutnya akan dipenuhi dengan kehangatan milik Cyla dan ibunya Jasmine. Dimana setiap senyuman yang akan diberikan Cyla akan menghasilkan sebuah senyuman milik ibunya....
sekian terima kasih,Β Mata Ne~
SabarSebentarLagiNambahUmur
__ADS_1