My Hot Daddy

My Hot Daddy
Kesiangan


__ADS_3

Karena terlalu kelelahan atau apa, William dan Olivia kesiangan.


Mereka tidak akan terbangun jika tidak mendapatkan gedoran di pintu kamar mereka berdua.


Brak...Brak...Brak...


" William! Olivia! Bangun...." Itu suara pemilik rumah.


Itu suara nyonya besar yang menguasai rumah ini. Maka dengan itu William yang terbangun langsung lompat dari tempat tidur saat mendengar suara kegaduhan yang di timbulkan oleh ibunya di luar sana.


" William!" Teriaknya lagi semakin kencang hingga membuatnya semakin gugup dan bingung cara menghadapi ibunya nanti.


" Williammmmm...!"


Ceklek...


" Ibu..."


Plak...Plak ..Plak...


" Ahhhkkk...ibu ampun ibu ampun..."


" Rasakan kau, rasakan. "


Plak...plak...plak...


" Ampun ibu...Ampun. " William terus saja meminta maaf karena ibunya yang memukulinya dengan begitu brutal.


Bahkan ibunya tidak memberinya ampun sedikit pun padahal dia sudah meminta maaf.


Nyonya Matilda sendiri dia meluapkan kekesalan hatinya saat mendengar suara-suara menyeramkan tadi malam.


Dia tidak bodoh dan dia mengerti suara apa itu. Awalnya dia kaget saat Andrew mendatangi kamarnya dan mengatakan bahwa Mom olive seperti tengah kesakitan.


Penuturan dari Andrew membuat Nyonya Matilda panik karena usia kandungan seperti ini pasti sering mengalami kram dan kontraksi yang mulai untuk mencari jalan lahir sang janin.

__ADS_1


Tapi kepanikan Nyonya Matilda berubah menjadi Boomerang saat dia mendengar suara menyeramkan itu.


Dia tau betul bahwa itu bukan suara kesakitan karena kandungannya tapi suara kesakitan penuh nikmat.


Mendengar hal itu Nyonya Matilda geram sendiri. Apalagi Andrew yang terus saja bertanya kenapa mereka tidak masuk untuk menolong Mom Olive.


Nyonya Matilda bahkan sampai memutar otaknya untuk memberikan jawaban pada Andrew dan beruntung nak pintar luar biasa itu mengerti dengan penjelasan sang nenek.


Dan pagi ini saatnya dia memberikan pembalasan yang luar biasa bagi putranya yang tidak bisa menahan hasratnya itu.


" Huh...Huh...Huh..." Nyonya Matilda mengatur nafasnya setelah banyak menghabiskan tenaga karena menghajar putranya sepagi ini.


Plak !


" Ibu...." William kaget dan merasakan panas di dadanya saat tangan sang itu memberikan bekas cap 5 jari untuk dirinya.


" Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiran kalian berdua terutama kamu William. Tidak tau kah kamu jika wanita hamil itu tidak boleh sembarangan melakukan hubungan badan seperti itu ? Apalagi mendengar suara ******* kalian berdua itu benar-benar membuat kepala ibu berasap. Rasanya ibu ingin menerjang pintu sialan ini tadi malam untuk menghentikan suara-suara mengerikan kalian berdua!" William yang tadinya menunduk kini langsung memberanikan dirinya untuk menatap sang ibu yang terlihat sangat kesal dan marah padanya.


" Apa ?" Tanya ibunya yang semakin menatap tajam pada William yang terlihat merasa kaget dan heran sekaligus dengan ibunya.


Sadar kan kesalahan dan kelalaiannya William langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengecek apakah dia tidak menghidupkan peredam suara dan ternyata dia memang tidak menghidupkan itu.


Jadi pantas saja jika ibunya mendengar suara ******* nakal mereka berdua tadi malam.


" Ibu--"


" Kenapa ? Baru menyadari bahwa kau salah iya ?" William hanya bisa menganggukkan kepalanya karena dia memang merasa bersalah dengan apa yang dilakukanya tadi malam.


" Dan ini lagi, Ini kenapa bisa ada bekas ini ? Ya Tuhan, rasanya aku akan berasap setiap hari jika tinggal bersama kalian semua. Aku bisa gila William. "


" Ibu maaf, Aku tidak akan melakukan itu tadi malam jika bukan Olivia yang memancingku. Aku sudah berusaha menahan semuanya tapi Olivia terus saja menggoda ku hingga aku juga terhanyut dan kami melakukan hal itu. " Jawabnya dengan jujur karena memang itu yang terjadi.


Bukan maksud William untuk menyalahkan Olivia, tapi memang jika bukan Olivia yang menggodanya William tidak akan tergoda karena dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk tidak melakukan itu pada Olivia.


Tapi kenyataannya dia kalah. Dia benar-benar kalah dengan Olivia yang terus saja menggodanya hingga membuatnya luluh lantah pada pesona ibu hamil itu.

__ADS_1


" Terserah kalian! Aku bosan dengan alasan kalian yang menyebalkan itu. Jadi terserah kalian saja. " Nyonya Matilda pun meninggalkan William di depan pintu kamarnya.


Setelah kepergian ibunya dia baru merasakan bekas yang di tinggalkan ibunya di tubuh kekar William.


" Aku tidak tau kenapa ibu bisa memiliki tenaga sekuat itu. Bahkan rasanya usianya masih seperti wanita 30 tahunan. padahal usianya sudah 56 tahun. " Ucap William sambil menatap punggung ibunya yang semakin menjauh darinya.


Dia kembali masuk ke dalam kamarnya setelah ibunya pergi. William kembali menghampiri tempat tidurnya dimana Olivia berada.


Cup...


" Aku mandi dulu Baby..." William hendak meninggalkan Olivia namun lengannya di cegah oleh wanita kecintaannya.


" Sejak kapan kamu bangun Baby ? Apa ada yang sakit ?" Olivia menggelengkan kepalanya dengan ragu karena jujur dia merasa sangat mu dan bersalah pada William.


Jika saja tadi malam dia tidak semengerikan itu untuk menggoda William pasti saat ini William tidak di hajar habis-habisan oleh ibunya.


" Maafkan aku Hubby, karena aku kamu di pukul ibu. " Ternyata ini yang menganggu pikiran Olivia hingga meminta maaf padanya.


Dia tidak menyangka jika ulahnya tadi malam berakibat fatal bagi William hingga harus menerima kemarahan dari ibunya.


" Sudahlah Baby, aku baik-baik saja. Anggap saja ini hadiah dari ibu untuk ku sebagai tanda rasa kasih sayangnya terhadapmu karena ibu tidak ingin ibu dan calon cucunya terluka. Jadi aku menerima semua ini. "


" Tapi lihatlah, dada kamu merah semua. " Tunjuk Olivia pada dada bidang Willian yang menampilkan bekas pukulan dan cubitan dari ibunya.


Yang lebih membuatnya malu adalah tanda cinta yang sengaja di buatnya tadi malam di batang leher serta dada William.


Sungguh, Olivia sangat malu melihat itu.


" Aku bahkan senang saat mendapatkan tanda cinta dari mu. Aku suka itu. " Bisik William dengan nakal di telinga Olivia hingga membuat wanita itu langsung kembali menyembunyikan wajahnya di balik selimut tebalnya.


" Sudah jangan tidur lagi. Kamu harus makan setelah ini. "


" Hubby saja yang mandi lebih dulu. Aku nanti. "


...💦💦💦...

__ADS_1


__ADS_2