My Hot Daddy

My Hot Daddy
Exp 2


__ADS_3

Alex yang memeluk Cyla merubah posisinya secara perlahan, membiarkan Cyla berada di bawahnya dan mengunci pergerakan Cyla. Cyla yang tadinya ingin melarikan diri tidak bisa apa-apa di saat semua perlawanan miliknya di segel tanpa rasa cemas.


"Alex..." panggil Cyla pelan.


"Kau tau Cyla, kau adalah perempuan paling manis yang pernah ku lihat" senyum Alex dan mencium bibir Cyla serakah.


"ahn!"


Itu adalah ciuman yang serakah memberikan kenikmatan tersendiri. Tangannya yang tadinya berada di samping tubuh Cyla bergerak bebas. Memainkan setiap hal yang ada di miliknya dan membuka apa yang melekat di tubuh milik Cyla.


"A.. Alex" panggil Cyla.


"Mari kita lakukan semuanya malam ini, Cyla" smirk Alex yang memulai semuanya dengan lembut dan gairah. Semua hal yang dilakukan Alex membuat Cyla lupa akan waktu yang dilaluinya.


Hingga matahari datang mengunjungi mereka menghilangkan sinar bulan dan memaksa orang yang ada di atas ranjang itu terbangun. Matanya yang lelah melihat ke arah cahaya terang di antara sela-sela gorden panjang bewarna hitam. Suara menguap dan ringgisan kesakitan terdengar di ruangan sepi.


"Hoa....arghhhh sakit" ringis Cyla di sela-sela menguapnya. Dirinya mencoba untuk berdiri tapi sayangnya tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Bahkan saat ini dirinya sedang berada di lantai karena terjatuh.


'ada apa dengan pinggangku?' bingung Cyla yang merasakan kesakitan.


Ia bangun di pagi hari untuk mengambil air yang ada di atas meja. Hanya saja tangan dan kakinya tidak bisa bergerak dan merasakan sakit yang tidak tertahankan. Sehingga membuat dirinya jatuh dari lantai sebelum mengambil air minumnya.


"Apa yang kau lakukan di bawah, Cyla?" tanya Alex yang terbangun dari tidurnya.


"a...ah itu air" jawab Cyla gugup.


Dia kehausan karena pertempuran Alex dengan dirinya tadi malam membuatnya tertidur lelap. Kemudian di saat dirinya terbangun dia sangat kehausan.


"Ada lagi?" tanya Alex yang sudah memberikan Cyla segelas air putih.


"Kamar mandi..." ucap Cyla pelan.


"Aku baru tau istriku ternyata mengajakku mandi" ucap Alex sambil menghindari guling yang dilemparkan oleh Cyla.


"Jangan aneh-aneh Al...awch" ringis Cyla yang roboh kembali saat mencoba untuk berdiri. Pinggang nya merasakan rasa nyeri dan dia tidak bisa bergerak selain di lantai.


"Mau ku bantu?" tawar Alex sambil mengembalikan guling yang dilemparkan oleh Alex ke atas ranjang.

__ADS_1


"Tidak-tidak perlu" tolak Cyla yang mencoba berdiri dan hasilnya tetap sama. Tubuhnya yang lemah tidak bisa mengikuti hatinya yang mencoba menolak mentah-mentah Alex.


"Keras kepala" ucap Alex yang mengangkat Cyla dan membawanya menuju ke kamar mandi.


"Ehhhhh, tunggu apa yang kamu lakukan Lex?" tanya Cyla yang berada di dalam gendongan Alex.


"Tentu saja membawamu ke kamar mandi" jelas Alex yang sudah membuka pintu kamar mandi dan menginjakkan kakinya ke ruangan lembab dan mengunci pintu kamar mandi dari dalam.


"A...Alex Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Cyla gugup.


"Tentu saja mandi, bukan?" smirk Alex sambil mengeluarkan senyum menggodanya.


"Tung...tunggu Alex... ah" Des*h Cyla memulai pagi hari yang indah ini.



Dimana air mengguyur tubuh mereka dengan suhunya dan membawa kelembapan yang ada ke area kulit mereka. Membuat mandi di pagi hari ini di penuhi dengan kebahagian dan keromantisan yang luar biasa banyaknya.


Sampai sebuah sinar matahari yang mulai menampilkan dirinya saja tidak membuat mereka berhenti untuk melakukan nya.


Tuk** Tuk** Tuk***


"Daddy, dimana mommy?" tanya Rei yang berada tepat di depan pintu kamar ayahnya.


"Mommy mu sedang tidur" jelas Alex dingin.


Dirinya baru saja menyelesaikan mandinya bersama dengan Cyla dan meletakkan Cyla yang kelelahan di atas tempat tidur. Tapi sayangnya sebuah ketukan pintu mengganggu kecupan selamat tidur miliknya.


'Ahh ala benar-benar aku harus membuang anak ini?' pikir Alex jengkel.


"Benarkah?" ucap Rei yang tidak percaya dan mencoba menengok ke dalam kamar. Namun sayangnya Alex menutupi pintu dan memegang pucuk kepala milik Rei keras.


"Jika kamu ingin adik, Daddy berharap kamu tidak menggangu Rei" dingin Alex yang mencoba untuk menutupi kondisi Cyla. Dimana saat ini Cyla hanya berbalut kan sebuah selimut bewarna putih.


"Laki-laki atau perempuan?" tanya Rei.


"Kalau laki-laki?"

__ADS_1


"Jika laki-laki aku tidak akan mengganggu" jelas Rei.


"bila perempuan?" tanya Alex yang mencoba memberi penawaran kepada anaknya.


"Bila perempuan aku akan mengganggu Daddy dan meminta mommy untuk tidur denganku" senyum Rei.


"Hah, baiklah-baiklah kalau begitu sana pergi" usir Alex yang tidak ingin berlama-lama bersama anaknya.


"Dasar jelek" ejek Rei lalu pergi menjauh dari kamar ayahnya.


Alex yang melihat kepergian anaknya hanya bisa menghela nafas lega. Karena dia bisa merahasiakan tindakannya yang mungkin sedikit kasar. Terutama dengan tubuh Cyla yang membuatnya sangat menggoda itu.


'Baiklah, mari kita kembali' pikir Alex yang menutup kembali pintu kamarnya dan menguncinya lagi. Alex yang menutup pintu kamarnya tidak tau bahwa ketiga orang yang berada di dekat sana melihatnya.


"Apa yang kau lihat, Rei?" tanya Irene yang bersembunyi di balik dinding.


"Tidak ada yang bisa ku lihat selain pakaian di lantai" jelas Rei menjawab pertanyaan dari neneknya.


"Hmm, seperti nya anakku lebih liar dari dugaanku" timpal Vero dan menyentuh dagunya.


"Like a father like a son" sindir Irene ke arah suaminya.


"tunggu maksudmu ku juga liar?"


"Entahlah siapa tau" ucap Irene dan meninggalkan suaminya.


"Rei, opa tinggal dulu ya" pamit Vero dan mengejar Irene. Rei yang melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya.


'Sepertinya tidak ada yang normal di keluarga ku' pikir Rei.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Bukannya saya ingkar janji kepada kalian yang sudah menunggu. Tapi dua bab yang sudah saya tulis ditolak! sehingga saya harus memotong Satu setengah bab! (info my Ig)

__ADS_1


Jika ada pertanyaan silahkan DM Ig saya : @dna2005_


!description not available! (my identity)


__ADS_2