
Jika bukan karena hal yang menyangkut gaji dan liburan tidak mungkin dia akan berada di sini. Membuat Erika mengeluarkan emosinya yang ternyata melebih ekspetasi Rangga. Sebenarnya Rangga hanya mengeluarkan argumen yang simpel saja mengikuti otaknya yang encer. Siapa sangka malah membuat Erika yang merupakan target dari tuannya seperti itu.
"Huft dari pada memikirkan hal-hal tersebut lebih baik memikirkan liburan" ucap Rangga kepada dirinya sendiri dan menatap supir yang merupakan supir pribadi atasannya.
"ada apa tuan Rangga?" tanya supir tersebut gugup.
"Hmm kau tau tempat liburan yang cocok untuk merilekskan tubuh dan otak tidak?" tanya Rangga. Semenjak kecil dirinya tidak pernah pergi liburan. Jika waktu sekolah ada jadwal tamasya atau rekreasi maka dia lebih memilih untuk kerja sambilan.
Hidup sendirian dan semua hal dilakukan untuk diri sendiri itulah makna hidupnya. Hingga dia bertemu dengan Leon di saat Kuliah. Membuat hidup Rangga berubah dan tidak terlalu menyendiri. Sampai sekarang dia bekerja dengan Leon dan melakukan pekerjaan nya dengan baik dan benar.
Namun karena kedisiplinan dan tanggung jawab yang selalu dia usahakan terbaik. Membuat hidupnya menjadi penuh dengan kata Kerja, kerja, dan Kerja. Tidak ada namanya liburan walau Rangga sering ikut pergi ke luar negeri bersama atasannya.
Karena Rangga merupakan sekretaris yang merangkap ke asisten pribadi. Sampai sekarang Rangga saja masih mengingat warna celana dalam yang di sukai tuannya.
"Hijau tosca" gumam Rangga.
"Tuan Rangga, tuang Rangga anda mendengar ucapan saya?" panggil supir membuat Rangga yang berpikir sejenak kembali sadar.
"Apa tadi aku terpikir sesuatu jadi Tidka mendengar nya" ucap Rangga.
"Tidak apa-apa tuan, saya cuma bertanya tuan ingin liburan dimana luar atau dalam negeri?" tanya supir.
"Di negara Indonesia saja karena luar negeri sudah terlalu banyak yang ku kunjungi" walau itu merupakan urusan kerja, sambung Rangga di dalam hati.
"Bagaimana dengan Bali, di sana ada pantai yang terkenal dan jangan lupakan pesonanya yang indah" saran supir.
"hmm"
"Di tambah anda mungkin bisa mencuci mata anda di daerah pantai, tuan" tambah supir. Rangga yang mendengar nya hanya bisa tertawa.
"hahaha kau tidak perlu memberikan alasan seperti itu, bahkan di maskapai penerbangan juga ada yang seperti itu" tawa Rangga.
__ADS_1
"Kali saja tuan mau, apalagi tuan kan sudah sendiri selama 30 tahun lebih dan belum punya pacar sama sekali lagi" ucap Supir.
"Kau menyindir ku yaa, aku akan menikah bila tuan Leon sudah punya istri dan juga tuan Leon sampai sekarang saja masih aku yang menjadi asisten nya yang bisa diartikan baby sitter nya" tukas Rangga jujur.
"Anda harus semangat bekerja tuan" ucap supir.
"Ya ya lebih baik lajukan mobilnya, aku tidak ingin gajihku terbuang" ucap Rangga mengakhiri pembicaraan.
Sesampainya di apartemen~
Rangga mendapatkan cek yang memiliki angka 0 lebih banyak daripada biasanya dengan sebuah kunci mobil sport bermerek Ferrari.
"I..ini tidak bercanda?" tanya Rangga mempastikan.
"Aku sudah menambahkan enol nya satu tapi Alex menambahkan satu lagi" jelas Leon singkat.
"Jelas tidak boleh jika kau melakukan nya aku akan memanipulasi surat kontrak kerja menjadi seumur hidup" ucap Leon tegas.
"Tapi tuan ini cek berisi uang sebanyak satu milyar lima ratus juta, ini cukup menghidupi saya selama bertahun-tahun" jelas Rangga dan menunjukkan angka enol yang tertulis di sana. Kalau saja tuannya sedang buta angka dan lupa nominal.
"Tidak apa-apa Rangga ini adalah apresiasi mu melakukan pekerjaan dan angka enol yang ku berikan itu tidak seberapa. Itu hanyalah angka kecil dari yang terkecil" jelas Alex dan menepuk pundak Rangga.
"Kalau begitu mobil Ferrari ini"
"Ambil saja kalau kau tidak suka warna merah ada warna hijau, hitam dan gold di rumahku" ucap Alex percaya diri. Semua hal yang dia berikan akan dia dapatkan kembali dengan kerja keras dan tentunya kebahagiaan karena membuat hidup wanita j*l*ng tersebut mulai menderita. Pikiran Alex yang tenang dan pikiran Rangga yang terkejut tidak main.
Sudah cukup atasan yang memiliki ide yang aneh namun memiliki uang banyak. Sekarang dirinya seperti memiliki dua atasan, yang dimana calon adik ipar bossnya itu merupakan orang terkaya di dunia.
'Jika uang satu milyar lebih saja dianggap kecil dan mobil Ferrari bagaikan baju lemari, sepertinya aku harus berlibur lebih cepat kali ini' pikir Rangga. Rangga menarik nafasnya mengontrol setiap pikirannya dan membiarkan kedua orang yang ada di hadapannya berbicara dengan serius.
__ADS_1
"Ini mungkin akan berefek kepada imagenya saja" tukas Leon.
"Jika image hanya memiliki kerugian yang sedikit untuknya dan lebih penting pendukung nya mungkin sedang menyelidiki hal ini" serius Alex.
Walau rencana pertama telah berhasil tetapi hal yang baru terjadi ini belum mempastikan kehidupan mereka aman dan pernikahan yang sebentar lagi akan dilaksanakan berjalan mulus.
Karena kondisi mulus itu didapatkan dari banyaknya pengorbanan dan usaha yang keras. Dalam mencapai suatu hal yang diinginkan oleh mahluk hidup.
"Dan jika mereka mengetahui siapa yang melakukannya mungkin ini akan berjalan lebih sulit dari yang kita pikirkan" ucap Leon.
"Aku akan menelpon ayahku untuk menanyakan perkembangannya" ucap Alex yang ingin mengambil handphone dari sakunya tetapi dihentikan oleh Leon.
"Tidak perlu mungkin ayahmu juga sedang sibuk dan tidak ingin diganggu. Daripada kamu menggangu ayahmu nantinya lebih baik kamu kembali ke tempat Cyla" ucap Leon mengentikan aksi Alex.
"untuk?"
"Tentu saja untuk menjaganya karena bahaya bisa saja datang ke tempat adikku dan juga kali saja adikku akan salah paham dengamu, kau tau maksudku bukan?" jelas Leon.
"Baiklah aku akan mengirimkan tangan kananku untuk membantumu" ucap Alex.
"Baiklah" singkat Leon.
Mereka berpisah dari tempat yang sama menuju tempat yang berbeda. Namun kedua orang tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan kebahagiaan untuk diri sendiri maupun untuk orang yang dicintai.
"Ku harap kamu baik-baik saja Cyla" gumam Leon.
ππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
__ADS_1
β’Ada yang pengen jadi Rangga lagi? kali aja mau gajih satu milyar jarang-jarang ada sekretaris yang punya gajih sebesar itu^^