My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 181


__ADS_3

Tali yang mengekang tubuhnya di lepaskan, tubuhnya yang terluka di rebahkan di atas bangkar rumah sakit. Suara sirene mobil ambulance memenuhi kawasan pelabuhan. Ditemani tetesan dari sebuah cairan bening bernama infus.


Alat pernafasan juga diletakkan di wajah cantiknya itu. Terdengar suara yang samar di dekatnya dan panggilan nama yang indah untuknya.


"Cyla..." panggil seseorang. Dia lebih memilih untuk ikut ke dalam mobil ambulance yang dipenuhi dengan bau antiseptik dan sebagainya daripada masuk ke dalam mobil militer yang baru datang.


"Ibu dan anakmu akan menyusulmu ke rumah sakit" ucap Vero kepada anak laki-lakinya yang duduk di dalam ambulance.


"Baik dan juga Dad saya harap orang-oranh yang masih hidup itu dikurung di dalam sel bawah tanah dulu" dingin Alex. Ya Alex sedang duduk di dalam ambulance yang akan berangkat ke rumah sakit, menemani Cyla yang merupakan satu-satunya perempuan yang sangat dicintainya.


"Apa kau ingin menyelesaikan nya secara sendiri saja?" tanya Vero.


"Beberapa akan ku urus sendiri sedangkan untuk Felentino lihat apa yang didapatkan oleh Kelompok Leon terlebih dahulu" dingin Alex.


Sebenarnya ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Felentino secepat mungkin. Hanya saja kondisi Cyla lebih penting dari masalah apapun. Apalagi dengan luka yang ada di tubuh perempuan itu sudah pasti akan infeksi karena terkena banyak air laut. Sudah pasti luka yang diderita Cyla akan sangat menyakitkan karena larutan garam yang berasal dari laut.


"Dad akan mengusahakan nya dan juga untuk mayat Erika apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Vero. Erika yang terkena tembakan di bagian dadanya harus meninggalkan dunia selama-lamanya. Membuat tubuh Erika yang berdarah di angkat oleh mobil kemiliteran yang baru datang.


"Oh mayat wanita itu, bakar saja lalu buang abunya ke laut" jawab Alex datar.


"Apa itu tidak terlalu sadis nak?" tanya Vero ragu. Bagaimanapun juga Erika merupakan mantan istri Alex dan merupakan kekasih yang paling Alex sayangi dulu. Membuat Vero sedikit tidak yakin dengan ucapan anak laki-lakinya sendiri.


"Itu termasuk kebaikan hatimu Dad Karena dia melahirkan Rei dan membuatku mengenal Cyla dan seharusnya arwahnya bersyukur abu yang dibakar nanti tidak akan di buang di tempat sampah" jelas Alex.


"Hah... baiklah Dad akan menyelesaikan nya dan ingat jangan lupa hubungi keluarga Cyla mereka pasti lebih khawatir seperti kamu" tukas Vero dan pergi meninggalkan anak laki-lakinya. Menyelesaikan tugas miliknya untuk mengurus mayat dan orang-orang yang telah ditangkap. Terutama Felentino yang merupakan keponakan nya harus diurus dengan cara kekeluargaan dan juga hukum tentunya.


Saat Vero berbalik pergi, mobil ambulance pintu bagian belakangnya sudah tertutup dan siap mengantar pasien ke rumah sakit ternama. Dengan suara sirene ambulance, mobil bewarna putih itu pergi meninggalkan tempat pelabuhan.


Alex yang berada di dalam mobil ambulance menggenggam erat tangan milik Cyla dan mencium wajahnya lembut. Kasih sayang miliknya ia curahkan ke arah Cyla. Alex tidak ingin kehilangan Cyla walaupun sedikitpun, dan dirinya tidak ingin Cyla pergi jauh darinya. Karena sudah cukup untuk hari melelahkan seperti hari ini.

__ADS_1


Hari dimana dia harus menahan semua kerinduan miliknya, menahan rasa ingin memeluk Cyla. Semua yang ingin dia lakukan kepada Cyla secara hangat dan romantis harus ia tahan untuk menyelamatkan tugasnya.



Memberikan hukuman kepada orang-orang yang telah melukai gadisnya dan membuat semuanya merasakan kemarahan miliknya nanti. Entah apa yang akan dia lakukan kepada orang-orang yang mencoba melawannya tadi.


"Apa aku harus melakukan TKP untuk bawahan Felentino?" gumam Alex.


TKP merupakan singkatan dari kata tarik, keluar, proses yang artinya tarik berarti menandakan tulang-tulang orang-orang itu akan ditarik sampai lepas, keluar dimana pembuangan mayat bisa di Laut, ataupun pembuangan sampah dan yang terkahir proses yang merupakan penyelesaian dalam kerja.


Alex sudah lama tidak menggunakan cara-cara TKP kepada orang-orang karena hanya saat masih dalam kondisi menjadi manusia tak berhati dan mengganggap semua orang adalah mahluk yang tidak berguna. Menghukum lawannya menggunakan cara kekerasan dan membiarkan hidup mereka menjadi sia-sia di dunia karena berurusan dengannya.


Saat Alex memikirkan cara mengurus orang-orang yang merupakan bawahan milik Felentino. Tangan yang saat ini ia genggam menunjukkan sebuah gerakan kecil. Membuat diri Alex terkejut dan menatap wajah Cyla secepatnya mungkin. Mengalihkan semua pikirannya tadi ke arah Cyla.


"Cyla apa kamu bisa mendengar suaraku?" tanya Alex yang masih menggenggam erat tangan milik Cyla.


"A....Lex'" panggil Cyla lemah.


"Tenang Cyla aku di sini, apapun yang terjadi kamu akan baik-baik saja" ucap Alex kepada Cyla dan mengecup dahi milik Cyla.


"Te....rima...kasih Lex" ucap Cyla terbata-bata dan menutup matanya pelan.


Ekspresi Alex khawatir saat mata Cyla tertutup dan alat detak jantung yang terpasang mulai menurun drastis membuat para perawat yang ada di dalam mobil ambulance khawatir.


"Kondisi pasien semakin melemah penurunan mencapai angka 40" ucap perawat dan mengambil alat-alat lainnya.


"Apa katamu, Cyla" gugup Alex saat mendengar kalimat perawat dan dokter yang ada di sana.


"Tambah kecepatan untuk ke rumah sakit kondisi pasien semakin kritis" ucap Dokter meminta mobil dipercepat.

__ADS_1


Mobil yang tadinya berkecepatan sedang menjadi semakin cepat dan membelah lalu lintas New York. Suara sirene ambulance diganti menjadi suara sirene yang mengartikan bahwa pasien darurat. Mobil-mobil yang menghalangi jalan langsung menepi dan membiarkan mobil ambulance ke rumah sakit.


"Katakan padaku apa yang terjadi kepada Cyla!?" tanya Alex khawatir.


"Apa anda memiliki buku data kesehatan atau riwayat kesehatan pasien? jika anda memilikinya mohon secepatnya berikan kepada kami" ucap dokter.


"Apa riwayat kesehatannya sangat diperlukan?" tanya Alex.


"Sebenarnya itu bisa dilakukan nanti tetapi menurut pengamatan saya pasien memiliki penyakit yang membahayakan dan luka-luka yang didapatkan nya mampu membuat pasien krisis. Jadi apa anda memilikinya?" jelas dokter tersebut.


"Aku akan menelpon pihak keluarganya dan secepatnya aku akan memberikan informasi jadi lakukan yang terbaik terhadap tunanganku!" tegas Alex.


Pintu belakang mobil ambulance terbuka dan semua petugas langsung mengambil bangkar pasien. Menarik tempat tidur itu dan masuk ke dalam rumah sakit secepatnya. Alex yang berada di belakang langsung menelpon panti asuhan yang merupakan orang tua angkat Cyla.


Bagaimanapun juga Cyla dibesarkan di panti asuhan dan semua data maupun informasi penting pasti masih berada di panti asuhan yang menampung Cyla. Beruntungnya Alex sudah meminta nomor panti asuhan dari Cyla dan menelepon orang tersebut secepatnya.


Kring** Kring**


"Sial, cepatlah diangkat" kesal Alex dan saat deringan telpon itu berhenti dan menunjukkan sebuah detik telpon suara paruh baya terdengar dari telpon miliknya.


"Halo, ini siapa yaa?" tanya Bu Panti dan saat itulah Alex mengetahui kesalahan nya.


'Sial aku lupa aku tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia' ucap Alex dalam hati.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary

__ADS_1


β€’Keadaan Cyla darurat karena penyakit? dan Alex berada dalam masalah karena ketidakmampuan nya dalam berbahasa Indonesia? What the hell!!!!


Apa yang akan terjadi kepada kedua orang ini? Selamatkah atau arghhhh mari kita berdoa sebuah keberuntungan akan terjadi dan ingat jika tidak suka baca novel ini silahkan mundur alon-alon, Sayonara~


__ADS_2