
'sesuai rencana' smirk Alex.
Tangannya membuka undangan pernikahan miliknya dan Cyla. Undangan itu bewarna putih dan tulisannya menggunakan tinta bewarna emas.
(gambar undangannya kali aja mau ikut ke pernikahan Alex :v)
Undangan seperti undangan kerajaan dengan bentuk gulungan. Elegan, cantik dan glamor tentunya. Jika di saat pertama melihatnya hanya terlihat kontak dan biasa akan tetapi di saat orang membukanya tentu saja ada sebuah gulungan yang diikat dengan kertas premium dan dihiasi sebuah gantungan yang terbuat dari benang-benang emas.
Undangan ini dipilih oleh ibunya sendiri yaitu, Irene Johnson. Ibunya menyukai sesuatu hal indah dan tentunya glamor. Dilahirkan dari keluarga kaya dan ternama yang memiliki pelatihan militer di negara Canada. Diajarkan menjadi wanita elegan dan baik hati tetap tidak menutup jiwa kewanitaan yang sangat menyukai barang-barang trend yang berasal dari perusahaan ternama seperti channel, Kylie Jenner, Cardi B dan lainnya.
Membuat ibunya memiliki mata yang tajam dalam menilai barang palsu atau original. Hingga undangan pernikahan yang harusnya dipilih oleh Cyla dipilihkan oleh Ibunya dan berakhir menjadi undangan putih bermodel kerajaan.
"Apa kau suka pilihan mom?" tanya Irene yang sudah menoleh ke arah anak laki-lakinya.
"Ya lumayan" jawab Alex singkat. Tidak mungkin pilihan ibunya buruk apalagi dengan matanya itu.
"Hei bukan lumayan lagi bahkan hiasan itu terbuat dari emas asli, kau tau" kesal Irene yang mendengar jawaban singkat anaknya.
"Ya... ya pasti uang ku sudah dihabiskan karena ini" ucap Alex tidak peduli dan malah balik menyindir ibunya. Ini baru satu undangan yang dia pegang belum undangan yang masih berada di dalam kardus dan berjumlah ribuan.
"Tidak perlu menyindir mom, harusnya kau bersyukur uangmu itu akhirnya bisa berkurang dan tidak berdebu di dalam kantungmu" ucap Irene menegur anaknya. Bagaimanapun juga undangan ribuan ini tidak menghabiskan banyak uang. Walaupun terbuat dari emas tetap saja ini hanya milyaran atau beberapa triliun saja.
Dimana anak laki-lakinya ini menghasilkan uang dalam detik dan di setiap detiknya bernilai milyaran. Bukannya ini harus dihabiskan jika tidak semua uang yang ada di ATM nya itu akan berdebu karena tidak dipakai. Bahkan beberapa pulau pribadinya saja dijadikan tempat wisata keluarga bukan tempat tinggalnya sendiri. Membuat Alex menambah pundi-pundi uangnya lagi. Entah berapa kartu hitam yang dimiliki anak itu karena terlalu banyak menampung uang.
"Baiklah terimakasih" pasrah Alex dan menggulung kembali undangannya. Pesta pernikahan yang dia tunggu sebentar lagi akan datang membuat Alex tidak sabar untuk mengucap janji suci, memulai hidupnya dan bagian terpentingnya menyelesaikan hasratnya tanpa diganggu oleh siapapun dari mahluk halus sampai debu di kamar.
"Sebentar lagi" gumam Alex yang tidak sabar. Anehnya dia lebih takut salah mengucapkan janji di saat pernikahan dan ada suatu masalah di dalam pernikahannya daripada melakukan hal kejam kepada orang tau berhadapan dengan rapat pemegang saham.
"Tidak sabar, hmm" gods Irene yang menatap Alex lembut. Gumaman anaknya itu membuat dirinya ingin tertawa dan mencubit pipinya, tapi sayang anak laki-lakinya sekarang sudah berumur 30 tahun bukan anak 3 tahun yang dulunya sangat sulit membedakan huruf R dan L.
"Tidak perlu menggodaku" dingin Leon yang mengambil beberapa majalah yang berisi menu-menu makanan untuk di pernikahannya.
__ADS_1
"Hahaha baiklah-baiklah" Irene menarik nafasnya pelan dan menatap ke layar televisi.
"Lex" panggil Irene sambil menatap layar televisi yang menampilkan berita Erika.
"hmm?" tanggap Alex yang masih menatap majalah makanan.
"Apa kamu yang merencanakan itu?" tanya Irene yang tidak berhenti menatap berita Erika. Dari hotel sampai ke rumah sakit, berita itu masih disiarkan di televisi. Memberikan argumen-argumen dari banyak pihak dan tentunya Irene berpikir ada orang yang merencanakan nya.
Alex yang mendengar pertanyaan ibunya menghentikan bacaannya dan melihat ke arah ibunya. Alex melihat ibunya menatap layar televisi yang menampilkan berita dari Erika. Sebaik-baiknya ibunya dan sepenggertian apapun ibunya tetap saja ibunya dilahirkan dari keluarga yang berbeda. Keluarga yang berasal dari kemiliteran dan memiliki pangkat tertinggi.
"Ya" jawab singkat Alex.
Alex jujur bahwa dia yang melakukan hal tersebut. Dari rencana dan video yang didapatkan oleh orang suruhannya. Video yang berisi tentang kejadian Erika dengan beberapa laki-laki yang setelah itu dia kirimkan ke Leon. Membiarkan Leon dan sekretaris nya Rangga mempostingnya di website dan menyebarkannya.
Kemudian Alex memperintahkan tangan kanannya untuk menghubungi 3 kantor media ternama untuk menyebarkan nya di malam hari. Hingga di saat pagi hari akan banyak wartawan maupun reporter yang berkumpul di hotel untuk mengkonfirmasi berita tersebut yang berakhir menjadi seperti ini.
"Sepertinya tidak" jawab singkat Alex.
"lalu bagaimana kau melakukan nya, jangan bilang kau melakukan nya sendirian? bukankah itu berbahaya" tanya Irene yang khawatir terhadap anak satu-satunya. Apapun yang terjadi Alex tetaplah anaknya dan tidak ada ibu yang tidak mungkin tidak mengkhawatirkan anaknya kecuali wanita itu, mantan istri Alex.
"Tenang saja mom aku dibantu kakak kandung Cyla" jawab Alex jujur.
"Oooh kakak kan.. ehh tunggu kakak kandung?" terkejut Irene.
"Iya kakak kandung Cyla" jawab Alex meyakinkan.
"Bukannya Cyla tidak memiliki keluarga ya?" bingung Irene
"Aku juga baru tau beberapa hari yang lalu mom, dan juga jika dijelaskan akan panjang nantinya" jelas Alex.
"ah baiklah" paham Irene yang langsung kembali ke pekerjaan awalnya. Jika anaknya yang melakukan tidak perlu lagi dia khawatir dan jika ada yang membantu maka Alex sudah tau resikonya sendiri. Membuat Irene menghilangkan rasa khawatir miliknya dan kembali bekerja. Dia harus memilih prasmanan dan makanan khusus karena di gedung pernikahan nanti akan dibagi menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Bagian-bagiannya antara lain untuk keluarga inti, kerabat, teman, perusahaan-perusahaan yang merupakan kerja sama yaitu klien dan lain-lainnya. Membuat acara pernikahan itu akan diadakan selama 2 hari berturut-turut dan jangan lupakan beberapa artis akan datang untuk memeriahkan acara pernikahan nanti. Irene dan Alex yang kembali fokus membahas pernikahan mereka dan Cyla yang sedang fokus di dalam pikirannya sendiri.
Cyla Pov~
Aku tidak percaya ini, bahkan beritanya baru kemarin dan sekarang berita tentangnya ada kembali. Jika kupikir-pikir apa yang membuat Alex, calon suamiku menyukai wanita itu. Wanita yang melakukan hubungan badan dengan banyak laki-laki. Bahkan wanita itu memiliki profesi sebagai model dan merupakan model ternama yang katanya diprediksi akan menenangkan Beauty Award tahun ini.
Beruntungnya Alex sudah berpisah dengannya dan tidak bersama dengan wanita seperti itu. Eh tung..tunggu kenapa aku malah khawatir tentangnya?!!
"Mommy, wajah mommy merah" ucap Rei yang berada di dalam pangkuanku.
"hah?! astaga maaf" ucapku Malu. Astaga-astaga wajahku kenapa memerah di saat seperti ini. Aku harus tenang jika tidak jantungnya tidak akan sanggup menahan rasa ini.
Author Pov~
Cyla yang malu tidak tau bahwa Alex menatapnya, menatapi wajah kemerahan yang menawan itu. Walaupun Alex sudah melakukan ritual di dalam kamar mandi untuk menenangkan bagian bawahnya, tetap saja wajah merona milik Cyla itu sangga menggodanya.
'Sial, kenapa dia bisa seimut itu' ucap Alex dalam hati. Jika bukan karena anak laki-lakinya itu sudah dipastikan saat ini dia berada di dalam selimut sambil memeluk tubuh Cyla erat. Tapi sayangnya ada saja cobaannya untuk melakukan hal itu dan berakhir dengan gangguan oleh seorang mahluk halus.
'Dan juga kenapa dia duduk di paha milik Cyla?! sepertinya aku harus membuang Rei di bawah kolong jembatan' pikir Alex yang kesal dengan tingkah laku manja Rei. Dirinya saja bahkan tidak pernah duduk atau meletakkan wajahnya lama di atas paha milik Cyla. Tetapi anaknya dengan mudah duduk bahkan bersender di milik Cyla.
'Kenapa aku merasa bahwa ada seseorang yang sedang menatap ku tajam?' pikir Rei yang buku kuduknya berdiri. Dirinya merasakan tatapan tajam dan firasat buruk. Saat dia melihat ke tempat Cyla, ibunya masih fokus dengan berita sama dengan beberapa pelayan dan jika dia melihat ke arah nenek dan ayahnya. Kedua orang itu fokus membalik-balik majalah.
'sepertinya hanya firasat ku saja' pikir Rei.
ππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Astaga Mas Alex jangan letakkan Rei di kolong jembatan, kalau gak suka beri ke author atau readers aja(;Β΄ΰΌΰΊΆΠΰΌΰΊΆ`) dan juga terimakasih buat yang udah kasih komen kemarin (q>οΉ<q).
Bab berikutnya akan berjalan sesuai suara kalian yaitu pilihan terbanyak kalian yaitu B, jadi pantengin dan jangan lupa like ya^^
__ADS_1