
Hari-hari William dan Olivia terlihat sangat bahagia. Apalagi sebentar lagi mereka menantikan kelahiran anak mereka yang kedua.
Kebahagiaan terlihat begitu jelas terpatri di wajah keduanya. Sikap William yang semakin terlihat bahwa dia sangat bertekuk lutut di bawah pesona Olivia pun begitu mencintai sosok suaminya.
Seperti pagi ini, William sengaja pergi ke kantor siang hari karena dia ingin menemani istrinya pergi USG sebelum kelahiran anak mereka nantinya.
" Olivia. " Panggil William dengan suara yang begitu lembut.
Dia terlihat begitu lembut dan mencintai sosok wanita yang tengah berpegangan tangan dengannya ini.
" Ya Hubby..." Menjawab sambil memberikan senyuman yang sangat indah.
Sumpah demi apa pun hati William meleleh saat melihat bagaimana indah dan cantiknya wajah itu.
" Hubby, kenapa diam? " Tanya Olivia yang melihat suaminya yang terdiam membisu setelah memanggil namanya tadi.
Sadar akan lamunannya, William pun langsung merangkul Olivia dengan penuh kehangatan.
Bersama Olivia, William bisa menjadi dirinya sendiri tanpa harus berpikir untuk menjadi orang lain.
Dia bisa menunjukan bagaimana dirinya tanpa harus berpura-pura kuat di depan banyak orang. Bersama Olivia lah dia bisa merasakan bagaimana indahnya hidup yang sebenarnya.
" Terima kasih karena telah hadir dalam hidup ku. Terima kasih karena telah menerima cintaku yang tidak sempurna ini. Karena kamu aku bisa menjadi diri ku sendiri tanpa harus memikirkan bagaimana aku di luar sana. Kamu telah melengkapi jiwa yang hampa ini Olivia, karena semua ketulusan dan kelembutan yang kamu miliki aku menjadi pria yang paling beruntung karena telah memiliki bidadari seperti mu. Dari ini aku bisa belajar, bahwa hidup itu terus berjalan dan bersyukur adalah kuncinya. " Sinar mentari pagi menyinari mereka berdua yang masih berada di taman.
Keduanya masih saling mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain hingga tidak ada yang mengetahui bahwa saat ini sang Nyonya besar tengah memantau kegiatan mereka berdua dari balkon kamarnya.
" Aku tidak pernah meminta apapun lagi pada Tuhan selain kesehatan mu dan anak-anak kita Olivia. Tetaplah sehat maka aku pun akan tetap sehat. Hadirmu dan cintamu telah melengkapi hidup ku ini. Hidup yang tidak pernah ku bayangkan akan jadi seperti apa jika itu tidak ada kamu. " Olivia membalas pelukan suaminya, namun baru saja dia ingin membalas ucapan suaminya tiba-tiba perutnya merasa keras dan seperti ada yang keluar dari dalam dirinya saat ini.
" Hubby..." Suara Olivia bergetar saat mengetahui bahwa air ketubannya pecah.
" O-olivia..." William tak kalah paniknya saat melihat bahwa istrinya sudah mengeluarkan tanda saat ini.
__ADS_1
Melihat suaminya terlihat panik seperti itu membuat Olivia berusaha untuk menenangkan suaminya.
" Aku baik-baik saja Hubby. Sekarang kamu tenang dan panggil ibu. " William menjadi seperti orang bodoh dan langsung berteriak memanggil ibunya.
" IBU...." Karena sudah terlanjur panik William sampai berteriak memanggil ibunya dengan sangat keras.
Dia benar-benar panik luar biasa saat ini. Nyonya Matilda yang merasa ini tidak beres langsung berlari dari kamarnya untuk menghampiri anak dan menantunya.
" Bereskan pakaian Olivia dan bayinya Elisa, hubungi Derry untuk menjemputmu nanti. Bawa itu dan susul kami ke rumah sakit. Aku yakin saat ini Olivia akan melahirkan. "
" Hah? Iya baiklah Nyonya. " Elisa. Kembali berlari ke atas dan menyiapkan pakaian Olivia dan calon bayinya seperti yang di katakan nyonya Matilda tadi.
Mereka menyiapkan mobil untuk berangkat ke rumah sakit
" Ibu, Olivia akan melahirkan Bu. "
" Aku tau jadi diam lah. Jangan membuatnya panik karena kepanikan yang kau alami saat ini. "
" Tapi Bu--"
Salah satu tidaknya dia, William tetap tidak bisa melawan wanita yang telah menguasai seluruh isi rumahnya dns juga hatinya saat ini bersama dengan Olivia pula.
" Sekarang, tarik nafas mu perlahan Olivia. Kau harus tenang. "
" Iya ibu..." William begitu bangga dengan istrinya saat ini.
Bahkan usianya saja belum genap 20 tahun tapi dia bisa bersikap setenang ini di saat William begitu panik dengan keadaannya.
Luar biasa sekali memang istrinya itu. Dia tidak mengeluh sakit sedikit pun. padahal William sudah menyarankan Olivia untuk melahirkan dengan menjalani operasi Caesar saja, tapi istrinya itu tidak menolaknya dan malah menginginkan melahirkan secara normal seperti banyak ibu di luar sana.
Lagi pula dokter juga mengatakan bahwa kondisinya sehat untuk menjalani proses melahirkan secara normal.
" Mommy, baik-baik saja nak. sekarang ayo berjuang bersama Mommy dan kita akan melihat keindahan dunia ini bersama. Dimana kita kan hidup bahagia bersama Daddy, kakak kamu dan juga nenek kamu sayang. Ayo berjuang boy..." Olivia berdoa salam hatinya agar proses melahirkannya ini? berjalan dengan baik tanpa kendala apapun.
__ADS_1
Perjalanan menuju ruma sakit berjalan sangat lancar sampai saat William membawa Olivia keluar dari dalam mobil dan membawanya duduk di kursi roda karena tim dokter yang akan menangani Olivia sudah menunggu di sana.
" Kita akan periksa dulu keadaan istri anda Tuan. Kita akan lihat apakah melahirkan secara normal masih bisa di lakukan atau harus menjalani operasi Caesar. "
" Lakukan yang terbaik. "
" Temani aku Hubby..." Sekuat apa pun Olivia, dia tetap harus di temani oleh William karena memang dia sangat membutuhkan suaminya saat ini.
Saat sampai di mana kesehatan Olivia baik-baik saja dan pembukaan lengkap, William selalu menemani istrinya tanpa rasa lelah sedikit pun.
" Hubby, Sakit..." Air matanya menetes karena merasakan sakit yang luar biasa saat ini.
Bahkan Olivia merasa setiap menit, setiap detiknya rasa sakit itu semakin terasa berkali-kali lipatnya.
" Hey, lihat aku Baby lihat aku. " William menggenggam tangan Olivia dan berusaha untuk menguatkan istrinya walau William sendiri pun dia tidak tau akan sekuat apa dia bertahan di posisi ini.
Demi Tuhan, rasanya jika bisa limpahkan saja semua rasa sakit itu pada William dan jangan biarkan rasa sakit itu menghampiri istrinya.
Dia tidak bisa melihat Olivia yang kesakitan seperti itu.
" Aku akan selalu berada di sisi kamu. Aku akan selalu mencintai mu tanpa syarat Baby, sekarang ayo berjuang bersama untuk melihat Baby Boy. Lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan padaku, bahkan jika kamu ingin mengigit ku untuk menghilangkan rasa sakit itu aku akan memberikan seluruh tubuhku ini untuk menjadi pelampiasan mu. Jadi berjuanglah bersama ku Olivia..."
" Eegghhh....." Olivia berusaha untuk mengejan sesuai dengan apa yang di anjurkan tim medis yang menanganinya saat ini.
" Hubby....Eeeggghhh...." William merasakan sakit yang luar biasa di lengannya saat kuku berwarna merah itu seperti menembus kulitnya saat ini.
biarlah semua itu di lakukan Olivia Deni kelahiran anak mereka dan beruntungnya setelah itu terjadi dengar suara tangisan bayi yang begitu kencang.
Saat itu juga tubuh William melemas dan tubuhnya terduduk di lantai. Air matanya mengalir dengan deras saat mendengar suara tangisnya bayi dan itu tangisan dari anaknya.
" Terima kasih Tuhan, terima kasih..." William menangisi anaknya yang baru saja lahir dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun.
Dia sangat bersyukur bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia saat ini karena Olivia telah berhasil melahirkan putra tampan mereka.
__ADS_1
...💦💦💦...