My Hot Daddy

My Hot Daddy
Panik


__ADS_3

Karena terlalu panik dengan keadaan Olivia, William Membawanya ke atas rumah pohon karena jika membawanya ke rumah itu, Masih harus menempuh waktu beberapa menit lagi.


Maka dari itu William membawa Olivia ke atas rumah pohon dan memangku kepala Olivia di pangkuannya.


Entah mengapa, Melihat wajah Olivia yang ketakutan seperti itu membuat William merasakan ketakutan yang luar biasa.


Sungguh dia tidak pernah merasakan hal seperti ini.


Dia tidak pernah merasakan ketakutan sebelumnya, Bahkan saat dia ingin menemui Ibunya pun dia tidak setakut ini.


" Olivia, Sadar lah Hey, Bangun Olivia. " Ucap William yang begitu khawatir dengan keadaan Olivia.


Dia menggosok telapak tangan Olivia agar wanita itu cepat sadar.


Pandangan William tidak lepas dari wajah dan bergantian ke perut Olivia tempat di mana anaknya berada.


" Aku mohon buka mata mu Olivia, Buka mata mu. Jangan membuat ku takut jika sampai terjadi sesuatu pada mu. " Ketakutan itu semakin menjadi dan semakin bersarang di hatinya.


Entah berapa lama William mengalikan itu pada Olivia dengan menggosok tangannya, Akhirnya Olivia pun sadar dari pingsannya.


Saat melihat mata Olivia terbuka rasanya tubuh William seakan di guyur air dingin hingga membuatnya bisa bernafas lega.


" Akhirnya kau sadar juga. "


Deg !


Olivia langsung bereaksi saat mendengar suara itu lagi.


Dia langsung bakit dari posisinya hingga membuat William kembali ketakutan jika terjadi sesuatu pada Olivia.


Apalagi dia tengah mengandung anaknya saat ini.


" Hey, Tenang aku tidak akan melukai mu. " Mata itu kembali memancarkan ketakutannya.

__ADS_1


Dia sangat takut melihat William yang ternyata masih di sini.


" Tenang kan diri mu okey, Aku tidak akan melukai mu. " Olivia tetap menggelengkan kepalanya sambil memeluk perutnya saat ini.


Dia benar-benar takut jika William mencelakai dirinya.


Apalagi kata-kata William yang pernah mengatakan bahwa dia tidak akan Sudi jika benihnya tumbuh di rahim wanita miskin seperti Olivia dan itu adalah pukulan terbesar baginya.


Untuk itu dia akan melindungi anaknya dari William.


" Biarkan aku pergi Tuan. Tolong jangan ganggu aku. Aku bersumpah demi nyawa ku sendiri bahwa aku tidak akan meminta pertanggung jawaban dari anda. Tapi biarkan aku untuk tetap bersama anak ku. Aku tidak akan mengatakan apa pun tentang anda. Aku mohon. " Olivia sampai mengatupkan kedua tangannya memohon belas kasih dari William.


Melihat Olivia yang terlihat sangat tertekan seperti itu membuat William merasakan beban mental yang di alami Olivia tidak mudah. Dia terlihat sangat takut dengan keberadaannya saat ini.


" Aku hanya ingin menyapa anak ku saja. Itu anak ku bukan ? Ta-tadi aku menyentuhnya dan dia bergerak. Dia bergerak dan aku merasakannya. " William menunjukan kedua tangannya seolah dia tengah memegang sesuatu dan itu anaknya.


" Aku mohon jangan lukai anak ini. Dia tidak bersalah Tuan, Dia tidak bersalah. Jika anda membenci ku biarkan aku pergi dan aku tidak akan menganggu hidup anda dengan hadirnya anak ini. Aku mohon. "


" Kenapa selalu mengatakan bahwa kau tidak akan menganggu lagi hah ? Kenapa ?" Tanya William dengan suara yang mulai meninggi.


Apalagi saat Olivia mengatakan tidak kan mengganggunya dan tidak akan meminta pertanggungjawaban apa pun darinya.


" Kau selalu mengatakan bahwa kau tidak akan menganggu ku tanpa kau tau bahwa kau selalu menganggu dengan semua bayangan mu. Kau selalu datang di setiap malam mu dengan senyuman mu. Bahkan aku tidak bisa tidur dengan tenang karena aku selalu mendengar seorang anak yang memanggil ku Daddy. Dengan mudahnya kau berkata tidak akan menganggu ku lagi tapi kenyataannya kau sudah mengganggu ku Olivia Dakota ! Kau telah menganggu dengan semua bayangan mu !" Air mata Olivia semakin mengalir dengan deras saat mendengar apa yang di katakan William tentangnya.


Dia tidak menyangka jika selama ini dia menganggu William karena sebenarnya dia tidak pernah berniat menganggu William sama sekali.


" Aku minta maaf jika memang aku bersalah dan menganggu anda, Tapi biar kan aku pergi Tuan... biar kan aku hidup bersama anak ku. "


" Pergi...Pergi...Pergi ! Kenapa kau terus mengatakan ingin pergi dari ku hah ? Apa aku sejahat itu hingga kau begitu ketakutan saat melihat ku ? Kau bahkan bereaksi seolah aku ini adalah monster yang paling menyeramkan hingga kau begitu ketakutan saat melihat ku !" Bukan hanya air matanya saja yang mengalir dengan deras.


Tapi tubuh Olivia juga bergetar hebat saat mendengar suara William yang begitu menggelegar hingga membuatnya benar-benar ketakutan.


Bukan hanya itu saja, Wajah William juga terlihat sangat menyeramkan saat ini. Benar-benar sangat menyeramkan bagi Olivia.

__ADS_1


" Kau bahkan tidak memberikan ku kesempatan untuk mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak akan mulai mu seperti apa yang kau tuduhkan pada ku. Tidak kah kau merasa bahwa itu sangat keterlaluan pada ku ? apa kau tidak--"


" Cukup...! Aku mohon cukup ...!" Olivia sampai terduduk sambil menutup kedua telinganya dengan air mata yang terus saja keluar dari matanya.


Melihat Olivia yang terlihat sangat buruk seperti itu membuat hati William seakan di hujani ribuan anak panah hingga membuatnya merasakan sakit yang tidak bisa lagi di jelaskan ya saat ini.


" Olivia..."


" Cukup Tuan...Aku mohon cukup..." Ucapnya lagi sambil terus menangis.


" Kenapa ? Aku hanya ingin menyentuh anak ku, Aku ingin menyapanya. " Olivia menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin William menyentuh anaknya lagi.


Tidak, Ini hanya anaknya bukan anak William.


" Ini anak ku Tuan, Ini hanya anak ku. Biar kan aku hidup dengan tenang bersama anak ku. "


" Tapi kenapa ? Aku juga ayahnya ! aku juga berhak atas dirinya ! Aku juga berhak Olivia !" Derry yang melihat itu dari bawah hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di lakukan William pada Olivia.


Tidak seharusnya dia melakukan itu pada wanita yang yang tengah mengandung. Terlebih itu adalah Olivia yang masih berusia sangat muda, Resiko keguguran juga sangat besar bagi wanita seusia Olivia.


Terlebih lagi, Wanita yang tengah mengandung anaknya itu memiliki trauma berat terhadap dirinya.


" Dia hanya anak ku ! Dia bukan anak anda karena sejak dulu pun dia hanya menjadi anak ku ! Dia tidak akan pernah menjadi anak Tuan !" Dengan berani Olivia menatap William dengan air mata yang masih membanjiri wajahnya.


" Tapi Kenapa ? Jangan lupakan bahwa aku adalah ayah dari anak yang kau kandung itu ! "


" Karena Ayah dari anak ku tidak akan pernah sudi benihnya tumbuh dalam rahim wanita miskin seperti ku !"


Deg !


Jantung William seperti berhenti berdetak saat mendengar apa yang di katakan Olivia padanya .


Melihat William yang seperti itu membuat Olivia bergegas meninggalkannya begitu saja dan kembali ke rumahnya.

__ADS_1


" Silahkan Nona. " Bahkan ucapan Derry pun tidak lagi di anggap oleh Olivia karena dia terus aja berjalan menuju rumahnya untuk menghindari William.


...💦💦💦...


__ADS_2