
Vero meletakkan koran yang dia robek di atas meja berbentuk persegi dan menatap lembut kedua orang yang seperti sedang bermain-main dalam pernikahan.
"Apa kalian berdua menganggap ini mainan?" tanya Vero hangat yang langsung dijawab bersamaan oleh kedua orang itu.
"Tidak" jawab Irene dan Alex bersamaan. Vero menghela nafas kembali dan menatap mata kedua orang itu secara bergantian, dirinya harus bisa membuat anak dan istrinya mengetahui bahwa sebagai keluarga Johnson tidak mungkin pernikahan akan diadakan dengan sesederhana Hana mungkin dan jangan lupakan membutuhkan saksi yang lengkap yaitu keluarga.
"Kalau kalian sudah mengetahui nya artinya kalian sudah tau bahwa pernikahan bukan mainan yang bisa di laksanakan sedapat mungkin. Mau kalian adalah orang kayak atau seorang pemerintah tapi jangan lupakan tradisi keluarga kita" jelas Vero dengan bersamaan suara perempuan yang menyetujui ucapan dari ayahnya itu, Rosena Cylame.
"Aku setuju dengan pendapat dad" ucap Cyla yang berjalan masuk dan mendekat ke area sofa.
Flashback on~
Cyla sudah selesai menyelimuti Rei dengan selimut bewarna putih yang baru digantikan oleh para pelayan. Langkah kakinya menuju ke area tempat berkumpulnya keluarga Alex yaitu di ruang tengah yang berada tepat di tengah-tengah mansion.
Saat Cyla sudah mendekat ke ruangan itu dirinya mendengar percakapan milik keluarga Alex tentang pernikahan dan tentu saja itu adalah pernikahan nya dengan Alex.
"Silahkan masuk nona" sopan kedua pelayan yang menjaga pintu yang sudah dibuka itu.
"Bisakah kalian meninggalkan ku sendiri aku akan masuk beberapa menit lagi, okay" izin Cyla yang diangguki oleh kedua pelayan yang berjaga di sana. Jika perbuatan menguping pembicaraan orang adalah perbuatan yang berdosa maka biarkanlah hari ini dia menjadi pendosa. Apalagi ini menyangkut tanggal pernikahan dan yang paling dia takuti ayah Alex akan menyetujui pernikahan akan dilaksanakan 3 hari ke depan. Bisa-bisa spot jantung Cyla saat mendengarnya.
Bila banyak orang berpikir bahwa diriku aneh karena melambatkan hari pernikahan jawabannya tidak bukan karena dia tidak ingin cepat menikah. Tapi dirinya hanya punya satu keluarga yaitu Bu Panti dan tentunya dia harus minta restu dan jangan lupakan dirinya harus membawa Bu panti sebagai saksinya saat pernikahan. Ingatlah pernikahan yang bahagia didapat dari restu orang tua.
__ADS_1
Telinga Cyla mendengarkan pembicaraan ketiga orang tersebut, dan sepertinya Dewi Fortuna lagi-lagi memihak dirinya saat dirinya mendengar bahwa ayah Alex tidak mengizinkan pernikahan secepat kilat.
"Kalau kalian sudah mengetahui nya artinya kalian sudah tau bahwa pernikahan bukan mainan yang bisa di laksanakan sedapat mungkin. Mau kalian adalah orang kayak atau seorang pemerintah tapi jangan lupakan tradisi keluarga kita" Ucap Vero dan tentu saja Cyla mengambil kesempatan lalu masuk ke dalam sambil menyetujui ucapan ayah Alex.
"Aku setuju dengan pendapat dad" ucap Cyla percaya diri dan berjalan mendekat ke arah sofa.
Flashback off~
Cyla duduk di samping ayahnya yaitu Vero. Matanya menatap yakin kepada kedua orang yang sudah siap dengan komentar penolakan nya.
"Baiklah kalau kamu menolak, 4 hari kedepan acaranya dilaksanakan" tawar Alex.
"Alex" panggil Vero yang hanya dijawab angkatan bahu acuh oleh Alex. Sedangkan Cyla mengontrol emosi nya dan siap membuka mulutnya.
"Benar nak 4 hari itu lumayan toleran loh, mom bisa minta buatkan undangannya hari ini" timpal Irene cepat yang mendukung Aled. keduanya sama-sama bertos ria karena kedua nya sedang di tim yang sama. Cyla mengeluarkan senyum manisnya dan menatap tajam Alex.
"Apalagi pernikahan bukan mainan jadi lebih baik 1 bulan kita laksanakan acara pernikahan itu kan saya juga belum memberi tau keluarga yang ada di Indonesia" Lanjut Cyla. 'Memang tidak salah menantu' pikir Vero, apalagi melihat calon menantunya bisa bersikap tenang dan sopan saat mengutarakan pendapatnya.
"Maaf aku tidak menyetujui nya jika 30 hari bukankah itu terlalu lama kenapa kita tidak singkat 10 hari dan juga keluargamu bisa ku bawa dengan pesawat pribadi ku untuk sampai ke sini sebelum hari H" protes Alex yang diangguki oleh Irene. 'Memang anak mom otaknya pintar sekali' pikir Irene.
Cyla Pov~
Ini nih yang aku paling takuti, alasan Alex yang paling masuk akal dan bikin kutu buku. Jelas dong kalau keluarga ku akan datang setidaknya 1 atau 2 hari apalagi menggunakan pesawat pribadinya. Jika ini pilihannya maka cuma ayah Alex yang menjadi kunci keselamatan ku.
__ADS_1
Author Pov~
Cyla menatap Vero dengan tatapan kasihan dan meminta bantuan kepada Vero agar bisa mengutarakan pendapatnya melawan anaknya. Jika anak laki-laki nya pintar bukankah ayahnya juga sama persis. Vero menurunkan kopi hitamnya dan menjelaskan pendapatnya.
"Kalau begitu 20 hari menuju pernikahan bagaimana?" pendapat Vero.
"Tidak bisa, Dad" protes Alex.
"Alex karena dad merupakan kepala keluarga disini jadi terima usul ayah atau tidak akan ada pernikahan" ancam Vero yang membuat Alex hanya bisa memasrahkan nya.
"Kelamaan dong, sayang" kesal Irene.
"Irene, jika waktunya 20 hari kita bisa mengundang wartawan untuk mengumumkan pernikahan ini. Menghubungi keluarga Johnson dan keluarga Cyla, lalu kau juga tau apa yang harus di siapkan bukan" jelas Vero pengertian kepada sang istrinya.
"Kau benar fitting baju pengantin, undangan, tempat dan perhiasan" lanjut Irene, saat berpikir bila waktu 20 hari maka cukup membuat pernikahan termegah di dunia. Cyla yang mendengar jawaban dari Irene dan Alex hanya bisa menatap Vero dan memberikan senyum hangatnya.
'Terima kasih dad, kau memang yang terbaik' ucap Cyla dalam hati
πππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
__ADS_1
β’ Aduh babang Alex kenapa kebelet nikah ya bang jadi gak sabar bener mau nikah. Jangan lupa kasih Like, Comment, Tip or vote.
Salam cinta dari author~