My Hot Daddy

My Hot Daddy
Pertemuan


__ADS_3

" Ibu, Aku pergi ke sungai ya. Aku takut jika pria itu datang lagi ke sini jika ibu pergi mengantar sayur ke Kota. " Olivia sebenarnya ingin ikut, Tapi dia takut mual.


Apalagi jalannya yang seperti itu. Lebih baik Olivia di sungai saja. Itu lebih baik dari pada tidak.


" Lebih baik ikut saja ayo. Ibu takut kamu merasa sendirian di sini. "


" Tidak apa Ibu, aku bisa. Aku akan membawa makan siang juga. Nanti jika ibu pulang, Jemput aku di sungai agar aku tau bahwa ibu sudah pulang ya. " Nyonya Matilda pun terpaksa menuruti apa yang di katakan Olivia.


Walau berat, Dia tetap harus menghormati keputusan Olivia karena memang putrinya itu lebih merasa aman di rumahnya.


" Baik lah, Hati-hati. Bawa makanan mu dan susu mu juga. hati-hati jika naik ke rumah pohon. "


" Iya ibu..." Menjawab dengan penuh senyuman.


Nyonya Matilda pun lebih memilih pergi dengan cepat agar bisa kembali lebih cepat pula.


Karena jujur dia merasa tidak tenang jika meninggalkan Olivia terlalu lama di rumah sendirian.


" Ibu pergi Nak. Jangan nakal dengan ibu mu oke. Jika kamu nakal nanti, Oma akan marah. " Olivia tersenyum mendengar apa yang di katakan Ibunya pada sang anak yang tengah di kandungnya saat ini.


" Eeemmuuaahhh...Oma pergi dulu Nak. " Olivia semakin tertawa dan tersenyum saat nyonya Matilda mencium perutnya yang mulai membuncit.


" Beli roti keju ya Bu, Satu saja pun boleh. "


" Aku akan membelinya banyak untuk mu. " Nyonya Matilda benar-benar pergi meninggalkan Olivia di rumah sendirian..


Setelah melihat mobil ibunya pergi, Olivia kembali masuk ke dalam rumahnya dan membawa keranjang yang isinya makanan dan susu kehamilannya.


Banyak makanan yang di bawanya, Roti, buah dan nasi serta sayur rebusan kesukaannya.


Dia berjalan dengan penuh kebahagiaan. Dia mengusap perutnya dengan lembut dan bernyanyi kecil untuk sang anak.


" Apa aku pantas di panggil Mommy nak ? Apa kamu mau memanggil ku dengan sebutan Mommy seperti yang di lakukan anak-anak di luar sana ?" Olivia bertanya pada anaknya seakan dia merasa tidak pantas untuk di panggil Mommy.


Det...


" Hey, Nak kamu bergerak ? Kamu bergerak sayang ?" Ucap Olivia dengan perasaan kaget dan harunya karena anak yang ada di kandungannya merespon dengan sebuah gerakan kecil.


Saat Olivia kembali mengusap perutnya, Dia kembali merasakan getaran di perutnya dan ternyata anaknya kembali bergerak dan itu membuat air mata Olivia mengalir dengan sendirinya saat merasakan ini semua.


Apa seperti ini rasanya jika anak bergerak ? Ini adalah getaran pertama bagi Olivia merasakan anaknya bergerak di dalam perutnya.

__ADS_1


Karena menurut perhitungan, Anaknya saat ini berusia 5 bulan dan apa yang di katakan dokter Anastasia bahwa anak mulai bergerak intens saat usia 7 bulan dan pergerakan pertama yang terasa di usia kandungan 5 bulan.


Dan mungkin ini lah kebahagiaan yang di rasakan ya saat ini.


" Ahhh...Mommy senang jika kamu sehat di dalam sana nak. Mommy senang. " Olivia kembali melanjutkan langkahnya menuju sungai dan rumah pohonnya di sana.


Tanpa di ketahui oleh siapa pun, William sudah berada di rumah itu sejak Nyonya Matilda pergi dan Olivia pergi ke sungai.


" Apa tidak ada orang di rumah ini ? Apa mereka pergi ? Karena mobil ibu ku tidak ada di sini Der..."


" Mungkin memang merek pergi Tuan. " Jawab Derry.


Entah mengapa perasaan William menuntunnya untuk pergi ke arah di mana Olivia berlari kemarin.


" Tuan, Anda mau kemana ?' Tanya Derry yang melihat William berjalan ke sana.


" Entah mengapa aku merasa bahwa ada sesuatu di sana. Sesuatu yang menunggu ku. "


" Tapi Tuan, Bagaimana jika anda tersesat. "


" Aku tidak akan tersesat. Aku yakin itu dan kau harus tunggu di sini saja. " Derry pun menurut dan membiarkan William pergi ke sana.


Dan saat William sampai di tepi sungai, Dia melihat ada seorang wanita di sana.


Jantung William berdetak kencang saat melihat Olivia yang tersenyum dengan indah di sebrang sungai tempatnya berdiri saat ini.



" Olivia..."


Deg !


Mata Olivia membulat sempurna saat melihat ke arah sumber suara yang memanggil namanya.


Melihat Olivia yang kembali ingin berlari darinya membuat William langsung berlari menghampirinya.


Dia takut jika Olivia kembali berlari akan membahayakan anak yang ada di dalam kandungannya.


" Olivia jangan berlari. " Bukannya berhenti Olivia malah semakin berlari karena dia takut jika William menangkapnya..


Seharunya dia ikut saja dengan ibunya tadi, Jadi dia tidak bertemu dengan William seperti ini.

__ADS_1


" Ahhhkkk...." Olivia merasakan sakit di perutnya karena berlari.


" Olivia !" William semakin berlari dengan kencang saat melihat wanita yang tengah mengandung anaknya itu terlihat kesakitan seperti itu.


" A-aku mohon lepaskan aku, Lepaskan aku Tuan..." Dia memohon dengan sangat saat William memegang tangannya.


Dia tidak ingin William mencelakainya apalagi anaknya.


" A-aku mohon lepaskan aku Tuan. Aku tidak akan meminta pertanggungjawaban Tuan dengan anak ini. Tapi aku mohon jangan melukainya. Biarkan aku hidup bersamanya. Aku tidak akan pernah meminta apa pun pada Tuan. " Air mata nya mengalir dengan deras.


Dia bahkan memohon di depan William agar tidak menyakitinya.


Melihat Olivia yang ketakutan seperti itu membuat William merasa di hantam oleh batu besar. Bahkan jantungnya saat ini seperti di remas tangan besar yang tak kasat mata.


Melihat Olivia yang memohon hingga menangis seperti itu membuat William juga seakan ikut merasakan kesedihan hati yang tengah di rasakan wanita itu.


"Ssshhh....." Olivia mendesis menahan rasa sakit di perutnya.


Bahkan sampai meremas lengan William sangking merasa sakit yang luar biasa di perutnya.


Melihat Olivia yang kesakitan membuat William tak kalah merasa panik.


" Olivia, Hey kau kenapa ?" Tanya William dengan panik saat merasakan remasan di tangannya semakin kuat.


Dia panik saat melihat wajah Olivia yang mengeluarkan keringat dingin dan menggigit bibirnya sambil menahan rasa sakitnya.


" Olivia, Hey jangan membuat ku takut, Olivia. " Dia memeluk tubuh Olivia dan mengusap keringat dingin yang ada di wajahnya tanpa rasa jijik sama sekali.


" Olivia hey, Katakan mana yang sakit ?" Karena melihat Olivia yang amish merasakan sakit seperti itu membuat William memberanikan diri untuk mengusap perut Olivia.


Tangan William bergetar hebat saat mengusap perut Olivia yang terlihat sangat jelas di depan matanya.


Det...


" Olivia..." Syara William tercekat saat merasakan getaran dari perut Olivia.


Bukan hanya sekali, Tapi dia merasakannya sampai tiga kali hingga membuatnya semakin merasakan rasa sesak yang begitu luar biasa di dadanya saat anaknya bergerak di dalam perut Olivia.


" Olivia, Hey ..jangan membuat ku panik, Bangun Olivia ..Bangun..." William semakin panik hingga tidak bisa lagi berpikir saat melihat Olivia yang tidak sadarkan diri di dalam pelukannya.


...💦💦💦...

__ADS_1


__ADS_2