My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 163


__ADS_3

Di tempat lain~


Suara hempasan yang berasal dari tambrakan antar kedua barang berbahan keras tersebut terdengar jelas di ruangan yang hanya diterangi oleh lampu tidur. Suara teriakan tidak terima menggema di ruangan senyap. Tangannya menarik-narik semua pakaian yang ada di lemari pakaian miliknya. Melempar dan merobek-robek baju mahal tersebut dengan mudahnya.


"Sial-Sial!! kenapa ini bisa terjadi?!" teriak Erika. Erika masih mengingat hal yang terjadi sebelumnya dan telepon yang sekarang sudah tidak berdering lagi. Jika bukan karena wartawan berkacamata itu sudah dipastikan hidupnya tidak akan sesulit ini.


Beberapa menit yang lalu...


Erika masih merendam tubuhnya di dalam bak mandi yang sudah di tambahkan dengan ekstrak bau mawar. Merendam seluruh tubuhnya untuk menghilangkan emosi yang dia keluarkan. Matanya terpejam membayangkan beberapa imajinasi yang ada untuknya. Fantasi dimana Alex kembali ke dalam pelukannya dan semua harta yang dia dapatkan akan dia gunakan sebaik-baiknya. Sebaik-baiknya dia menghabiskan uang-uang para orang-orang tua jelek itu.


Kring** Kring**


Tapi sayangnya semua imajinasi ataupun fantasi liar miliknya harus dihancurkan oleh deringan telpon yang sudah dia lapisi dengan anti air. Handphone miliknya berdering di sebelahnya yang sekarang telpon itu tidak bisa berhenti dan terus-menerus berdering.


"Jika orang yang menelpon tidak penting akan ku pastikan kamu bina.." ucapan Erika terpotong melihat nama yang tertera di sana. Nama manager nya yaitu Nadya tertulis di atas panggilan tersebut


"Ada ap..?"


"Erika aku tidak tau lagi apa yang harus ku lakukan untuk membantumu karena semua ini sudah tidak bisa tertolong lagi!" pekik Nadya di dalam panggilan tersebut. Suaranya melengking tinggi dan nada paniknya memasuki lubang pendengaran milik Erika.


"Urus saja seperti biasanya, bukankah beberapa orang tua itu sudah berjanji kepada kita" ucap Erika santai sambil meniup beberapa kelopak mawar yang ada di dekatnya.


"Urus sepeti biasanya?! kau gila Erika! bahkan orang yang berjanji kepada kita yang tleha membatalkan banyak kontrak kau paham!" teriak Nadya. Nafasnya terengah-engah menghadapi sikap Erika yang terlalu santai dalam menghadapi masalah yang sangat berisiko ini.


"maksudnya?" bingung Erika.


"Astaga Erika gunakan otakmu itu untuk kali ini saja, apa kau tidak tau banyak kontrak yang telah ditarik kembali dan dibatalkan oleh orang-orang yang tidur denganmu!" kesal Nadya. Dia bingung kenapa bisa artisnya menjadi orang yang bodoh untuk kali ini. Bahkan di saat-saat yang terpenting otak wanita itu tidak berada di tempatnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?" tanya Erika. Bukannya semua orang yang dia tiduri itu termasuk orang-orang yang berstatus dan tentunya memiliki kendali penuh dalam dunia hiburan.


"Bagaimana jelas kau tau mereka memiliki istri bukan?"


"Jangan bilang.."


"Ya istri mereka yang melarang bahkan kantor perceraian penuh hari ini, karena masalahmu kau tau itu!" bentak Nadya.


"Cih, dasar suami takut istri" decih Erika.


"Tidak perlu berdecih lebih baik kau cepat bersiap-siap untuk ke suatu tempat" jelas Nadya yang langsung membahas inti panggilan nya kali ini.


"Suatu tempat?"


"Ya tempat satu-satunya klien yang beruntungnya aku bisa menahannya dan ingat pakai pakaian yang ada di dalam kotak berwarna merah di bawah kasurmu" perintah Nadya.



"..."


"Dan ingat jangan buat aku malu lagi Erika aku sudah mencoba yang terbaik dalam membantumu karena aku diperintahkan oleh Felentino untuk menjagamu paham" tegas Nadya dan mematikan telpon secara sepihak. Meninggalkan Erika yang sedang frustasi di dalam kamar mandi.


Tidak dia sangka semua hal yang dia sembunyikan secara rapat malah terbuka dan menjadi Boomerang untuk dirinya sendiri. Dan sekarang Erika sudah menghancurkan seluruh isi kamarnya lalu beranjak ke bawah kasur untuk mengambil kotak berwarna merah yang ada di bawah sana.


Matanya seakan tidak percaya dengan isi yang ada di dalam kotak tersebut. Walau isinya adalah hal yang sering dia gunakan tetapi ini merupakan keanehan bahwa dia harus menggunakan pakaian setipis itu.


"Lingerie" gumam Erika yang langsung menggelengkan kepalanya. Mengganti pakaiannya cepat dan menata riasan untuk menutupi wajahnya yang sedikit pucat karena terlalu lama berendam di bak mandi.

__ADS_1


Olesan dan goresan yang dia terapkan di wajahnya menutupi lipatan yang ada. Bedak dari brand ternama membuat wajahnya menjadi lebih muda dan terlihat mulus. Menempelkan buku mata palsu yang lentik dan mempoleskan sedikit pewarna bibir bewarna merah merona.


Rambut yang dia catok keriting membuat rambutnya bergelombang di bawah dan menampilkan aura seksi yang gemilang. Erika menyamakan riasan maupun penampilan nya dengan lingerie warna hitamnya. Mengambil jaket berbulu panjang dan membawa dompet kecil yang berisi barang-barang penting.


"Perfect" gumam Erika yang melihat penampilan dirinya sendiri di kaca. Dan akhirnya menoleh ke arah pintu yang sudah berbunyi mengeluarkan bel.


Krek**


"Nona Erika jemputan anda sudah siap" ucap laki-laki yang ada di hadapannya.


"Baiklah ayo" jawab Erika simpel. Memakai masker dan menggunakan kacamata hitam sebagai penyamaran. Apapun yang terjadi dia akan melaksanakan tugasnya dengan baik dan meminta bantuan kepada Felentino untuk mengurus masalahnya.


'Ini hari yang cukup melelahkan' pikir Erika yang tanpa sadar supir yang sedang membawanya menatap Erika dengan tajam. Supir tersebut menekan sebuah tombol yang ada di dekat telinganya. Memelankan suaranya dan membisikkan beberapa hal.


''Tuan, 20 menit lagi kami akan sampai" bisik supir tersebut agar penumpang nya tidak mendengar apa yang di bicarakan.


"Lakukan tugas mu dengan baik" jawab tuan yang menerima panggilan dari bawahannya. Matanya menatap langit senja yang hampir menenggelamkan matahari di balik cahaya bulan yang akan datang. Senyumnya memberikan kesejukan di sana dan tangannya mengetikkan beberapa hal penting untuk seseorang. Pesan rahasia yang hanya dilakukan sesama pria untuk melindungi orang yang sangat disayangi mereka.


'Aku sudah menyelesaikan apa yang kau minta, sisanya silahkan kau selesai kan dengan sebaik-baiknya'


>>> send


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary

__ADS_1


__ADS_2