
Cyla membuka matanya pelan, sinar matahari mulai memasuki celah kamarnya dari tirai tirai jendela itu. Mulutnya menguap pelan dan mengumpulkan nyawanya sepenuhnya. Kakinya mulai turun dari ranjang empuk yang sudah menemaninya dua hari lebih di pulau Hawaii ini.
Tangannya membuka kenop pintu itu pelan dan melihat seorang laki-laki yang sudah sangat rapi dengan tampilan kemeja putih dan kaca mata yang bertengger di hidungnya itu. Bila biasanya dirinya akan disambut oleh tv televisi yang masih mati dan tidak ada yang menonton tetapi di hadapannya sudah ada seorang laki-laki yang menyambutnya dengan senyuman sambil memegang bunga mawar merah itu.
{Gambar Alex ngasih bunga mawar ke Cyla ganteng gak π}
Alex memberikan senyuman manisnya sambil memberikan bunga mawar kepingan itu kepada wanita yang baru terbangun dari tidurnya itu.
"Selamat pagi, My wife" ucap Alex sambil tersenyum.
"A..ah selamat pagi" gugup Cyla lalu mengambil bunga yang diberikan kepadanya itu. 'Romantis sekali dan juga harum' pikir Cyla sambil mencium aroma mawar yang sudah menyapa penciumannya.
"Tidak ada hadiah untukku?" tanya Alex sambil mengelus pipinya sendiri. Cyla menggeleng bingung dengan maksud dan tindakan Alex itu.
"Memang apa?" tanya Cyla bingung.
"Tentu saja kecupan pagi, My wife" ucap Alex manis. Blush pipi Cyla mulai merona saat mendengar kata My Wife yang sudah diulang laki-laki yang ada dihadapannya itu dengan manis.
"Mulutku bau" gugup Cyla lalu pergi bergegas ke kamar mandi. Alex yang melihat tingkah laku manis sang istrinya itu hanya bisa tersenyum 'Sungguh manis sekali' pikirnya sambil menatap punggung perempuan yang sudah hilang dan masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi~
Cyla meletakkan bunga mawar itu di atas meja di dekat wastafel tangannya melepas secepatnya pakaian piyama yang dirinya pakai. Wajah merah merona miliknya sudah dirinya rendam di bathtub yang berisi busa.
'ada apa Alex? kenapa kalimatnya sangat manis dan romantis apa dia tersambar sesuatu?' pikir Cyla lalu memasukkan kepalanya ke dalam air dan menjernihkan pikiran nya.
Waktu telah berlalu Cyla sudah mengganti bajunya di dalam kamar mandi itu dengan pakaian yang panjang nya diatas lutut bercorak bunga warna warni, entahlah dirinya hanya memakai pakaian yang ada di dalam Tote bag yang sudah di siapkan di dekat jubah mandinya tergantung.
"Lebih baik ku sanggul saja rambutku harinya lumayan panas" gumam Cyla. Dengan lihainya tangan lembut itu menggulung ke atas Rambutnya dan semuanya sudah siap. Pintu kamar mandi itu dia buka dan terlihat Rei yang langsung memeluk Cyla dengan erat sekali.
"Kenapa mommy tidak membangunkan ku" gumam Rei sambil menatap Cyla dengan wajah memelas yang sangat manis itu.
"Bagaimana mommy bisa membangunkan anak mommy yang tidurnya sangat lelap sekali" jawab Cyla sambil mencubit pipi Milik Rei.
"Lebih baik kamu mandi dulu kita sarapan bersama, okay" lanjut Cyla yang diangguki oleh Rei.
Cyla melangkah keluar dari ruang tamu sambil memakai kacamata hitam dan tas selempang kecil miliknya. Langkah kakinya berhenti saat sebuket bunga matahari diberikan kepadanya.
"Apa ini buatku, Mex?" tanya Cyla sambil menatap ajudan yang merupakan tangan kanan Alex itu.
__ADS_1
"Dari tuan Alex untuk nyonya" ucap Mex menyerahkan bunga itu lalu pergi dari hadapan Cyla. Cyla mengambil buket bunga yang ternyata berisi bunga lain selain dari bunga matahari itu. Tangannya menggabungkan beberapa macam jenis bunga dengan bunga mawar miliknya.
{Cyla sambil memegang rangkaian bunga}
Cyla melangkahkan kakinya keluar dari villa yang sudah dipenuhi dengan bunga yang bermacam-macam itu. Hingga sebuah tangan merengkuh pinggang milik Cyla.
Suara hembusan nafas terasa di area leher dan telinga miliknya itu. Aroma daun mint tercium di area penciumannya. Telapak tangan yang besar itu merengkuh erat pinggang milik Cyla.
"Apa kau suka?" tanya nya sambil berbisik lembut di telinga milik Cyla.
"A..Apa yang kau lakukan, Lex?" tanya Cyla balik ya tanpa dibilang maupun dilihat pun dia bisa tau bahwa lelaki yang sedang merengkuh dan bermanja dengannya adalah lelaki yang memberikan bunga yang sangat harum di tangannya ini, karena dia bisa merasakan ciri khas lelaki itu.
Aroma mintnya, telapak tangan yang pernah menggengam ya erat, hembusan nafas kasar yang selalu membuatnya geli dan tentu saja suara berat khas miliknya yang sudah sering Cyla dengar.
"Apa kau suka bunganya?" tanya Alex lagi.
"hmm" Jawab Cyla malu. Alex melepas rengkuhannya itu dan memutar balik tubuh Cyla yang terasa lebih kecil darinya.
"Memang apa yang harus ku hadiahkan? bukannya kau sudah memiliki semuanya dan bisa membeli apa saja?!" tukas Cyla sambil menatap bola mata kecoklatan itu.
"Ada yang tak bisa ku beli, ciumanmu dan ragamu yang selalu kau jaga itu" ucap Alex yang membuat Cyla langsung mengalihkan pandangannya.
"Jadi"
"Aku hanya memintamu mengecup ku di pipi tapi kalau dibibir juga boleh malah diizinkan" goda Alex. Cyla menatap mata Alex lagi dan menghembuskan nafas pasrah. Langkah kakinya mulai mendekat ke tubuh Alex. Bibir yang hanya diolesi lip balm tipis itu menepis jaraknya antara wajah Alex dan bibir miliknya. Saat bibinya mulai mendekat ke arah wajah Alex tiba-tiba...
"Apa yang Mommy dan Daddy lakukan!" teriak Rei lalu berjalan cepat ke arah ayah dan ibunya itu.
"Ahh kami tidak melakukan apa-apa!" u
Jawab Cyla cepat.
"Apa kamu sudah selesai mandi?" Lanjut Cyla.
"Tentu saja sudah"
Alex Pov~
__ADS_1
Dasar Rei, anak siapa ini? kenapa dia selalu mengangu hal yang sudah susah-susah ku dapatkan dan diganggu karena mahluk halus ini lewat! Apa aku sekap saja anak kecil ini.
Author Pov~
Rei menatap tajam ke arah ayahnya yang sedang menggerutu itu.
"Apa Daddy berniat jahat kepadaku?" tanya Rei polos.
"Tidak!" tegas Alex.
"Mommy lihat bukannya kita akan sarapan tapi kenapa Daddy ingin berniat jahat kepadaku" adu Rei sambil memeluk ibunya itu. Cyla menyamakan tinggi tubuhnya dengan Rei lalu mengangkat Rei ke dalam gendongan nya.
"Sudah sudah ayo kita makan, bukannya kamu suka jamur?" tanya Cyla yang diangguk pelan oleh Rei.
"Kalau begitu ayo makan dan juga Alex kamu ikut atau tidak?" tanya Cyla.
"Tentu saja ikut kalau tidak ada mahluk halus yang akan mengambil mu" ucap Alex yang memelankan suaranya saat mengucapkan kalimat Mahluk halus.
"Apa?" tanya Cyla tidak jelas.
"Tidak apa-apa" ucap Alex cepat. Alex mengikuti langkah Cyla yang sedang menuju restoran seafood dekat mereka tetapi matanya menatap tajam kepada anak laki-laki yang sedang menatap mengejek kepadanya.
'Kasihan' ucap Rei dalam hatinya sambil menatap ayahnya yang menatap tajam kepada dirinya.
ππππ₯₯ππππ₯₯ππππ₯₯πππ
π΄Aloha
Jangan Lupa mampir ke novel author yang lainnya, judulnya
My Ex Secretary
π΄ Ngomong-ngomong yang bilang visual Cyla kurang tepat, hei kebenaran dan faktanya Yaa Visual Cyla dan Visual Alex itu beda 3 tahun loh. Visual Alex adalah seorang model dan aktor yang berasal dari Canada sedangkan Visual Cyla adalah aktris yang berasal dari Ukraina Amerika. {Fakta}
Jadi jelas saja berbeda readers tersayangku, karena Visual Cyla sudah banyak menjadi sampul majalah untuk makeup dan kecantikan maupun kesehatan dan Visual Alex tentu saja makanya tubuhnya Begitu.
Ig : @DNA2005_
π΄ Spoiler Bab 112
"Suapin"
__ADS_1